CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Selamat jalan linda


__ADS_3

" Hai sayang." sapa daniel.


" Hai. Bagaimana masalah di kantor?" Tanya melodi.


" Sudah beres."


" Baguslah..."


" Ohya mel..."


" Ya?"


" Mami meminta kita untuk datang berkunjung. Beliau merindukan luci dan twins."


" Kalau begitu, ayo kita kesana."


" Kau mau?"


" Tentu saja, kita bisa mencetak adik untuk mereka." Ucap melodi,


" Wah wah wah, sejak kapan istri ku jadi se agresif ini."


" Sejak kau mengajak ku." Bisik melodi


Daniel merasakan sang junior kembali hidup setelah beberapa minggu mengalami cedera.


" Sayang, kau membangunkan junior."


" Benarkah?" Mata melodi berbinar binar.


" Ya, lihat lah"


" Tidak usah di lihat. Ayo kita keluarkan saja dia dari sangkar nya." Ucap melodi bersemangat.


" Ayo."


Daniel hendak mencium melodi.


" EHEM..." Suara ryan.


Sontak membuat daniel batal mencium melodi.


" Eh, kakak ipar.." Sapa daniel.


" Senyam-senyum. Kau pikir ini vila. Seenak nya saja main nyosor."


" Hehehe..." Daniel menggaruk garuk kepala nya.


" Pergi ke kamar sana." Perintah ryan


" Siap laksanakan."


Daniel langsung menggendong melodi.


" Eh, tunggu." Ucap melodi.


" Ada apa?" Tanya daniel.


" Bukan kah kita harus minta ijin ke bang ryan tentang rencana kita?" Ucap melodi.


" Ah ya. Kau benar."


" Emm, kakak ipar." Panggil daniel.


" Apa?" Ketus ryan.


" Galak amat. Pasti gak di kasih jatah sama kak ara yaa.." Goda melodi.


Ryan menghirup nafas kuat, lalu membuangnya.

__ADS_1


" Ada apa adik ipar..." Ucap ryan lembut.


" Nah gitu kan enak didengar." Ucap daniel.


" Katakan, ada apa?"


" Begini. Aku dan melodi akan ke negera XXX. Mami dan papi ingin kami berkunjung."


" Pergilah. Jaga baik baik adik dan keponakanku." Ucap ryan


" Siap, laksanakan."


Setelah mengantongi ijin ryan. Melodi mulai mempersiapkan barang bawaan mereka.


Keesokan hari nya, mereka berangkat menggunakan jet pribadi daniel.


" Wow, jet baru?" Ucap melodi kagum.


" Ya, ini untuk mu dan anak anak."


" Ha?, apa?"


" Aku membeli nya untuk mu dan anak anak."


" Terima kasih sayang."


Cup


Melodi mencium bibir daniel sekilas. Lalu mereka segera masuk dan berangkat.


Tak butuh waktu lama. Mereka kini telah sampai di mansion keluarga daniel.


Melodi dan anak anak disambut hangat oleh ismi dan danang.


Luci dan twins seharian bermain dengan nenek dan kakek yang begitu menyayangi mereka.


" Ya, ada apa sayang?" Tanya ismi.


" Apa mami disini punya teman atau kenalan seorang dokter kandungan." Lirih melodi.


" Kenapa sayang?"


" Melodi ingin konsultasi, kenapa sampai sekarang melodi belum juga hamil."


"Ah, jangan terlalu di pikirkan. Jika sudah saat nya, kau pasti hamil."


" Tapi mam.."


" Stt, sudahlah. Kehadiran luci dan twins sudah cukup membuat kami bahagia."


" Mami, tapi aku ingin memberi daniel keturunan nya."


" Kau sudah memberi nya luci dan twins bukan?"


" Maksudku darah daging daniel sendiri."


" Oh sayang, daniel bukan tipe orang yang selalu menuntut. Tapi Jika kau memaksa, mami ada seorang teman bekerja di rumah sakit Medical Care. Pergilah kesana besok dengan daniel."


" Terima kasih mami.."


" Sama sama."


...


Keesokan hari nya..


Daniel dan melodi datang ke rumah sakit yang di maksud mami.


Saat mereka barusaja masuk. Seseorang yang mereka kenal, ada di hadapan mereka.

__ADS_1


" Kevin?" Ucap daniel dan melodi secara bersama.


" Hai. Sungguh sebuah kejutan bertemu kalian disini." Ucap kevin.


" Kau sedang apa disini kevin?" Tanya daniel.


" Aku menjenguk linda?"


" Linda?"


" Ya, linda kecelakaan dan kritis selama tiga hari. Aku baru tau hari ini. Jadi aku datang."


" Daniel, ayo kita lihat linda." Ucap melodi.


" Tentu."


Akhirnya mereka bertiga berjalan menuju ruangan linda.


" Apa benar ini ruangan nya" Tanya daniel pada kevin.


" Ya. Menurut perawat disana. Ini ruangan linda."


Tok


Tok


Tok


Ceklek...


Kevin masuk dulu, saat mereka masuk. Mereka melihat keluarga linda menangis.


Tak lama kemudian seorang dokter dan perawat masuk. Daniel memberanikan diri untuk bertanya.


" Permisi sus, pasien itu kenapa ya?"


" Oh, pasien iti barusaja meninggal dunia."


" Ya Tuhan.." Ucap kevin, daniel dan melodi secara bersama.


Mama linda yang melihat kedatangan kevin dan melodi, menghampiri mereka.


" Kalian datang?"


" Emm ya. Kami ingin menjenguk linda." Ucap kevin.


" Setelah apa yang linda perbuat, kalian masih mau datang menjenguk nya."


" Tante, tidak ada guna nya terus menyimpan dendam." Ucap melodi tersenyum.


" Hiks hiks hiks.. Ya kau benar. Tapi sekarang linda sudah meninggal."


" Kami turun berduka cita." Ucap kevin.


" Selamat jalan linda." Lirih melodi, sambil menatap ke ranjang linda.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa like...


...komen...


...vote...


...hadiah...

__ADS_1


__ADS_2