
" Pa... sedang apa disini?" jenny mengejutkan abraham yang terlihat fokus ke arah dimana, kevin dan melodi sedang berpelukan.
" Lihatlah.. Akhirnya anak kita bisa melupakan wanita itu."
" Kau benar, aku sangat bahagia. Akhirnya kevin mau membuka hati bagi wanita lain" Jenny memeluk abraham.
" Ayo kita pergi, jangam ganggu mereka." Ucap jenny.
" Apa kau ingin membuat acara sendiri?" Goda abraham.
" Hei, ingat umur." Kekeh jenny.
" Walaupun aku sudah berumur, tapi tenaga ku masih sekuat dulu." Abraham menggendong jenny ala bridal.
...----------------...
Pagi hari nya, di meja makan..
" Kapan kau akan menikahi melodi." Abraham membuka pembicaraan.
" Setelah luci sembuh pa, Candra bilang paling lambat satu bulan lagi. Luci bisa di nyatakan sudah sembuh total".
" Bagaimana jika pernikahan kalian di laksanakan di kota xxx." Timpal jenny
" Wah, bagus.. aku akan mengurus segala persiapan nya." Timpal gwen.
" Aku tentu saja akan mengurus make up dan baju nya." Ucap jenifer yang tak mau kalah Dengan gwen.
" Bagaimana kevin?" Abraham menatap kevin.
" Biar kevin bicarakan dengan melodi dulu pa."
" Nanti papa kasih tau rahasia dahsyat di ranjang." Bisik abraham pada kevin.
" Aku sudah punya senjata sendiri." Bisik kevin.
" Tapi milik papa lebih mantap, tahan sampai pagi." Kembali berbisik.
" Apa papa sudah gila, bisa² mati pusaka ku jika bermain sampai pagi." Masih berbisik.
Brak !!!
" Kalian !!, apa yang kalian bicarakan." jenny menggebrak meja.
" Nanti saja kita bicarakan, seperti nya mama mu sedang dalam mode nenek lampir." Bisik abraham.
" Siapa yang papa sebut nenek lampir." Ucap jenny dengan mata melotot.
__ADS_1
" Aa.. itu.. anu... Melodi semalam bertemu nenek lampir, kan mel."
Abraham mengedipkan satu mata pada melodi yang baru saja datang bersama anak², tapi sayang nya, melodi justru loading...
" Ada apa ini ma?, kenapa mama terlihat marah." Ucap melodi.
" Hah, mereka sedang bersekongkol." jenny menunjuk ke arah abraham dan kevin.
" Bersekongkol kenapa?" Melodi masih loading..
" Tidak apa² sayang. Mama hanya salah paham. Ohya dimana lulu?, bukannya dia akan ikut makan bersama kita." Kevin mengalihkan perhatian.
" Ah, ya. Lulu sedang di bantu bi inah." Ucap melodi yang meletakan makanan untuk anak².
" Lulu.. Apa kau sudah merasa sehat?" Tanya jenny saat lulu diantar ke meja makan.
" Terima kasih bi inah." Ucap melodi.
" Tentu oma, lulu sudah merasa lebih sehat sekarang." Lulu mulai memanggil jenny dengan sebutan oma, atas permintaan jenny sendiri.
" Lekas lah pulih sayang, lalu kita akan jalan² ke kota xxx." Ucap jenny mengelus rambut luci.
" Oma.. kenapa jauh sekali ke kota xxx." Celoteh briana.
" Karena kita akan mengikat dady dan momy kalian jadi satu, agar mereka tidak terpisahkan." Ucap jenny.
" Ppfff..." Gwen dan jen menahan tawa.
" Ah, tidak. Bukan seperti itu sayang. Maksudnya....."
" Dady akan menjadikan momy kalian milik dady seutuhnya." Ucap kevin.
" Lalu, apa kami tidak boleh lagi memiliki momy??." Saut briana.
" Bukan begitu sayang, dady akan menikahi momy, jadi momy akan selalu bersama kita selamanya." Terang kevin.
" Benarkah?." Riana berkata dengan antusias.
" Tentu saja sayang." Ucap kevin lagi.
" Hore... Terima kasih dady." Twins mencium pipi kevin.
" Ayo anak², cepat makan. Nanti kalian akan terlambat ke sekolah." Ucap melodi.
" Pstttt.., hei apa kau sudah mencicipi nya." Bisik abraham pada kevin, saat melodi pergi mengantar anak² ke mobil.
" Sedikit." Ucap kevin lesu.
__ADS_1
" Sampai gol." Ucap abraham sambil melotot.
" Belum. Gawang nya sedang tahap renovasi. Tapi dia hebat dalam membuatmu melayang." bisik kevin.
" Benarkah?, seperti apa rasanya." Kepo abraham.
" Ra..ha..si..a " bisik kevin.
" Ck, ayolah. Nanti kau ku ajarkan cara membuat istri mu merasa ingin lagi dan lagi." Tawar abraham.
" Hei... kalian ini, dari tadi bicara mesum saja." Jenny datang dan menjewer telinga suami dan anaknya.
" Ampun..., kevin harus berangkat ke kantor. Tata titi tutu."
" APA???" Jenny melotot ke arah abraham.
" Hehe, tidak apa-apa istri ku yang manis. Aku akan pergi berkeliling. Aku rindu mansion ini." Ucap abraham sambil berlalu dari hadapan jenny.
" Ken, kau kenapa?"
Melodi menghampiri kevin yang nafasnya tersengal-sengal.
" hah hah hah.. Tidak apa², kemari lah. Berikan aku vitamin penyemangat."
Kevin meraih tubuh melodi, dan bersiap mencium bibir melodi yang membuat kevin menjadi candu. Saat bibir mereka hampir menyatu.
" Ehem hem hem ..."
" Ehem... Uhuk uhuk... "
.
.
.
.
.
..
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
__ADS_1
...hadiah...