CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Daniel Mundur


__ADS_3

Saat daniel hendak masuk ke dalam SPA, dia melupakan bahwa, dia membawa ponsel melodi. Jadi dia kembali dengan tujuan akan memberikan ponsel melodi.


Daniel segera berjalan kembali. Hanya saja, dia melewati jalan berbeda. Jalan yang menurutnya lebih cepat.


Dan..


Tanpa melodi tau, daniel menyaksikan semua nya. Hingga saat melodi menangis setelah kepergian kevin, daniel menghampiri nya.


" Sayang, kau kenapa?" Tanya daniel.


" Daniel.."


Melodi buru buru, hendak mengusap air mata nya. Namum tangan daniel lebih dulu mengusap nya.


" Jangan menangis. Yang terjadi bukanlah salahmu." Ucap daniel


" Apa maksud mu?"


" Aku melihat semua nya."


" Be..benarkah.."


" Ya.."


" Hiks hiks hiks..."


Melodi menangis dan memeluk daniel.


" Apa aku ibu yang jahat?"


" Tidak, kau adalah ibu terhebat yang pernah ku temui."


Melodi melepas pelukan nya, dan menatap wajah pria yang akan segera menjadi suami nya.


" Tapi, aku telah membuat satu hati, seorang anak terluka." Ucap melodi sendu.


" Apa kau menyesali keputusanmu?"


" Tidak, aku.. aku hanya.."


" Dengar, masih ada kesempatan sebelum pernikahaan kita."


" Apa maksud mu?"


" Aku akan mundur." Ucap daniel, di ikuti langkah kaki nya yang sedikit menjauhi melodi.


" Daniel?"


Melodi berdiri, daniel mundur.


" Daniel, apa maksud mu??"


Melodi mendekat perlahan, yang dilakukan daniel justru sebaliknya. Dia mundur perlahan.


" Ya, kau pasti tahu maksudku."


" Apa?"


" Aku mundur!"


" Kenapa?, kau bilang kau sangat mencintaiku bukan?"

__ADS_1


" Ya, aku sangat mencintaimu."


" Lalu kenapa kau ingin mundur?, mundur dari apa?, dari pernikahaan ini?"


Daniel menghela nafas, dia menunduk. Tak berani menatap wajah melodi yang sudah dekat dengan wajah nya.


" Daniel, katakan sesuatu. Kenapa kau diam saja."


" Aku akan mundur demi dirimu.."


Melodi terdiam, dia mencoba mengartikan apa yang di ucapkan daniel.


Apa daniel akan mundur dari pernikahaan ini?. Jika itu benar, harusnya aku sudah menduga nya. Mana ada pria yang mau menikahi wanita seperti ku, yang sudah berulang kali menikah. Batin melodi.


" Kau yakin ingin mundur."


" Sangat yakin."


" Baiklah, jika itu keputusan mu. Maaf, jika selama ini aku banyak salah padamu."


Melodi menatap daniel. Lalu berbalik, melangkah meninggalkan daniel dengan terisak.


" Melodi.." Teriak daniel.


Daniel mengejar, dan memegang lengan melodi.


" Hei, kenapa kau pergi?, dan kenapa kau menangis?" Tanya daniel.


" Kau bilang ingin mundur kan?"


" Iya.."


" Memang kau sudah tau, aku mundur dari apa?"


" Tentu saja, dari pernikahaan ini."


" Hahaha.."


Daniel tertawa renyah. Membuat melodi merasa binggung. Daniel memegang pipi melodi dengan kedua tangan nya.


" Dengar. Aku memang akan mundur. Bukan dari pernikahaan ini, tapi...., aku ingin mundur dari diam."


" Apa maksud mu?"


" Selama ini, aku hanya diam. Dan membiarkanmu mengobati luka seorang diri. Dan sekarang, aku akan maju untuk terus membuatmu bahagia. Aku tidak akan mundur sebelum kau benar benar bahagia, dan melupakan segala kesedihanmu."


Melodi menatap mata daniel. Daniel tersenyum.


" Dengar. Aku mencintai mu saat pertama kali aku melihatmu. Dulu, setiap kali melihatmu. Aku seperti merasa melihat diriku sendiri. Aku paham betul rasa sakit karena pengkhianatan dari orang yang kita sayangi. Jadi, aku telah berjanji pada diriku sendiri. Untuk mundur dari diam, dan maju untuk melangkah mengapai bahagia bersama mu."


Melodi kembali menangis.


" Hiks hiks hiks, I love you daniel."


" I love you too melodi."


Daniel mencium biiibir melodi, lalu memeluknya.


Dua pasang mata, melihat adegan itu.


" Dia benar benar laki laki hebat." Ucap pria yang tak lain adalah kevin.

__ADS_1


Ya, sedari tadi, kevin terus melihat melodi dan daniel.


" Daniel?"


" Kau mengenalnya?"


" Ya, dia.. dia dulu pernah berjuang untuk cinta kita. Namun, aku berbohong dan meninggalkan nya. Demi seorang pria tak tak dapat menghargai seorant wanita. Hiks hiks." Viona terisak.


" Apa kau menyesal?" Tanya kevin.


" Sangat menyesal. Aku sudah membuang Mahkota indah, demi kilauan cahaya yang justru menyesatkan ku ke dalam kegelapan."


Viona menangis sambil menutup muka dengan kedua tangan. Kevin hendak menyentuhnya, namun ia mengurungkan niatnya.


" Dengar, tidak ada guna nya menyesal. Tangisan mu tidak akan merubah apa yang telah terjadi, atau mengembalikan dia yang telah hilang. Memang, sesuatu akan sangat bernilai ketika dia telah pergi dari hidup kita."


" Ya, kau benar. Daniel tidak akan kembali pada ku, dia sudah menemukan cinta nya yang baru. Bersama....."


" Melodi..."


Viona menatap kevin.


" Jangan bilang, kau mengenal wanita itu?"


" Ya, Dulu dia adalah permata hidupku. Segala nya bagiku. Dia yang membawaku keluar dari lembah keterpurukan. Dia juga yang mencairkan beku nya hati dan sikap ku. Namun, kebodohanku membuat aku harus kehilangan nya seumur hidupku. Takkan lagi bisa ku temukan wanita seperti dirinya. Dia wanita terhebat."


Kevin tersenyum sambil menatap melodi yang masih berada dalam pelukan daniel.


" Ayo, mari kita lupakan masa lalu, dan mulai mencari jalan untuk memulai masa yang baru. Hidup harus terus berjalan bukan?" Ucap kevin pada viona.


Viona menatap nanar kevin.


" Kau benar. Mari kita bersama memperbaiki sikap. Agar kedepannya, kita tidak melakukan kebodohan yang sama."


Sementara itu, daniel melepas pelukan nya.


" Dengar, jangan pernah berfikir aku akan mundur dari pernikahaan ini. Karena, sampai maut menjemputku pun, aku tidak akan melepaskan mu. Ingat itu" Ucap daniel.


Melodi tidak dapat berkata kata.


" Sudah, ayo kita kembali SPA. Dan kali ini, biar aku yang memilih tempat untuk kita berdua."


" Baiklah."


Daniel mengandeng tangan melodi. Mereka keluar dari mall, dan menuju tempat SPA pilihan daniel.


...----------------...


......................


......................


......................


...Jangan lupa like...


...komen...


...vote...


...hadiah...

__ADS_1


__ADS_2