CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Ups, gagal deh


__ADS_3

" Pa... sedang apa disini?" jenny mengejutkan abraham yang terlihat fokus ke arah dimana, kevin dan melodi sedang berpelukan.


" Lihatlah.. Akhirnya anak kita bisa melupakan wanita itu."


" Kau benar, aku sangat bahagia. Akhirnya kevin mau membuka hati bagi wanita lain" Jenny memeluk abraham.


" Ayo kita pergi, jangam ganggu mereka." Ucap jenny.


" Apa kau ingin membuat acara sendiri?" Goda abraham.


" Hei, ingat umur." Kekeh jenny.


" Walaupun aku sudah berumur, tapi tenaga ku masih sekuat dulu." Abraham menggendong jenny ala bridal.


...----------------...


Pagi hari nya, di meja makan..


" Kapan kau akan menikahi melodi." Abraham membuka pembicaraan.


" Setelah luci sembuh pa, Candra bilang paling lambat satu bulan lagi. Luci bisa di nyatakan sudah sembuh total".


" Bagaimana jika pernikahan kalian di laksanakan di kota xxx." Timpal jenny


" Wah, bagus.. aku akan mengurus segala persiapan nya." Timpal gwen.


" Aku tentu saja akan mengurus make up dan baju nya." Ucap jenifer yang tak mau kalah Dengan gwen.


" Bagaimana kevin?" Abraham menatap kevin.


" Biar kevin bicarakan dengan melodi dulu pa."


" Nanti papa kasih tau rahasia dahsyat di ranjang." Bisik abraham pada kevin.


" Aku sudah punya senjata sendiri." Bisik kevin.


" Tapi milik papa lebih mantap, tahan sampai pagi." Kembali berbisik.


" Apa papa sudah gila, bisa² mati pusaka ku jika bermain sampai pagi." Masih berbisik.


Brak !!!


" Kalian !!, apa yang kalian bicarakan." jenny menggebrak meja.


" Nanti saja kita bicarakan, seperti nya mama mu sedang dalam mode nenek lampir." Bisik abraham.


" Siapa yang papa sebut nenek lampir." Ucap jenny dengan mata melotot.

__ADS_1


" Aa.. itu.. anu... Melodi semalam bertemu nenek lampir, kan mel."


Abraham mengedipkan satu mata pada melodi yang baru saja datang bersama anak², tapi sayang nya, melodi justru loading...


" Ada apa ini ma?, kenapa mama terlihat marah." Ucap melodi.


" Hah, mereka sedang bersekongkol." jenny menunjuk ke arah abraham dan kevin.


" Bersekongkol kenapa?" Melodi masih loading..


" Tidak apa² sayang. Mama hanya salah paham. Ohya dimana lulu?, bukannya dia akan ikut makan bersama kita." Kevin mengalihkan perhatian.


" Ah, ya. Lulu sedang di bantu bi inah." Ucap melodi yang meletakan makanan untuk anak².


" Lulu.. Apa kau sudah merasa sehat?" Tanya jenny saat lulu diantar ke meja makan.


" Terima kasih bi inah." Ucap melodi.


" Tentu oma, lulu sudah merasa lebih sehat sekarang." Lulu mulai memanggil jenny dengan sebutan oma, atas permintaan jenny sendiri.


" Lekas lah pulih sayang, lalu kita akan jalan² ke kota xxx." Ucap jenny mengelus rambut luci.


" Oma.. kenapa jauh sekali ke kota xxx." Celoteh briana.


" Karena kita akan mengikat dady dan momy kalian jadi satu, agar mereka tidak terpisahkan." Ucap jenny.


" Ppfff..." Gwen dan jen menahan tawa.


" Ah, tidak. Bukan seperti itu sayang. Maksudnya....."


" Dady akan menjadikan momy kalian milik dady seutuhnya." Ucap kevin.


" Lalu, apa kami tidak boleh lagi memiliki momy??." Saut briana.


" Bukan begitu sayang, dady akan menikahi momy, jadi momy akan selalu bersama kita selamanya." Terang kevin.


" Benarkah?." Riana berkata dengan antusias.


" Tentu saja sayang." Ucap kevin lagi.


" Hore... Terima kasih dady." Twins mencium pipi kevin.


" Ayo anak², cepat makan. Nanti kalian akan terlambat ke sekolah." Ucap melodi.


" Pstttt.., hei apa kau sudah mencicipi nya." Bisik abraham pada kevin, saat melodi pergi mengantar anak² ke mobil.


" Sedikit." Ucap kevin lesu.

__ADS_1


" Sampai gol." Ucap abraham sambil melotot.


" Belum. Gawang nya sedang tahap renovasi. Tapi dia hebat dalam membuatmu melayang." bisik kevin.


" Benarkah?, seperti apa rasanya." Kepo abraham.


" Ra..ha..si..a " bisik kevin.


" Ck, ayolah. Nanti kau ku ajarkan cara membuat istri mu merasa ingin lagi dan lagi." Tawar abraham.


" Hei... kalian ini, dari tadi bicara mesum saja." Jenny datang dan menjewer telinga suami dan anaknya.


" Ampun..., kevin harus berangkat ke kantor. Tata titi tutu."


" APA???" Jenny melotot ke arah abraham.


" Hehe, tidak apa-apa istri ku yang manis. Aku akan pergi berkeliling. Aku rindu mansion ini." Ucap abraham sambil berlalu dari hadapan jenny.


" Ken, kau kenapa?"


Melodi menghampiri kevin yang nafasnya tersengal-sengal.


" hah hah hah.. Tidak apa², kemari lah. Berikan aku vitamin penyemangat."


Kevin meraih tubuh melodi, dan bersiap mencium bibir melodi yang membuat kevin menjadi candu. Saat bibir mereka hampir menyatu.


" Ehem hem hem ..."


" Ehem... Uhuk uhuk... "


.


.


.


.


.


..


...Jangan lupa like...


...komen...


...vote...

__ADS_1


...hadiah...


__ADS_2