
" Hanya itu?" Tanya ryan, saat daniel selesai berbagi ilmu seni pergulatan di atas ranjang.
" Tentu saja."
" Cih, kalau itu sih. Aku sudah jago." Ucap ryan dengan sombong.
" Yakin?" Tanya daniel dengan tatapan mencurigakan.
" Yakin lah." Jawap ryan dengam bangga.
" Kalau sudah jago, kenapa masih minta ajari aku?"
Duar !!!!
Seketika kesombongan ryan menjadi luntur.
" Ya.., aku hanya mengetes mu saja. Kau sudah ahli belum masalah itu." Ucap ryan.
" Pffff..."
" Mau mati ??" Ketus ryan.
" Ya. Aku ingin mati bersama ratu hatiku." Ucap daniel dengan gaya lebai.
" Dasar sinting. Mati saja sendiri, jangan ajak ajak adik ku." Hardik ryan.
" Yakin, kau mau aku mati.. Nanti adikmu..."
" Haaa huusss hus hus. Ya sudah jangan mati. Kau hidup saja sudah menyusahkan. Apalagi mati."
" Jika aku mati, aku akan selalu menghantui mu, jika perlu aku akan merasuki raga mu.." Ucap daniel dengan gaya wanita malam yang menyapa pelanggan.
" Hii..., pergilah. Aku sudah suntik rabies. Jauh jauh dariku."
" Sudah ku beri trik rahasia, bukan nya berterima kasih. Malah mengusirku. Awas. Tak kan aku beri trik yang lain lagi."
" Heh heh. Jangan gitu dong. Adik ipar. Kau kan baik hati dan tidak sombong." Ucap ryan.
" Bodoh amat."
" Kau yang paling tampan deh."
" Kau yakin, aku yang paling tampan?" Tanya daniel.
" Tentu saja. Kau adalah adik ipar tertampan di dunia."
" Benarkah?"
" Ya. Mana pernah aku berbohong."
" Cih. Kau memang kakak ipar terbaik."
Daniel memeluk ryan.
" Ya ya."
Ryan membalas pelukan daniel, dengan muka mencaci maki daniel.
" Sebagai ganti nya, akan ku ajarkan kau trik trik memukau."
" Benarkah?" Ryan dengan mata berbinar.
" Tentu saja. Kau kan kakak ipar terbaik."
Mereka terus berbicara, sampai mereka tiba di depan kamar daniel.
" Hah. Sudah. Lekas praktek trik yang baru saja ku ajarkan." Ucap daniel.
" Thanks brother. Aku akan beraksi dulu." Ucap ryan.
Daniel masuk ke dalam kamar nya. Dan langsung bergabung dengan melodi di dunia mimpi.
Sedang ryan, dia langsung membuka pintu kamar dengan semangat yang membara. Ryan langsung mendatangi ara.
" Sayang..."
" Hmmm.."
" Honey Ku.."
__ADS_1
Ryan mengelus-elus paha ara.
" Zzzzzzzzz..."
" Hiks hiks, ku menangis...."
Ryan menghela nafas dan tidur sambil memeluk guling.
..
Pagi hari nya..
" Ryan, kenapa muka mu kusut begitu?" Tanya ara.
" Semalam aku ingin memberimu sesuatu yang tidak akan pernah kau lupakan. Tapi, kau malah tidur."
" Uuhh tayang. Maafkan aku.. Aku sangat mengantuk. Kau juga sangat lama. Jadi aku pikir, menunggu mu sambil memejamkan mata."
" Sama saja kau tidur."
" Bagaimana kalau sekarang saja?"
Ara meninggalkan pakaian nya.
" Aku sudah tidak berselera." Ryan pura pura menolak.
" Yakin?"
Ara menarik tali bra yang melilit di lehernya. Hingga duo kenyal kesayangan ryan menyembul dengan indah.
Ryan menelan saliva nya. Lalu berbalik arah membelakangi ara.
