CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Alex kabur


__ADS_3

" Bagaimana bisa alex kabur?" Ketus ryan


Salah satu mafioso, kemudian menceritakan kronologi nya.


" Jadi saat lampu merah, alex mengambil belati mafioso, dan menyerang mereka semua?"


" Benar tuan?"


" Kalian menemukan mobil di dasar jurang?"


" Benar tuan."


" Cerdik. Sungguh cerdik." Gumam ryan.


" Cari terus dia, dan awasi gerak gerik siapapun yang terlihat mencurigakan."


" Baik tuan.."


Saat ryan hendak pergi,


" Tuan, tuan kevin meminta ijin membawa nona linda pulang. Dia bilang, dia sendiri yang akan mengurusnya."


" Biarkan saja. Dan pastikan kevin ataupun linda, tidak mengetahui lokasi markas."


" Baik tuan."


Atas persetujuan ryan, mafioso membiarkan kevin membawa pulang linda. Mereka dia antar sampai gerbang mansion kevin.


Sepanjang perjalanan ke mansion, kevin dan linda tidak saling bicara.


Bahkan malam hari nya, kevin memilih tidur di kamar kenan.


Kevin memejamkan mata, mencoba mengingat semua yang telah terjadi, dan mulai benar benar menyesali kebodohan nya.


Pagi hari nya..


" Aku akan membebaskan mu, dari pernikahaan ini, linda." Tegas kevin.


" Ap..apa maksud mu?"


" Yang kau lakukan sungguh memalukan, dan tidak pantas untuk di maafkan. Sekalipun melodi memaafkan mu. Tapi, aku tidak bisa menerima nya."


Linda menghampiri kevin.


" Kevin dengar. Aku tidak bersalah. Alex yang melakukan nya. Lihatlah, dia yang menelpon ku. Dia ingin menghancurkan orang terkasih mu, dia pikir melodi masih menjadi istrimu."


" Lalu kenapa kau ada disana, jika memang kau tidak bersekongkol dengan alex." Bentak kevin.


Dengan ketakutan linda menunjukan ponsel nya, dan pernah dia melihat kevin, se murka ini. Kevin tidak bergeming.


" Kevin, percaya lah padaku. Aku tidak melakukan apapun. Aku hanya korban disini."


" Korban?, Korban apa?"

__ADS_1


Linda terdiam, dia binggung harus menjawap apa. Linda menyadari kebodohan nya, kenapa dia tidak pergi saja. Jika dia langsung pergi, setelah memberitahu alex bahwa melodi bukan lagi istri kevin. Dia tidak akan mendapat masalah seperti ini.


" Aku, akan mengurus perceraian kita, kuberi kau waktu tiga hari untuk meninggalkan mansion ini."


Setelah mengatakan itu, kevin meninggalkan linda.


" Kevin.." Teriak linda.


" Kevin tunggu..."


Linda berusaha mengejar kevin, namun terlambat. Kevin sudah melajukan kendaraan nya, dan keluar dari gerbang mansion.


Linda terjatuh, dan menangis menyesali kebodohan nya.


...


" Hei, bagaimana keadaanmu?" Tanya ryan, saat melodi akan bergabung di meja makan untuk sarapan.


" Good. Dimana daniel?" Tanya melodi.


" Aku disini, my queen." Ucap daniel yang barusaja datang, dan langsung duduk didekat melodi.


" Kau sudah membuat temu janji dengan dokter ara?" Tanya ryan.


" Ara?, ah iya sudah, siang ini." Jawap melodi.


" Bagaimana jika melodi pergi denganku saja?" Tawar daniel.


" Tidak." Jawap ryan.


" Aku tidak ingin hal kemarin terjadi lagi."


" Bukan karena ingin bertemu dokter ara??" Ucap daniel.


" Uhuk uhuk..." Ryan tersedak.


" Kau mau mati?" Ketus ryan.


" Jiwaku sudah mati kemaren, saat seseorang mencium ku, dan sekarang aku hidup lagi. Untuk menggapai seseorang itu." Ucap daniel.


Ryan memperhatikan perubahan wajah melodi, pipi melodi kini merah seperti udang rebus.


" Bicaramu sungguh ngawur."


" Eh, benar kan?"


" Tuan, didepan ada tuan kevin, meminta ijin memasuki mansion." Ucap salah seorang mafioso.


" Untuk apa dia datang?" Tanya melodi.


" Biar aku yang melihatnya, kau lanjutkan saja sarapan mu. Lalu bersiaplah, kita akan langsung menemui dokter ara."


Melodi mengangguk. Dan melanjutkan sarapan nya.

__ADS_1


" Mel..." Panggil daniel.


" Aku sudah selesai, aku akan bersiap dan melihat twins."


Melodi langsung berdiri, dan meninggalkan daniel.


" Hei.., belum juga bicara. Udah pergi."


Daniel cemberut dan langsung memasukan roti ke dalam mulut nya.


" Ada perlu apa kau datang kesini?" Tanya ryan pada kevin.


" Aku ingin bertemu melodi."


" Untuk apa?"


" Aku ingin meminta maaf, dan memastikan melodi baik baik saja."


" Melodi baik. Dan tidak perlu minta maaf."


" Tolong. Ijinkan aku bertemu dengan melodi.


" Jangan pernah lagi menemui melodi. Lebih baik, kau awasi saja istri mu. Agar tidak lagi, mendekati melodi."


Ryan langsung pergi meninggalkan kevin.


" Ryan tunggu..."


" Ryan, ijinkan aku bertemu dengan melodi."


" Ryan.."


Ryan tidak menghiraukan panggilan kevin.


" Urus dia, jangan biarkan dia datang lagi ke sini."


" Baik tuan."


...----------------...


...----------------...


......................


......................


Maaf dikit ya, ini nulis udah dari pagi. Cuma lagi rempong ngempu si bungsu.


Nanti up lagi ☺️☺️


...Jangan lupa like...


...komen...

__ADS_1


...vote...


...hadiah...


__ADS_2