CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Ingatan kevin kembali


__ADS_3

" Oma..."


Briana berlari menuju jenny.


" Sayang.., dimana momy?, kenapa tidak keluar bersama momy?" Tanya jenny.


" Momy masih di dalam."


Kevin yang melihat briana, langsung menghampiri nya.


" Sayang.. dimana momy?" Tanya kevin, dengan nafas tersengal.


" Dady. Momy masih ada di dalam."


" Apa?"


Sementara kenan, dan laki laki yang bersama nya terus mencari keluarga kevin.


Para petugas pemadam kebakaran yang baru saja tiba, langsung menyemprotkan air.


" Paman.. itu dady kami." Tunjuk kenan.


" Dady.."


Luci, kenan dan riana langsung berlari memeluk kevin.


" Dady, selamatkan momy " Pinta luci.


" Iya sayang, dady akan menyelamatkan momy. Luci tenang ya, dan baik baik bersama oma. Jadilah anak yang baik oke. Dady menyayangimu."


Kevin menciumi pipi luci.


" Briana, dimana tepatnya momy?" Tanya kevin.


" Aku tidak ingat. Bangunan nya semua terlihat sama." Ucap briana sambil memandang ke sekeliling, dengan airmata yang mengalir.


" Aku tau dimana momy mereka." Ucap laki laki yang menolong anak anak.


" Dimana, ayo cepat tunjukan." Ucap kevin yang mulai panik.


Mereka pun bergegas menelusuri jalanan di luar gedung.


" Seperti nya, dia ada disini. Lihatlah, itu satu satu nya ventilasi yang berlubang." Tunjuk laki laki tadi.


" Kau benar."


Kevin mulai meloncat, dan berpegangan pada lubang ventilasi. Berusaha melihat ke dalam ruangan.


" Oo ****.."


" Kenapa?"


" Dia pingsan. Kita harus masuk ke dalam."


" Kalau begitu. kita harus bergegas."


Api mulai bisa di kendalikan. Jadi kevin dan laki laki tadi, menerobos masuk. Tanpa menghiraukan teriakan dan larangan dari para petugas.


" Di sini." Ucap laki laki tadi.


" Kau yakin. Ini tidak terlihat seperti sebuah ruangan. Sudah banyak material kayu."


" Aku yakin, dia ada di sini."


Mereka mulai bekerja sama menyingkirkan kayu yang menutupi pintu masuk. Pekerjaan yang cukup menguras tenaga.


Brak !!.

__ADS_1


Akhirnya pintu terbuka.


" Melodi.."


" Hei.. bangunlah.. hei sayang."


Kevin menepuk-nepuk pipi melodi.


" Sebaiknya kita segera membawa nya keluar." Ucap laki laki tadi.


" Ya. kau benar."


Kevin segera mengendong melodi, darah terlihat mengalir di kaki melodi. Membuat gaun nya bercampur warna merah.


" Ambulan.. Mobil.. Cepat. Siapa saja.." Teriak kevin saat mereka sudah keluar dari gedung.


" Pakai mobilku saja. Itu mobilku." Ucap laki laki tadi, yang langsung berlari menuju mobil nya.


" Kevin.. apa yang terjadi?" Tanya jenny.


" Darah.. Kenvin, jangan katakan jika melodi keguguran."


" Keguguran, apa maksud mama?"


Tin.


Suara klakson laki laki tadi membuyarkan pikiran kevin. Dia langsung masuk ke dalam mobil.


" Mama akan menyusul bersama anak anak." Teriak jenny.


Han segera mengambil mobil, dan saat semua nya sudah masuk. Dia langsung melajukan mobil nya menuju rumah sakit terdekat di kota itu.


" Haaaaaah.... Kenapa jadi begini."


" Kacau.. semua kacau...ahh."


" Tidak usah risau. Ayo aku akan menyenangkan mu." Bisik lelaki, yang tak lain adalah alex. Pacar linda.


" Really?"


" Tentu saja, kita akan bersenang senang sambil memikirkan cara yang lain. Selama kau masih memberi nya obat itu, kevin tidak akan bisa mendapatkan memori nya kembali."


" Baiklah ayo gendong aku."


..


Di rumah sakit..


" Dokter... suster...." Teriak kevin.


" Maaf pak. Anda tunggu di luar." Ucap seorang perawat, saat sudah sampai di ICU.


Satu menit..


Lima menit...


Tiga puluh menit...


" Kenapa mereka sangat lama di dalam." Ketus kevin yang mulai frustasi.


" Hei bug. Tenanglah. Dia akan baik baik saja."


" Kevin.."


Jenny bersama semuanya..


" Bagaimana?"

__ADS_1


" Dia masih ada di dalam ma."


Jenny mengusap punggung kevin.


" Keluarga pasien.?" Ucap dokter yang barusaja keluar dari ruang ICU.


" Saya suami nya." Ucap kevin. Membuat semua orang tercengang.


Dia istri nya?, lalu kenapa dia menikah lagi. Aku jadi semakin tertarik dengan nya. Batin laki laki misterius .


" Bagaimana keadaan istri saya dok." Tanya kevin lagi.


" Istri bapak baik baik saja. Pendarahan yang terjadi, tidak tergolong berat. Jadi ibu dan janin nya baik baik saja."


" Syukurlah. Apa saya boleh melihatnya?"


" Tentu, setelah pasien dipindahkan ke ruang rawat."


Sepeninggalan dokter...


" Kevin.. Kau sudah mengingat melodi nak?" Tanya jenny.


" Ya ma. Kebakaran itu mengembalikan ingatanku. Dan tunggu., dokter tadi menyebut janin?, janin siapa maksud nya?"


" Janin melodi sayang. Dia sedang hamil."


" Be..benarkah?"


" Kemungkinan melodi hamil anak kembar."


" Ma.. Ini adalah berita yang menggembirakan."


Kevin memeluk ibu nya. Semua terharu.


" Ohya.. siapa nama mu?" Tanya kevin padan laki laki misterius itu.


" Ryan.."


" Terima kasih. Karena sudah menyelamatkan anak anakku."


" No problem. Dia yang datang pada ku meminta bantuan. Jadi aku menolongnya."


" Datang?.. Maksud nya?"


" Wanita itu, siapa tadi namanya?"


" Melodi."


" Ah iya, melodi datang padaku, ketika aku berencana untuk melihat persiapan hidangan yang akan di sajikan. Dia mengatakan jika anak anak berada di dalam sebuah ruangan. Bla.bla bla bla bla......"


Panjang lebar ryan menjelaskan. Membuat semua yang ada di sana juga terkejut.


" Sekali lagi terima kasih.."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


......................


......................


Kasih dukungan dong kak...


Hiks hiks.. sepi amat

__ADS_1


__ADS_2