CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Amnesia Retrograde


__ADS_3

" Linda..." Ucap kevin, saat melihat linda datang.


" Hai.. Bagaimana keadaanmu?, apaa kau baik baik saja?."


" Sangat baik setelah melihatmu."


Mereka berpelukan. Didepan melodi.


" Ehem.. Kevin, apa kau mengingatku?" Tanya dokter candra.


" Tentu, kau adalah candra, itu adalah han. Dan...., siapa itu?." Kevin menunjuk melodi.


" Dia...diaa...." Han menatap dokter candra, dokter candra menggeleng cepat.


" Dia Pengasuh kenan dan twins, tuan." Ucap han terpaksa.


Han menatap melodi, seolah ingin mengatakan, maafkan aku. Aku tidak bisa memberitahu tuan muda sekarang bahwa kau adalah istri nya.


Melodi mengangguk, seperti dapat memahami arti tatapan han.


" Pengasuh?, kenan?, twins?. Siapa mereka." Ucap kenan.


Bagus. Kau bahkan tidak mengingat anak anakmu, arti nya kau hanya mengingatku. Ini sungguh berita yang menggembirakan. Aku akan dengan mudah menyingkirkan mereka. Batin linda.


" Emm, sayang.. Mereka adalah anak anak kita. Kenan adalah putra pertama kita, dia sekarang berusia 7 tahun, dan twin berusia 5 tahun." Ucap linda sambil memegang pipi kevin.


" Apaa.. tapi.., bagaimana mungkin. Kita kan barusaja menikah." Kevin mulai panik.


" Kevin, dengar. Kau mengalami Amnesia Retrograde', jadi ingatanmu mundur beberapa tahun lalu, dan berhenti di tahun pertama kau menikah dengan linda." Ucap candra.


" Apa.. Jadi kita sudah bersama selama beberapa tahun ini." Mata kevin mulai berkaca kaca.


" Iya sayang."


" Hiks.. maafkan aku tidak bisa mengingat kebersamaan kita, pasti hari hari kita penuh kebahagiaan. Bantu aku mengingat semua nya linda, aku ingin mengingat semua nya."


Kevin menangis sambil memeluk linda, linda tersenyum jahat. Dan melodi menangis dalam diam.


Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, kevin di perbolehkan pulang.


" Sayang, ini adalah mansion kita. Kau membangunnya demi mewujudkan impian ku." Linda memeluk kevin, saat mereka memasuki mansion.


" Wah, sangat besar dan indah." Ucap kevin.


" Dady..."


Kenan, twins, dan luci berhamburan memeluk kevin.


" Sii..siapa mereka?"


Anak anak saling berpandangan satu sama lain.


" Mereka adalah anak anak kita." Linda ikut memeluk kevin.


" Bukankah ada tiga, kenapa sekarang empat?" Kevin mulai bingung.


" Ah, dia adalah anak pengasuh putra putri kita, karena dia tidak punya ayah, kau merasa kasihan. Jadi kau memperbolehkan nya memanggil dirimu ayah." Ucap linda.


" Apa dia juga tinggal disini?" Tanya kevin.


" Ya.. ibu nya tidak punya tempat tinggal, jadi dia memohon padamu agar di perbolehkan tinggal disini."


Linda menatap melodi, dan tersenyum jahat. Han geram, ingin menampar mulut linda, namun ditahan melodi.


" Sekertaris han, tahan emosimu." Bisik melodi.


" Tapi dia sudah menghina mu, nyonya di rumah ini." Ucap han.


" Tidak apa apa. Pelan pelan kita membantu kevin, dan juga mengawasi linda." Bisik melodi.


" Ayo, kita langsung ke kamar, kau perlu istirahat." Linda membawa kevin menuju lift.


" Baiklah. Kau akan menemaniku kan." Ucap kevin.


" Tentu sayang.."


Linda berlalu meninggalkan semua orang yang ada disana.

__ADS_1


" Mom... dady kenapa?" Tanya anak anak.


" Kenapa dady melupakan kami."


" Apa dady tidak lagi menyayangi kami?"


" Kenapa dady pergi dengan tante jahat, bukan dengan momy."


" Sayang, dengar. Dady sedang sakit. Dia tidak bisa mengingat apapun. Jadi kalian harus membantu dady mengingat semuanya, tapi kita harus pelan pelan oke?."


" Baik mom.."


" Anak pintar, sekarang ayo masuk ke kamar kalian"


" Kami akan membawa nya kakak ipar." Ucap gwen dan jen.


" Terima kasih gwen, jen."


" Sama sama.. Kakak ipar bersabarlah. Kami akan selalu mendukung dan melindungimu." Gwen dan jen memeluk melodi.


