CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Hadiah


__ADS_3

" Ken, sampai kapan kau akan mengurung ku disini." Ucap melodi sambil memeluk kevin.


" Memang kita sudah berapa hari disini?"


" 3 hari, ku rindu anak anak." Ucap melodi memelas.


" Hmm, baiklah. Besok kita akan keluar."


" Benarkah??" Ucap melodi dengan mata berbinar.


" Tentu sayang, aku akan mengajakmu keliling kota xx setelah ini." Kevin mengecup kening melodi.


...


" Wah wah wah... Sudah selesai bersemedi rupa nya."


Goda abraham saat melodi dan kevin bergabung untuk makan siang.


" Papa sudah, jangan menggoda mereka, lihatlah, wajah melodi memerah."


" Haha, mirip seperti ini." Gwen menenteng satu ekor kepiting rebus.


" Bagaimana, apa vitamin nya manjur." Bisik abraham.


" Terlalu manjur. Tapi menyenangkan, hehe" Bisik kevin.


" Ehem..." Jenny berdehem, membuat mereka kelabakan.


" Kalian membicarakan apa?" Ketus jenny


" Tii..tidak, kami sedang membahas pekerjaan, benar kan ken." abraham mengedipkan satu mata nya ke kevin.


" Ah, ya benar. Urusan pekerjaan... ya ya pekerjaan" Seru kevin.


" Oh, pekerjaan apa."


" Pekerjaan ranjang." Lirih abraham.


" Apaaaaaa.?!!" Jenny melotot.


" Bukan bukan, maksud papa, pekerjaan tentang perusahaan dipan, ranjang ma. Tempat tidur yang ada kasur nya."


" Awas kalau kalian membahas hal mesum lagi."


" Ah, tidak. Mama mengarang deh. Mana pernah kami membahas itu, kan pa?."


" Benar kata kevin."


" Ma, pa. Aku berniat mengajak jalan jalan melodi, apa boleh."


" Tentu saja boleh, kau harus mengajak melodi berkeliling kota ini, dia pasti akan senang." Ucap jenny.


" Psstt.. psstt kakak ipar, hei kakak ipar." Teriak gwen dengan nada berbisik, saat melodi akan naik tangga.


" Apa ada?"


" Kemari lah.."


" Hmm, ada apa lagi duo bawang ini." lirih melodi.


" Ada apa?."


" Bagaimana?"


" Bagaimana, apa nya?"


" Haisss.. kakak ipar ini. Bagaimana honeymoon nya. Apa istimewa?."


" Ya, sangat istimewa. Kakak mu bahkan tidak memberiku kesempatan untuk tidur." Melodi tersenyum kecut.


" Ha, benar kan. Ide baju lingerie sangat pas untuk kakak ipar dan kak kevin." Ucap jen bangga.


" Eh apa ini?" Gwen sedikit menyingkap kerah baju melodi.


" Oh my god, tanda cinta kak kevin ada di sini" Gwen terkejut.


" Bukan hanya di sini. Tapi di sini.. sini.. sini..sini." Melodi menunjuk hampir semua bagian tubuh nya.


" Wah kak kevin sungguh buas, hahahah." Kekeh jenifer.


" Terlalu buas, hiks hiks hiks.," Melodi dengan gaya anak anak yang menangis minta balon.


" Uuu tuutututu, kakak ipar sayang.. Apa kau ingin SPA." Tawar gwen.


" Tentu., tapi aku ingin melihat anak anak dulu, aku sungguh merindukan mereka."


" Baiklah, temui kami di ruang keluarga jika kakak sudah selesai dengan anak anak." Ucap jen.

__ADS_1


Melodi pun berjalan menelusuri koridor dan mencari ruang bermain.


" Ini rumah atau mall sih?, besar sekali. Terlalu banyak ruang. Apa ini ya?, terlihat seperti ruang bermain.,"


Melodi membuka pintu yang di hias layaknya taman bermain yang ada di mall.


" Permisi, apa momy boleh masuk?." Ucap melodi saat melihat anak anak sibuk bermain.


" Momy...."


Mereka langsung berhamburan memeluk melodi.


" Kami rindu momy.."


" Momy juga merindukan kalian"


" Dimana kakak kalian, kenan?" Tanya melodi.


" Mungkin diruang baca."


" Tunggulah disini, momy akan menemui kakak kalian."


" Ken, sedang apa sayang."


" Momy, kau di sini?, lalu dimana adik kami?"


" Adik??" Melodi loading.


" Iya, aunty bilang bahwa momy dan dady sedang membuatkan kami adik, karena itu momy tidak bisa menemani kami." Ucap kenan yang kini berada di pangkuan melodi.


Kenan, walau usia nya sudah 7 tahun, namun ketika dekat dengan melodi, dia seperti anak berusia 3 tahun.


" Mom, jadi dimana adik kami?" Ucap kenan yang membuyarkan lamunan melodi.


" Emmm..., adiknya masih jadi adonan." Ucap melodi asal.


" Lalu kapan akan jadi bayi?"


