
Waktu berlalu begitu cepat. Melodi benar benar bahagia dengan pernikahaan nya bersama daniel.
Setiap hari, daniel selalu punya cara untuk membuat melodi bahagia...
Saat ini usia si kembar al dan L sudah 2 tahun. Dan luci berumur 7 tahun.
" Sayang, bagaimana jika kita buat pesta ulang tahun luci dan twins secara bersama." Ucap daniel saat dia sedang menemani twins bermain di taman belakang mansion ryan.
" Boleh. Pasti sangat menyenangkan. Tapi kali ini, ayo kita siapkan sendiri acara nya."
" Kenapa?" Tanya daniel
" Ya, selama ini selalu bang ryan yang mengurus semua nya. Kau tau kan, kak ara sebentar lagi akan melahirkan. Jadi kita biarkan bang ryan menemani kak ara. Jangan kita sibukkan lagi dengan acara untuk anak anak."
" Ya kau benar. Kalau begitu ayo kita lakukan sendiri."
Tak lama kemudian, datang ara yang berjalan dengan di bantu oleh ryan dan bergabung bersama daniel serta melodi.
" Hai kak.." Sapa melodi.
" Hai.." Ucap ara lalu duduk di kursi, sambil menghela nafas panjang.
" Hei boy. Jangan terlalu menyiksa mami yaa." Ucap melodi sambil mengusap lembut perut ara yang membuncit.
" Hah, dia masih suka bermain main di dalam sana. Membuat ku makin tidak nyaman dalam posisi apapun." Ucap ara.
" Kapan dia akan lahir?" Tanya daniel.
" Dalam minggu ini. Pasti nya kapan entah, kata dokter jika ingin melahirkan normal maka tunggu bayi nya, kapan si bayi akan keluar." Ucap ryan.
" Aku dokternya." Jawap ara.
" Ya ya. Kau yang bilang." Ucap ryan sambil memberikan segelas air berisi susu.
" Terima kasih." Ucap ara.
" Bagaimana?, apa sudah ada tanda tanda dari melodi" Tanya ryan.
" Kami sudah berusaha. Mungkin memang aku masih harus membuat melodi bahagia diatas bahagia" Jawap daniel.
" Bahagia di atas bahagia. Memang yang kayak gimana?" Tanya melodi.
" Haha, iya. Dasar aneh." Imbuh ara.
" Kau mau aku ajari cara menembak jitu?. Sekali gol langsung jebol?" Tanya ryan pada daniel.
" Itu sih, aku udah jago."
" Tapi gak gol gol kan.."
" Bola nya masih jalan jalan. Katanya pendekatan dulu sebelum mencetak rekor terbaik."
" Haha. Ada ya metode kayak gitu?" Kekeh ara.
" Ada dong. Nih, bukti nya diriku." Ucap daniel bangga.
" Dady..." Al dan L berlari ke arah daniel.
" Eh, disini ada papi juga lo. Emang gak ada yang mau sama papi?"
" No." Ucap al dan l.
Ryan sedih. Lalu luci datang dan memeluk ryan.
" Papi sama luci aja."
" Benar. Kau memang yang terbaik." Ucap ryan.
Sunggu pemandangan yang selalu di lihat melodi saat semua keluarga nya berkumpul dan bersenda gurau.
Ibu, lihat lah, cucu cucu mu sudah besar. Kau bahkan akan memiliki satu lagi dari bang ryan. Ah, semoga kau bisa melihat nya dari surga sana, ibu...Batin melodi.
" Mel.." Panggil ara.
" Ya kak?"
__ADS_1
" Bagaimana siklus haid mu?. Apa sudah normal?" Tanya ara.
" Ya sudah. Berkat vitamin yang kaka berikan, haid ku jadi teratur."
" Dan sekarang?"
" Dan sekarang aku telat 2 bulan, hehe."
" Sudah kau coba check?"
" Tidak."
" Kenapa?" Tanya ara, sambil menatap melodi.
" Takut garis satu seperti bulan bulan sebelum nya."