" Kau adalah wanita yang hebat melodi. Semoga kevin segera mengingatmu." Ucap han.


" Terima kasih han."


" Sama sama, kalau begitu aku permisi."


" Emm tunggu han, jika linda tidur di kamar kevin. Bagaiman dengan semua barang dan pakaianku?"


" Astaaga, aku lupa. Nanti aku pikirkan cara untuk memindahkan barang²mu, oke."


" Terima kasih han."


" Tidak perlu sungkan. Jika butuh sesuatu, telepon aku."


" Tentu."


Melodi mengantar kepergian han, kemudian memilih beristirahat di kamar luci.


...


Malam hari nya...


Melodi mulai berjalan menyelinap ke kamar kevin. Membuka pintu kamar dengan hati hati.


Saat melodi berhasil membuka pintu, dia melihat kevin sedang tertidur pulas.


" Ken.. kau jahat, kau jahat telah melupakan aku, hiks hiks.."


Melodi mulai menangis.


" Sebaiknya, aku segera membereskan barang barangku."


Belum sempat melodi beranjak, kevin terbangun.


" Kau sedang apa?"


" Aa.. anu tuan, tadi tuan berteriak, karena hanya saya yang terjaga, jadi saya langsung menemui tuan, barang kali tuan membutuhkan sesuatu." Ucap melodi asal.


"Hemm. Pergilah, aku tidak membutuhkan apapun." Ketus kevin sambil bangun dari tempat tidur nya.


" Baa...baik tuan." Melodi hendak pergi, namun..


" Tuann, tuan tidak apa apa?"


Melodi menangkap tubuh kevin yang hampir terjatuh.


" Kepala ku, kepala ku, tiba tiba sakit." Kevin memegangi kepalanya.


" Mari tuan, saya bantu."


Wangi ini, kenapa aku merasa sangat familiar?. Batin kevin.


" Tolong ambilkan aku air." Perintah kevin.


" Baik tuan."


Melodi bergegas mengambil gelas yang ada di sisi lain ruangan itu. Dan menyerahkan nya pada kevin.

__ADS_1


" Terima kasih, kau boleh kembali ke kamar mu." Ucap kevin.


" Apa tuan yakin?"


" Ya."


" Baiklah, kalau begitu, saya permisi." Melodi pamit undur diri.


...----------------...


Satu bulan kemudian...


Kesehatan kevin mulai membaik, kini ia sudah mulai bekerja kembali. Walau ingatan nya masih belum pulih.


" Sayang..."


Linda mencium pipi kanan kiri kevin, didepan melodi, saat sarapan.


" Hai sayang."


" Kau akan ke kantor, hari ini?" Basa basi linda.


" Tentu,"


" Ayo, biar aku menyuapi mu." Ucap linda.


" Hmm, apa dulu kau selalu seromantis ini?" Ucap kevin.


" Tentu saja sayang. Ohya, kau tidak akan lupa kan. Kita akan melakukan pemberkatan?"


" Bukankah kita sudah menikah, kenapa melakukan pemberkatan lagi?"


" Kau sudah janji, sebelum kecelakaan itu sayang." Linda dengan nada manja.


" Benarkah?"


" Benar sayang.. kau bahkan berjanji akan mengadakan resepsi ke dua untuk ku." Linda melirik melodi.


" Ah, maafkan aku sayang. Aku akan membicarakannya dengan han."


" Terima kasih sayang."


" Aku akan berangkat sekarang." Ucap kevin sambil bangun dari duduk nya.


" Tunggu.." Ucap linda.


" Ada apa?"


" Ada saus di bibirmu."


" Dimana?, tidak ada. Aku sudah membersihkan nya."


"Disini, kemari. Biar aku yang membersihkan."


Linda mendekati kevin, mulai berjinjit, dan mencium bibir kevin. Ciuman itu berlangsung lama, didepan melodi.


" Apa kau ingin aku dirumah sayang." Goda kevin.


" Tidak tidak. Kau pergilah sekarang."


Sepeninggalan kevin..


" Kau lihat, sebentar lagi, aku akan menjadi istri kevin, dan akan menjadi satu satu nya. Bersiaplah, setelah ini kau akan ku usir dari sini." Ucap linda pada melodi.


" Aku tidak akan membiarkan rencana mu kali ini berhasil, wanita j*lang." Ketus melodi.


" Uhh... Takut. Hahahaha. Kita lihat saja, siapa yang akan menang, semua pasti tahuz jika akulah yang akan menang. Kau ingat, aku selalu menang. Dan akan selalu menang."


......................


......................


......................


...Jangan lupa like...


...komen...

__ADS_1


...vote...


...hadiah...


__ADS_2