" Momy tidak tau, kenan tunggu saja, oke."


" Mom, adik nya harus laki laki ya."


" Kenapa?"


" Agar aku punya teman bermain, seperti twins dan lulu, mereka bisa saling berbagi dan bertukar pakaian. Aku juga ingin seperti mereka."


" Ayo, ini sudah lewat jam tidur. Kalian harus istirahat."


" Tapi aku ingin tidur dengan momy." Rengek kenan.


" Baiklah. Ayo."


" Momy.. kami juga ingin tidur dengan momy." Ucap twins dan lulu.


" Bagaimana jika kita istirahat di situ aja. Momy rasa ini cukup untuk kita semua, tempatnya luas dan juga empuk." Ucap melodi sambil menunjuk matras bulu yang ada di ruang bermain.


" Baiklah." Ucap mereka serentak.


...----------------...


" Gwen, apa kau melihat kakak ipar?, dimana dia?" Tanya kevin saat melihat gwen tengah asih menonton film.


" Kami juga menunggu kakak ipar, untuk bersama sama pergi SPA, kakak ipar bilang akan menemui anak anak. Dan ini sudah 2 jam, tapi kakak ipar tidak datang datang." Ucap gwen panjang lebar.


" Baiklah, aku akan mencari nya."


Kevin pun mulai berjalan menuju ruangan yang biasa di buat anak anak bermain. Saat pintu terbuka, kevin melihat, melodi dan anak anak sedang tertidur pulas disana.


Cekrek ... cekrek...


Kevin mengambil ponsel, dan mengabadikan momen itu. Sesekali dia juga ikut berselfi bersama mereka yang tidur.


Malam hari ....


" Sayang, kenapa kau sangat lama?" Teriak kevin dari balik pintu kamar gwen.


" Kak kevin, sabar sebentar. kenapa kau sangat cerewet."


" Kami sedang mendandani kakak ipar."


" Ayo kita berangkat." Ucap melodi yang baru saja keluar dari kamar gwen.


" Kau sangat cantik."


Saat kevin mendekat untuk mencium bibir melodi.


" Tit Tet.., maaf bos ini bukan area 18+" Ucap gwen sambil menyilang kan ke dua tangan nya, pas di depan muka kevin.

__ADS_1


" Dasar adik gak ada akhlaq." Ketus kevin, kemudian menarik melodi.


" Titip anak anak.." Teriak melodi, yang di jawap anggukan serta jari jempol yang terangkat, dari gwen dan jen.


Di dalam mobil, setelah mereka sudah masuk dan memasang sabuk pengaman.


" Ken??, Kenapa tidak di nyalakan?"


Melodi menatap kevin tidak kunjung menghidupkan mesin mobil. Kevin menatap balik melodi, dan ditarik nya leher melodi hingga kedua bibir mereka bertemu..


Satu detik...


Dua detik...


Lima detik...


Sepuluh detik...


" Ken, kita akan jalan jalan, atau akan terus berciuman disini?" Ucap melodi.


" Ah ya, maaf. Kau sangat mengoda, aku tidak bisa menahan diri. hehe." Kekeh kevin.


" Dasar mesum. Ayo berangkat."


" Siap tuan putri."


Kevin pun melajukan mobilnya, berjalan menelusuri ibu kota. Dan berhenti di salah satu pusat perbelanjaan.


" Kenapa kita di sini ken?" Tanya melodi.


" Untuk membelikan mu lingerie yaang sangat seksi." Bisik kevin.


" Aku tidak mau." ketus melodi.


" Haha, tidak. Aku akan mengambil sesuatu di toko temanku. Dan dia ada di sini." Ucap kevin sambil membuka pintu mobil.


" Benar?"


" Iya sayang..."


" Ya sudah ayo."


Mereka berjalan sambil bergandengan tangan, persis seperti dua sejoli yang baru saja menjalin cinta.


" Pergi kau, dasar tidak tau malu." Ucap seorang pelayan restoran di mall tersebut, dengan mendorong seorang wanita.


" Dia kenapa?" Bisik melodi pada kevin.


" Biarkan saja. Mungkin ingin makan gratis." Ucap kevin sambil terus berjalan melewati wanita yang diusir pelayan restoran tadi.


" Kemari lah." Ucap kevin saat mereka sudah memasuki sebuah toko perhiasan.



" Bagaimana menurutmu?" Tanya kevin saat selesai memakaikan nya di leher melodi.


" Sangat indah."


" Kau suka?, Ini untukmu sayang. Untuk seseorang yang sangat aku cintai."


Kevin memeluk melodi dan berbisik di telinga nya.


Drrrtt drrrtt drtt... Ponsel han berbunyi.


" Kau lihat lihat lah dulu, han menelpon, aku akan menjawap nya sebentar."


Kevin kemudian berjalan ke luar toko. Saat kevin sedang berbicara melalui telepon.


Brug..


Seseorang dengan sengaja menabrak kan diri pada kevin.


" Maa..maaf."


" Linda...???"


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa like...


...Komen...


...Vote...


...Hadiah...

__ADS_1


__ADS_2