CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Linda tobat?


__ADS_3

Hari demi hari, kesehatan linda mulai membaik, dia di terima tinggal di sana. Walau tak ada satu pun dari anggota keluarga kevin yang menyapa nya. Linda hanya dianggap sama seperti pelayan di mansion itu.


Hanya kevin dan anak anak yang kerap menyapa nya.


" Hai, ma.. Perlu bantuan?" Tawar kenan pada linda, yang sedang merapikan ruang bermain.


" Tidak perlu. Ini juga sebentar lagi selesai."


" Biar kami bantu. Jadi cepat selesai." Ucap riana.


Mereka kemudian membantu linda merapikan ruang bermain.


" Terima kasih ya sudah membantu."


" Sama sama ma."


" Kenan tadi memanggilku apa?"


" Mama?!"


Mata linda berkaca kaca. Dia sungguh bahagia mendengar kini putra sulung nya memanggilnya mama.


" Kemari sayang peluk mama."


Linda merenggangkan ke dua tangan, dan kenan langsung memeluknya.


" Apa kenan sudah memaafkan mama?"


" Tentu saja. Momy bilang kami tidak boleh membenci mama. Karena mama adalah orang yang melahirkan kami. Jika mama tidak ada, maka kami pun tidak akan ada disini."


Linda kembali memeluk kenan.


Melodi, aku sudah banyak menyakitimu, tapi kau sama sekali tidak berniat membalas ku. Kau bahkan membuat kenan mau menerima ku. Aku janji, aku akan membantu kevin menemukan mu, dan menyatukan kalian berdua. Batin linda.


..


" Mom.." Panggil luci.


" Ya sayang?" Jawap melodi


" Kapan kita kembali ke rumah dady.." Tanya luci polos.


" Apa luci tidak suka tinggal dengan paman?" Ucap ryan yang datang dari arah lain.


" Sukaa, hanya...Luci merindukan kak kenan dan twins. Biasanya kita selalu bermain bersama."

__ADS_1


Ryan dan melodi saling pandang. Sungguh mereka tidak tahu bagaimana menjelaskan kepada luci, bahwa dia tidak akan kembali ke rumah itu lagi.


" Sayang.. kemari." Perintah melodi.


Luci menurut, kemudian duduk di dekat melodi.


" Dengar, luci sekarang sudah menjadi kakak dari alvin dan levin. Jadi luci tidak boleh lagi manja, dan tidak boleh lagi terlalu sedih karena kita tidak kembali ke rumah dady."


" Kenapa mom.."


" Karena.... Karena tempat kita di sini sayang."


Luci terdiam, masih belum bisa mencerna perkataan melodi.


Melodi kemudian mengambil dua buah puzzle.


" Lihatlah dua puzzle ini. Ini ibarat kita, dan puzzle satu lagi adalah dady, kenan, dan twins. Puzzle akan terlihat indah dan rapi jika di tempatkan sesuai dengan letak masing masing. Coba luci memindahkan bagian puzzle, walau hanya satu saja. Ke tempat yang berbeda. Apakah potongan puzzle itu akan pas di sisi yang lain?"


" Tidak. Puzzle nya tidak akan rapi dan indah." Jawap luci.


" Jadi sekarang luci mengerti kan?, tempat kita bukan di rumah dady, tapi di sini. Bersama paman, dan baby AL dan L."


Luci mengangguk dan langsung memeluk melodi.


" Ayo, bagaimana kalau paman belikan luci es krim." Tawar luci.


" Jadi itu sebab nya..." Tanya melodi.


" Momy..."


" Baiklah baiklah, ayo paman belikan luci boneka. Jika perlu paman beli semua dengan toko nya."


" Hehe, paman bisa saja."


Ryan kemudian mengandeng luci, siap pergi membeli boneka dan es krim.


Melodi memandangi bayi AL dan L yang masih di dalam inkubator.


" Cepatlah sehat sayang. Momy ingin memelukmu." Lirih melodi.


..


Sementara itu Kevin, han, dan abraham masih berusaha mencari keberadaan melodi. Abraham juga meminta seluruh anak buahnya untuk ikut mencari melodi.


" Bagaimana?, ada kemajuan?" Tanya abraham.

__ADS_1


" Tidak ada. Sepertinya melodi di bawah seseorang yang punya kekuasaan penuh." Ucap han.


" Bagaimana jika aku tidak bisa menemukan melodi."


" Jangan pesimis kevin. Kau harus yakin."


" Thanks han. Kau selalu ada untuk membantuku."


" Sama sama. Aku hanya bisa membantu mu menemukan melodi. Hal selanjutnya yang akan terjadi aku tidak akan ikut campur."


" Apa maksudmu ?"


" Dengar bung. Kau sudah terlalu dalam menyakiti hati melodi. Mungkin saja dia tidak lagi bisa kembali bersama mu."


" Aku yakin melodi bisa mengerti dan memaafkan aku han. Demi anak anak kita."


Han menghela nafas, sepertinya han tau, jika harapan kevin terlalu tinggi.


..


" Kau mau kemana?" Sinis jenny saat melihat linda berpakaian rapi dan siap untuk pergi.


" Nyonya, karena saya sudah merasa lebih sehat sekarang. Jadi, saya pikir akan mulai mencari pekerjaan." Ucap linda.


" Baguslah. Semakin cepat kau dapat pekerjaan, semakin cepat kau pergi dari mansion ini."


Linda menunduk, kemudian segera pergi. Bukan untuk mencari pekerjaan. Melainkan pergi menemui adam.


Linda pikir, adam mungkin mengetahui sesuatu tentang melodi.


...----------------...


...----------------...


......................


...Jangan lupa tinggalkan...


...like...


...komen...


...vote...


...hadiah...

__ADS_1


☺️☺️💙🙏


__ADS_2