" Ah, adik manis. Yang sabar ya..."
Melodi tersenyum. Lalu tiba tiba ara merasakan sakit yang teramat dalam pada perutnya..
" ARGHHHH....." Teriakan ara mengejutkan daniel, terutama ryan.
" Sayang, kau kenapa?" Tanya ryan.
" Seperti nya aku akan melahirkan." Ucap ara.
" Ayo kita segera ke rumah sakit." Ucap daniel.
Ryan langsung mengendong ara menuju mobil darurat yang selalu ada di setiap sudut mansion ryan.
" Aku akan menyusul nanti." Teriak melodi.
" Tidak. Jangan pergi sendiri. Tunggu aku menjemput mu." Teriak daniel.
" Baiklah."
Setelah ryan dan ara masuk mobil. Daniel segera melajukan kendaraan nya.
" Argh..." Ara mengerang kesakitan.
Plak !!
" Aku mau melahirkan bukan sedang sekarat." Ketus ara.
" Ah iya. Maksud ku bertahanlah bayi. Jangan lahir sebelum sampai di rumah sakit."
" Ya, itu lebih baik."
Tak lama setelah itu, air mengalir dari pangkal paha ara.
" Sayang, kau kencing?. Kenapa tidak bilang?" Ucap ryan.
Plak !!
Ara kembali menampar ryan.
" Itu air ketuban."
" Ketuban itu apa?"
" Argghhh, jangan banyak bicara, kau membuatku semakin merasa sakit." Ucap ara.
Ryan diam.
" Argh... eeengghh..."
" Ara, jangan melahirkan disini." Ucap daniel.
" Aku tidak... ennnggghhhh.."
" Itu kau mengejan." Ucap daniel.
" Bukan aku, tapi bayi nya yang minta keluar." Jawap ara.
"Cepat sedikit daniel. Jangan sampai bayiku lahir disini. Nanti nama nya tidak bisa keren." Ucap ryan mulai panik.
__ADS_1
" Arghh enghhhh..."
Ara kembali mengejan.
Mobil memasuki area rumah sakit. Secepat kilat daniel langsung memanggil suster.
Suster berdatangan. Dan langsung membawa ara ke ruang bersalin.
" Siapa suami nya?" Tanya seorang perawat.
" Saya." Ucap ryan dan daniel secara bersama.
" Bukan maksud saya, dia."
Sangking panik nya, ryan dan daniel jadi saling menunjuk satu sama lain. Membuat perawat menjadi binggung.
" Jadi siapa suami pasien?"
" Saya." Ryan mengangkat tangan
" Ya. dia." Imbuh daniel.
" Mari ikut saya menemani istri anda melahirkan."
" Baik"
Ryan masuk ke ruang bersalin bersama perawat.
" Aku akan menyusul melodi." Teriak daniel.
Ryan hanya mengangkat tangan dan membentuk kata oke.
Didalam ruang bersalin, ryan menemani ara yang sedamg berjuang melahirkan buat cinta nya ke dunia...
" Erghhhh..."
" Ya bagus, tarik nafas..."
Ara menarik nafas lalu kembali mengejan.
" Bagus.., sekali lagi."
Ara teruz mengikuti instruksi yang di berikan dokter, hingga saat ara sudah mulai kehabisan tenaga, ia mengumpulkan sisa tenang yang ada. Lalu sekuat tenaga mengejan.
" Oek oek oek oek oek...."
" Bayi nya sudah lahir." Ucap ryan.
" Selamat ya, bayi nya laki laki." Ucap dokter.
" Sesuai prediksi." Lirih ara.
" Terima kasih sayang. Kau sudah berjuang melahirkan putra kita. I love you."
Ryan mencium kening ara. Ara menangis bahagia.
Dokter meletakan bayi boy di dada ara, untuk IMD.
" Welcome to the family, Gabriel.." Bisik ryan, sambil memeluk ara yang bayi nya.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa...
...like...
...komen...
...vote...
...hadiah...
__ADS_1