CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Kesedihan melodi


__ADS_3

" Bagus, kondisi mu semakin baik. Seperti nya kau mendengarkan nasihatku." Ucap kimi, setelah selesai melakukan pemeriksaan terhadap melodi.


" Tentu, aku tidak ingin calon bayi kami kenapa napa." Ucap melodi, sambil mengelus-elus perutnya yang datar.


" Bagaimana kevin, apa ada kemajuan?"


" Tidak, dia masih belum mengingatku dan juga anak anak." Ucap melodi sedih.


" Kuatkah hatimu, aku tau kau wanita hebat." Kimi memegang tangan melodi.


" Terima kasih kimi."


" Sama sama."


Setelah selesai memeriksakan kehamilannya yang menginjak usia tiga bulan, melodi menunggu bus di halte yang tak jauh dari klinik kimi.


Ya, selain kimi bekerja di rumah sakit besar, kimi mempunyai klinik sendiri.


" Astaga kenapa tiba hujan?"


Halte bus yang tidak ada atap. Membuat melodi terpaksa menutupi kepala nya dengan tas, agar tidak terkena guyuran hujan.


" Sebaiknya aku mencari tempat berteduh. Hujan nya sangat deras."


Melodi melihat ke kanan dan kiri. Mencari tempat bernaung.


" Disana saja."


Melodi berjalan menuju sebuah pondok tak jauh dari halte dimana ia berdiri sekarang.


" Han. Bukankah itu melodi, pengasuh anak anak". Tanya kevin saat mobilnya melewati melodi yang berjalan menembus hujan.


" Seperti nya itu memang nona melodi." Ucap han sambil melihat ke spion mobil.


" Apa yang dia lakukan. Kembali han." Perintah kevin.


" Tapi ini jalan satu arah tuan muda."


" Cepat putar balik. Lihatlah, dia bisa sakit jika terlalu lama dibawah hujan. Hujan nya sangat deras." Ucap kevin.


" Baik tuan muda."


Han segera mencari jalan agar mereka bisa secepatnya putar arah.


Byur...


Mobil kevin sedikit melewati melodi dan membuat genangan air yang ada di jalan, mengenai tubuhnya.


" Hei.. Apa kau tidak melihat seseorang berjalan?!!" Teriak melodi.


" Sttt ah..."


Kevin merasakan sakit di kepala.


" Tuan, anda tidak apa apa?"


" Tidak, aku seperti mengalami dejavu.". Ucap kevin, masih memegangi kepala nya.


" Dejavu?"


" Cepat buka pintu nya han, dia mulai kedinginan." Ucap kevin.


Han turun, dari mobil memakai payung, dan menghampiri melodi.


" Nona, ini kami. Masuklah."


Han membukakan pintu belakang, dan melodi segera duduk di samping kevin. Ya, pasca kejadian itu. Han sementara, tidak mengijinkan kevin untuk duduk disamping sopir ataupun mengendarai mobil seorang diri.


" Apa yang kau lakukan?, kenapa kau ada di daerah ini?"


Kevin tanpa sadar, langsung menyelimuti melodi dengan jas nya.


" Aku... emmm, aku.."


Aduh, aku harus bilang apa. Tidak mungkin aku akan mengatakan yang sebenarnya sekarang. Bahkan han saja tidak ku beritahu perihal kehamilan ini. Batin melodi.

__ADS_1


" Hei, kenapa malah melamun?" Ucap kevin mengagetkan melodi.


" Ah, itu.. emm, aku membeli alat tulis untuk luci. Iya, alat tulis." Karang melodi.


" Ohh, kenapa tidak pergi bersama supir?" Ucap kevin


" Tuan bisa saja. Mana berani saya minta antar pada supir, saya kan juga pembantu." Kekeh melodi.


Hening..


" Bbbrrrrrr..."


" Kau kedinginan." Tanya kevil saat melihat melodi mengigil.


" Iii...iiya tu...tuan."


" Kemarilah." Kevin merentangkan satu tangannya


" Ha???" Melodi bengong.


" Hais, kemari. Kau kedinginan."


Kevin meraih melodi, dan membawa nya kedalam pelukan.


" Tuu..tuan, saya merasa tidak pantas." Ucap melodi.


" Stt, tidak apa. Daripada kau sakit, nanti kau tidak bisa merawat anak anakku, mereka terlihat begitu dekat dan meyayangimu." Ucap kevin sambil mendekap melodi.