" Ya sudah. Aku masukan lagi duo kembar nya." Ucap ara.
Saat ara hendak memasang bra, ryan langsung menyerang nya.
" Kata nya tidak mau?" Pekik ara
" Itu berlaku beberapa saat yang lalu."
" Jadi, sekarang kau mau?"
" Tentu saja." Ucap ryan.
" Maaf kids, papi melakukan kunjungan mendadak." Ucap nya, membuat ara terkekeh.
Ryan mulai melakukan pemanasan dengan menciwm bibir ara. Perlahan, dia mulai memainkan trik yang di berikan daniel.
******* demi ******* keluar dari mulut kedua nya. Ryan lupa tidak mengaktifkan mode kedap suara.
Di meja makan...
" Momy momy..." Panggil luci.
" Ya sayang?"
" Apa papi dan mami baik baik saja?"
" Memang nya kenapa?"
" Tadi, saat luci lewat depan kamar mami dan papi, luci mendengar suara mami dan papi."
" Suara apa sayang?"
" Hah, hah. Enak. Lagi. Huh hah huh hah terus terus. Gitu momy."
Melodi menepuk dahi nya, lalu menatap pelayan yang biasa mengurus luci.
" Mungkin tuan ryan lupa mengaktifkan mode kedap suara, nyonya." Ucap pelayan.
" Astaga."
" Jadi, mami dan papi kenapa mom?" Tanya luci.
" Emm, mereka sedang main perang perangan."
" Kok bermain didalam kamar?"
" Itu, nanti tanya sama mami dan papi saja, oke."
__ADS_1
" Ada apa?" Tanya daniel yang barusaja datang.
Melodi kemudian menceritakan apa yang barusaja luci katakan.
" Ppftttt..."
" Kenapa kau malah tertawa?" Ketus melodi
" Tidak ada. Aku sangat lapar. Boleh aku makan?"
Melodi menatap daniel dengan tatapan curiga. Namun tetap mengambilkan suami nya itu makanan.
Tak lama kemudian, ryan dan ara datang dan bergabung bersama melodi dan daniel.
" Selamat pagi.." Sapa ara.
" Selamat pagi kak." Ucap melodi.
Mereka pum segera memakan makanan yang sudah di siapkan.
" Papi, apa papi dan mami baik baik saja." Tanya luci.
" Tentu saja mami dan papi baik baik saja. Memangnya kenapa?. Kenapa luci bertanya seperti itu?" Tanya ara.
" Tadi luci..."
" Atatatata.... Luci akan terlambat. Sudah ayo luci berangkat." Ucap melodi.
Melodi memberi kode kepada pelayan agar segera membawa luci.
" Baiklah. Bye mom."
Cup
Luci mencium melodi, daniel, ryan serta ara secara bergantian. Tak lupa dia juga mencium kedua adik kembar ny itu.
Sepeninggalan luci.
" Hah, hah. Enak. Lagi. Huh hah huh hah terus terus." Ucap daniel menirukan suara luci.
Bbbfffftttt !!!!!
Ara menyemburkan air yang barusaja dia minum ke arah ryan. Dengan cepat ara meletakan gelas dan segera membersihkan wajah ryan.
" Maaf maaf, aku tidak sengaja." Ucap ara.
Melodi mencubit pinggang daniel.
" Aww, sakit tau."
" Kau sih." Hardik melodi.
" Ehem.., ada yang bisa jelaskan. Apa yang terjadi?"
Hening.
" Daniel..."
" Bukan aku."
" Mel..."
Melodi menatap ara dan ryan secara bergantian. Lalu mulai menceritakan kembali apa yang didengar luci.
Melodi dapat melihat perubahan wajah ryan dan ara yang memerah.
" Terlalu semangat hingga lupa jika mode kedap suara nya belum aktv." Ucap daniel menahan tawa.
Ryan menatap ara. Seperti mengatakan ' I'm Sorry beib.'
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa like...
...komen...
__ADS_1
...vote...
...hadiah...