
Hari ini, daniel dan melodi kembali ke negara XXX. Mereka baik jet pribadi yang dikirim ryan.
" Aku tidak sabar ingin pulang. Aku sudah merindukan anak anakku." Ucap melodi.
" Aku juga merindukan mereka. Kita akan tambah 8 anak lagi, agar bisa menjadi kesebelasan." Kekeh daniel.
" Kau saja yang hamil." Ketus melodi.
" Haha, memang bisa ya kalau aku yang hamil?"
" Mungkin."
" Kau ini sangat mengemaskan. Aku jadi tidak sabar ingin memakan mu. Aku ingin tau rasanya. Apa sangat enak."
" Sungguh?, kau sama sekali tidak tau rasa nya?" Tanya melodi.
" Tentu saja tidak. Memang kau mau aku mencicipi mu sebelum kita menjadi pasangan yang sah."
" Ya, tidak mau."
" Jadi..."
" Jadi apa.." Ketus melodi.
" Seperti apa rasanya?"
" Haha, kau sungguh tidak sabaran ya?" ucap melodi.
" Aku hanya ingin memiliki mu seutuhnya."
" Sabar. Bukankah kita harus meminta restu orang tua mu, dan juga bang ryan."
" Hmm, aku tau."
" Bagaimana jika orang tua mu tidak menyetujui hubungan kita?"
" Kenapa?"
" Daniel. Aku ini janda beranak tiga. Mana ada yang mau menikah dengan janda."
" Bukti nya aku mau menikahi mu."
" Daniel..."
" Apa?, aku benar kan?"
" Kau mau, bagaimana dengan orang tua mu?"
" Aku juga tidak tau." Ucap daniel sedih.
Daniel menyandarkan kepala nya di bahu melodi. Dia membuat melodi ikut merasa sedih. Tanpa melodi tau, bahwa sebuah kejutan besar sudah menunggu nya di sana.
" Daniel bangun. Kita sudah sampai."
" Benarkah?"
" Ya."
Mereka sama sama berjalan menuju mobil yang sudah siap menjemput mereka.
" Kau tidak merasa aneh?" Tanya melosi saat mereka sudah masuk ke dalam mobil.
" Apa?"
" Lihatlah. Kenapa banyak sekali mobil pengiring?"
" Lalu?"
" Ya, aneh saja. biasanya satu saja sudah cukup."
" Mungkin bang ryan ingin kau sampau mansion dengan selamat."
" Ya, tapi..."
" Sttt, sudah tidak usah dibahas. ohya, kau ingin ganti baju sebelum pulang?" Tanya daniel.
" Kenapa aku harus ganti?"
" Ya, siapa tau, kau ingin terlihat cantik saat bertemu dengan ryan dan ara."
__ADS_1
"Kenapa? memangnya aku tidak cantik ya?"
"Cantik. Maksudku siapa tau kau ingin lebih cantik, dengan memakai gaun mungkin."
" Daniel daniel. Kau ini ada ada saja."
" Aku kenapa?"
" Kau juga aneh. Bertemu dengan keluarga saja, harus memakai gaun. Memang mau nikahan apa?"
" Ya kita memang akan nikah." Lirih daniel.
" Apa?, kau bilang apa?"
" Ha?, tidak ada. Tidak ada."
Mobil memasuki kawasan mansion. Dan langsung parkir tepat di depan pintu masuk mansion. Mafioso menbuka kan pintu untuk melodi dan daniel.
" Eh, tumben mereka membuka kan pintu untuk kita?." Tanya melodi.
" Karena kau adalah jadi ratu sekarang."
" Ratu?, ratu apa?"
" Sudah, ayo masuk. Kau akan tau nanti."
" Jangan ada pesta ulang tahun lagi daniel. Aku tidak suka."
" Tidak. Bukan pesta."
" Lalu apa?"
" Kenapa tidak melihatnya sendiri?"
Daniel mengandeng tangan melodi dan masuk ke dalam mansion.
Yang pertama terlihat saat kedua nya memasuki mansion.
" Daniel, apa ini?. Pertama pengiring mobil. Lalu...?"
" Kau benar juga.."
Melodi memutuskan masuk, dan mencari tahu sebenarnya ada apa ini.
" Bang ryan.. halo..."
" Bang ryan, yuhu..." Teriak melodi.
" Bang ryan.. kak ara??."
" Kemana semua orang?."
Melodi menatap daniel. Daniel menggerakan bahu nya, tanda tak tahu.
Melodi berjalan ke ruang tengah mansion, namun melodi terkejut saat melihat ruang santai berubah menjadi ruang pesta..
" Sudah ku bilang kan untuk berganti gaun saat akan pulang ke mansion." Bisik daniel.
" Argh.." Melodi mencubit pinggang daniel.
" Kau kan.." Melodi menuding daniel.
" Bukan.."
" Daniel..."
" Melo...."
" Ah, terserah."
Saat melodi akan melangkah. Ryan dan ara datang.
" Welcome home sweet heart.."
Ryan memeluk melodi.
__ADS_1
" Selamat ya sayang..." Bisik ara.
" Selamat apa?" Tanya melodi. Lalu melodi melihat ryan memeluk daniel.
Belum sempat melodi mendapat jawapan, orang tua daniel datang.
" Helo, ada yang bisa jelaskan. Apa yang sedang terjadi disini?"
" Apa daniel tidak memberitahu mu?" Ucap ara.
" Soal apa?"
" Hari ini hari pertunangan kalian."
" Ha?" Melodi menatap daniel.
Daniel tersenyum sambil menggaruk leher nya.
" Daniel.." Melodi menatap tajam daniel.
" Apa?"
" Sudah sudah, ayo." Ara menarik lengan melodi
" Kemana?"
" Tentu saja mendandani mu. Sebentar lagi acara nya di mulai."
" Apa?, ha.."
Ara sudah membawa melodi ke ruang ganti.
" Selamat ya nak, semoga kau bahagia." Ismi memeluk daniel.
" Terima kasih mam."
" Ryan, terima kasih sudah mempercayakan adik mu pada daniel." Ucap danang.
" Sama sama papi. Ingat, jangan sampai menyakiti hari nya." Ryan menatap daniel.
" Kau tenang saja. Aku yang akan menghukum daniel sendiri jika dia berbuat yang macam macam." Ucap danang. Membuat semua nya tertawa.
" Mami akan menyapa menantu mami dulu." Pamit ismi.
..
" Cantik." Sapa ismi.
" Terima kasih..."
" Mami. Kau harus memanggilku mami."
" Ya mami.." Melodi memeluk ismi.
" Semoga kau selalu bahagia nak.." Ucap ismi.
Acara pertunangan berjalan lancar, tak banyak tamu undangan. Hanya beberapa rekan dan teman dari ryan dan daniel.
Melodi mencoba mencari sosok yang di kenal nya dalam kerumunan tamu undangan.
" Melodi...."
..
..
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Gantung dulu, mau nyuapin si bungsu..
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote ...
__ADS_1
...hadiah...