Perasaan apa ini?, kenapa aku sangat nyaman bila dekat, dan bersentuhan langsung dengan melodi?. Batin kevin.


..


Itu karena dia bini elu, bambang. Batin author.


..


" Hmm, sepertinya dia tertidur han." Ucap kevin.


" Kita sudah sampai tuan, apa kau perlu bantuan?, biar aku yang membawa melodi." Tawar han.


" Tidak perlu, biar aku saja. Lagipula baju nya tembus panjang. Dia mungkin akan malu jika kau juga melihatnya." Kekeh kevin.


" Haha, tentu saja dia tidak akan marah. Aku sudah beberapa kali melihat tubuhnya. Bahkan sering saat..."


Kevin tidak meneruskan kata kata nya, karena dia tanpa sadar sudah bicara seperti itu.


" Sering apa tuan.." Pancing han.


" Entahlah han, aku merasa sudah berulang kali memeluknya seperti ini." Kevin memandang melodi yang masih tertidur.


" Han.. sebelum aku hilang ingatkan, apa aku dekat dengan melodi?"


" Dekat, sangat dekat." Ujar han.


" Benarkah?"


" Ya tuan, bahkan sangat intim."


" Apa?, jadi apa aku pernah meniduri nya han?. Jika benarz aku, pasti sudah melecehkan nya han. Kata linda dia janda kan?." Kevin terkejut dengan penuturan han.


" Dia punya suami, tuan."


" Siapa?"


" Anda."


" Haha, jangan bercanda kau han. Cepat bantu aku, bukakan pintu nya."


" Baik tuan"


Kevin segera membopong melodi ke kamarnya.


" Kak kevin, kakak ipar kenapa?" Tanya gwen, saat melihat kevin datang mengendong melodi.


" Dia kehujanan, kau bantu dia ganti baju." Ucap kevin, yang di sertai anggukan gwen.

__ADS_1


..


Diruang kerja kevin...


" Kenapa gwen menyebut melodi dengan sebutan kakak ipar?"


" Dan han menyebut aku suami melodi?"


" Dan kenapa aku juga bisa bilang pernah melihat tubuh nya.."


" Kenapa aku merasa nyaman saat bersama nya?"


" Ada hubungan apa sebenarnya aku dengan melodi?"


Berbagai pertanyaan muncul di kepala kevin.


" Ah sebaiknya aku pergi tidur."


Kevin berjalan menuju kamarnya. Saat menbuka kamar, dia mendapati melodi masih tidur di sana.


" Cantik..." Kevin duduk, dan membelai pipi melodi.


" ughh... " Melodi mengeliat.


" Tuan.." Melodi kaget mendapati kevin ada di depan nya.


" Tuan sedang apa di kamarku?"


" Kau sedang di kamarku."


Melodi melihat ke sekeliling. Benar, dia ada di kamar kevin.


" Oh, hehe. Maafkan aku tuan. Kenapa aku bisa tidur di sini?"


" Aku tidak tau kamarmu, karena kau sangat berat, jadi aku memutuskan membawa mu ke kamarku saja."


" Lalu, pakaianku?."


" Oh.., tadi aku menyuruh gwen untuk mengganti pakaian mu." Ucap kevin yang mundur satu langkah dari melodi.


" Se..sebaiknya aku kembali ke kamar."


Melodi menjadi gugup, karena sedari tadi kevin terus menatapnya. Melodi membuka selimutnya, mulai berdiri dan ketika hendak melangkah. Kaki nya terjerat selimut, membuat melodi jatuh ke arah kevin. Karena kevin belum sigap. Jadilah kedua nya terjatuh bersama, dengan posisi melodi berada di atas kevin. Hingga tanpa sengaja bibir mereka bersentuhan.


Kevin kembali merasakan dejavu. Tanpa sadar, ia ******* bibir melodi.


Melodi menikmati ciuman itu, sungguh ia merindukan kehangatan kevin.


Satu detik...


Dua detik...


Tiga detik...


Melodi segera bangun dari tubuh kevin, mengingat ada janin di dalam perutnya.


" Mari saya bantu tuan.."


" Maaf.. maafkan saya tuan, saya tidak sengaja."


" Tidak apa apa, ngomong ngomong bibirmu manis." kekeh kevin sambil memegangi bibirnya.


" Dasar tuan mesum."


Melodi berlari dan keluar dari dalam kamar kevin.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa like...


...komen...

__ADS_1


...vote...


...hadiah...


__ADS_2