CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Duka Mendalam


__ADS_3

" Dady.. momy dimana?"


" Iya, biasanya momy selalu menunggu kita di meja untuk sarapan."


" Benar, kemana momy dady?"


" Apa momy marah karena dady berpelukan dengan paman han?"


" Jadi momy memilih pergi?"


" Ck, sudah² kalian ini bicara apa. Dengar ya, dady dan paman han, hanya berpelukan. Mengerti. Hanya berpelukan, seperti saudara. Bukankah kalian juga senang memeluk satu sama lain." Ucap kevin.


" Duduk dan makanlah dulu, dady akan mencari momy."


Kevin mulai mencari ke setiap penjuru ruangan, bertanya pada setiap pelayan yang ada.


" Dimana melodi, apa mungkin dikamar nya?." Kevin bergegas menuju kamar melodi.


Tok tok tok


" Mel, kau di dalam." Tak ada suara.


Tok tok tok


" Melodi..." Teriak kevin


Ceklek..


" Tidak di kunci rupanya." Kevin masuk dan terkejut, mendapati melodi tengah menangis.


" Hei hei, kau kenapa?"


Kevin mengangkat tubuh melodi dan mendudukkan nya di ranjang.


" Ibuu ken... ibu.."


" kenapa ibumu" Tanya kevin cemas.


" Ibu ken, lulu..."


" katakan kenapa dengan mereka?"


" Rumah nenek ku terbakar. Ak..aku mendapat kabar dari rumah sakit bahwa 2 diantara mereka meninggal dunia dan 1 kritis ken, bagaimana jika itu lulu." Tangis melodi semakin pecah.


" Tenanglah, semoga lulu dan ibu baik² saja. Kita terbang sekarang ke kota xx." ucap kevin sambil memeluk melodi.


" Tapi bagaimana dengan anak²?"


" Tidak perlu cemas, biar han yang mengurusnya". kevin mengambil ponsel, dan mulai menghubungi han.


" Han, persiapkan jet ku sekarang juga, dan jangan lupa bawa seseorang yang terpercaya untuk menjaga anak²


selama beberapa hari ke depan. Cepat han, ini sangat darurat."

__ADS_1


.......


Tak lama kemudian, han datang bersama nana.


" Kau membawa nana?" Tanya kevin yang terkejut karena han membawa nana.


" Siapa lagi yang bisa ku percaya mengurus anak² selain nana." ucap han.


" Kenapa?, ada apa sebenarnya?." Tanya nana pada kevin.


Kevin kemudian menceritakan apa yang dikatakan melodi padanya, nana langsung berlari ke kamar melodi.


" Mel.." Nana membuka pintu dan dilihatnya melodi masih menangis


" Na.. ibu ku... lulu ku.." Ucap melodi terbata.


" Sttt... sudah², yakinlah mereka akan baik² saja. Sekarang cepatlah bersiap. Kau akan berangkat sekarang juga. Anak² biar aku yang mengurusnya." Nana memeluk melodi.


" Terima kasih na, kau banyak membantuku."


" Tidak perlu berterima kasih. Sudah sana cepat jalan."


...----------------...


...----------------...


Setelah melakukan perjalanan udara selama 1 jam, melodi dan kevin tiba di kampung ibunya.


Mereka segera mencari taxi dan menuju rumah sakit 'Bunda maria'.


" Siapa nama keluarga ibu"


" fani kristiana dan luciana bertha chana."


" Menurut data disini, fani kristiani meninggal akibat luka bakar 90% , dan luciana sedang menjalani perawatan di ruang melati kamar 4. Kondisi nya sangat kritis."


Bruk. Melodi tak dapat membawa diri, dia pingsan.


" Urgh... Dimana aku." Melodi terbangun memegangi kepala nya.


" Kau pingsan sayang." Ucap kevin yang langsung berdiri ketika melihat melodi sudah sadar.


" Pingsan?." Melodi mencoba mengingat kejadian sebelum nya..


" Jadi.. ini bukan mimpi?, Ken jadi ibu ku sudah meninggal?" Melodi mulai histeris. Kevin langsung memeluknya.


" Tidak mungkin.. Tidak mungkin..," Teriak melodi sambil menangis.


" Hiks hiks hiks hiks, perawat itu bohong kan ken, ibu ku masih hidup kan?." Menggoyang² bahu kenvin.


" Mel, tenangkan dirimu. Perawat itu benar."


" Hwaaaa.... ibu.. hiks hiks hiks.. ibu." Melodi mulai menggila.

__ADS_1


" Tenangkan dirimu mel." Berusaha keras memeluk melodi yang meronta².


" Ibu ku ken, dia tidak boleh mati.. ak.. akuu tidak punya siapa² lagi selain ibu dan lulu ken."


" Hei, kau masih punya aku."


" Ak aku ingin melihat jasad ibu dan lulu ken." Pinta melodi.


" Tapi berjanjilah kau akan kuat, oke."


" Hmm" Melodi mengangguk, kevin menyeka airmata nya. Dan mencium kening melodi.


" Kau harus kuat, Jadilah wanita kuat, oke." Ucap kevin sebelum membawa melodi pergi.


Melodi dan kevin berjalan mengikuti perawat, guna memastikan jasad itu benar jasad ibu dan neneknya.


" Mari bu, silahkan masuk."


Mereka masuk ke dalam ruangan, perawat membuka kain penutup pada jenasah.


" Apa ini benar keluarga ibu" Tanya perawat saat selesai membuka penutup pada kedua jasad.


" Be be benar." Melodi sekuat tenaga menahan diri untuk tidak menangis. Namun air mata nya turun deras tanpa bisa ia tahan.


" Lalu dimana anak kecil yang bernama lulu?" Ucap melodi dengan suara gemetar.


" Mari bu." perawat berjalan dan berhenti di sebuah ruangan ICU.


Melodi melihat lulu di pasangan banyak sekali alat bantu pernafasan. Membuat lutut melodi lemas, dia jatuh ke lantai.


" Ken.. kenapa jadi begini.. Aku hanya berusaha melindunginya, agar adam tidak dapat menemukan lulu. Tapi kenapa jadi sepeti ini ken?" Isak melodi.


"Sttt.. ini diluar kuasa mu, ini sudah takdir mel." Kevin memeluk melodi


" Tidak ken, aku menyebabkan ibu meninggal dan sekarang anak ku kritis." Ibu... ken.. ibu..." Melodi kembali menangis dan pingsan.


.


.


.


.


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa like...


...komen...


...vote...

__ADS_1


...hadiah...


__ADS_2