
" Tulang hidung mu baik baik saja. Semua baik. Tidak ada cidera yang parah." Ucap dokter diandra. Atau yang biasa di panggil ara.
" Terima kasih." Ucap melodi.
" Sama sama. Semoga lekas pulih seperti sedia kala."
Melodi berjalan keluar, karena sekarang giliran daniel yang di periksa.
Tak beberapa lama kemudian, daniel keluar bersama ara.
" Ryan, kau tidak ingin periksa juga?" Tanya daniel.
" Tidak."
" Yakin?"
" Ya.."
Ara terlihat kecewa. Melihat itu, melodi melirik ke arah daniel. Mereka seperti saling berbicara melalui telepati.
" Ryan tunggu." Ucap daniel.
Ryan menoleh dan...
Bug !!
" Argh.."
Ryan meringis kesakitan, dia merasakan sakit di hidung. Ini pertama kali nya, ada orang yang menyentuh wajah, dan melukai nya.
" Nah, sekarang kau butuh dokter."
Daniel tersenyum, saat dia berhasil membuat hidung ryan berdarah.
" Kau cari mati?"
" Stt, aku hanya membantu mu agar bisa berdua dengan ara. Sudah sana. Ayo." Bisik daniel.
Ryan masih tetap diam di tempat. Daniel kesal. Dia segera mendorong tubuh ryan menuju ruangan ara.
Melodi yang tau langsung mengetuk pintu ruangan ara, dan membuka nya.
Tok
Tok
Tok
Ceklek...
" Melodi, kau masih di sini?"
" Emm, ya. Ada seseorang yang butuh pertolongan."
Ryan masuk karena daniel terus mendorongnya.
" Ryan?, kenapa dengan hidung mu?"
Ara terkejut saat mengetahui ryan yang tadi nya baik baik saja. Sekarang hidung nya, mengeluarkan banyak darah.
" Daniel.."
" Tadi dia terjatuh, dan terbentur unjung kursi. Kan melodi?"
Daniel langsung memotong ucapan ryan, sebelum ryan mengatakan jika daniel lah yang menyebabkan hidung nya berdarah.
Daniel mengedipkan mata ke arah melodi.
" Ah, iya. Benar, terbentur ujung kursi."
Melodi menggaruk-garuk kepala nya.
__ADS_1
" Sudah cepat obati dia. Aku rasa hidungnya patah." Ucap daniel.
" Ayo mel, kita tunggu di luar." Ucap daniel, sambil menarik tangan melodi.
" Ah iya, ayo."
" Ara, periksa yang benar dan hati hati. Pastikan kau tidak melewatkan apapun. Dan ryan, aku akan mengantarkan melodi, jadi bersantai lah. Jangan terlalu buru buru."
Daniel mengedipkan mata ke arah ryan. Ryan menatap tajam daniel.
Daniel tertawa lalu menutup pintu, dan keluar dari ruangan ara.
" Daniel ada apa sih?" Tanya melodi.
" Ayo, biar aku ceritakan."
Daniel menarik melodi.
" Kita mau kemana?"
" Bagaimana kalau kita makan dulu di kantin?"
" Emm, boleh."
Mereka pun berjalan menuju kantin yang ada di rumah sakit tersebut. Mereka berjalan beriringan, dan mereka tidak sadar jika mereka berjalan sambil bergandengan tangan.
" Kau ingin pesan apa?" Tanya daniel.
" Emm, spaghetti dan lemon jus."
" Oke, duduk lah. Biar aku pesan kan."
Melodi duduk, daniel hendak memesan makanan. Namun, tangan mereka masih menggenggam satu sama lain.
" Ehh..." Ucap kedua nya.
Daniel dan melodi saling menatap.
" Jadi makan atau tidak?" Tanya melodi.
" Ah iya, maaf." Melodi tersipu.
Daniel tersenyum, kemudian meninggalkan melodi untuk memesan makanan.
" Jadi bagaimana?, apa yang terjadi antara bang ryan dan dokter ara." Tanya melodi, saat daniel datang membawa makanan mereka.
" Jadi.."
" Ya..."
" Aku mencintaimu." Ucap daniel.
Tuk
Melodi memukul dahi daniel, menggunakan sendok.
" Aku serius." Ucap melodi.
" Aku juga serius."
" Daniel.."
" Melodi."
" Daniel !!!" Melodi mulai kesal
" Melodi."
" Aku pulang nih." Ketus melodi dan langsung berdiri.
" Ah iya iya, jangan. Duduk lah."
__ADS_1
Melodi kembali duduk dan tersenyum.
" Cantik." Puji daniel.
Melodi langsung memasang muka jelek.
" Astaga.." Keluh daniel.
" Jadi cerita enggak?!." Omel melodi.
" Jadi."
" Ya udah ayo.."
" Kemana? ke pelaminan?" Goda daniel.
" Daniel.." Melodi menatap tajam daniel.
" Oke oke. Jadi dulu ryan dan diandra saling dekat. Lebih dekat dari teman. Bisa di bilang mereka itu TTM."
" Teman tapi mesra?"
" Yup."
" Lalu?"
" Ya.. gimana yaa, susah sekali menjelaskan. Intinya begini. Mereka sudah saling mencintai sejak lama. Namun, karena ryan masih bertekad ingin menemukan adik kandung nya. Jadi dia tidak pernah menyatakan perasaan nya pada diandra."
" Lalu diandra?"
" Diandra sudah sering menyatakan cinta pada ryan. Tapi ryan tidak pernah memberikan jawapan yang pasti. Ryan selalu bilang tidak bisa sebelum berhasil menemukan adiknya. Yaitu dirimu. Melodi."
Hati melodi tersentuh. Sungguh pengorbanan ryan yang luar biasa. Dia mengorbankan cinta dan kebahagiaan, demi menemukan dirinya.
" Daniel. Bagaimana jika kita menyatuhkan mereka."
" Uhuk huk.."
Daniel terkejut dengan ucapan melodi. Dia segera mengambil gelas, dan meminum nya.
" Kau serius?" Tanya daniel.
" Ya, aku serius."
Daniel terlihat berpikir.
Jika aku bekerja sama dengan melodi untuk menyatukan ryan dan diandra. Itu artinya, aku akan punya banyak waktu berdua dengan melodi. Dan membuatku bisa semakin dekat dengannya. Dan ryan mungkin akan memberikan ku ijin untuk mendekati melodi. Batin daniel.
" Daniel, halo?"
Melodi melambaikan tangan nya di depan wajah daniel.
" Bagaimana?, kau mau?" Tanya melodi.
" Ya aku mau. Ayo kita satukan kembali cinta mereka, hingga mereka menikah."
" Setuju."
Melodi dan daniel saling berjabat tangan.
...----------------...
......................
......................
......................
...Jangan lupa like...
...komen...
__ADS_1
...vote...
...hadiah...