
Melodi tidak percaya dengan apa yang terjadi. Dia memilih masuk ke dalam kamar.
Melodi binggung, dia sedih.
"Apa yang sebenarnya terjadi?, haruskah aku menelpon bang ryan?. Ah, tidak tidak. Lagi pula aku akan pulanh besok. Biar aku sendiri yang bertanya pada daniel besok."
Melodi memilih menghabiskan hari dengan sarapan dan dessert yang di berikan daniel.
Entah kenapa hati nya begitu sangat amat sedih. Dia merasa kehilangan sosok daniel.
Drrttt drttt drttt
Ponsel melodi berdering.
" Itu pasti daniel." Antusias melodi.
Dia segera berlari mengambil ponsel.
Panggilan Video, dari luci..
" Hai girl.." Sapa melodi
" Hai momy., apa kabar."
" Momy baik. Luci dan adik bagaimana?"
" Luci dan adik baik baik saja mom. Mereka asik bermain bersama mami dan papi. Lihatlah."
Luci memperlihatkan twins sedang tertawa riang bersama ara dan ryan.
" Halo momy.." Ryan melambaikan tangan Al ke arah melodi.
" Hai mom.." Ara melakukan hal yang sama.
" Hai.. Momy merindukan kalian."
" Bang ryan. apa daniel sudah pulang?"
" Apa dia tidak bertemu denganmu?"
Melodi diam.
" A, hahaha. Aku lupa jika kami sedang ada di negara XXX."
" Apa terjadi sesuatu?" Tanya ryan curiga.
" Tidak. Hanya tadi dia pamit membeli dessert, hanya belum kembali."
" Begitu." Ucap ryan.
" Cepatlah pulang. Kami punya berita gembira." Ucap ara.
" Apa itu?"
" Emmm, aku hamil." Ucap ara.
" Wah, benarkah?"
" Ya.."
" Aku bahagia untuk mu kakak ipar. Kalau begitu aku harus membawakan sesuatu untuk calon keponakanku dari sini."
" Baiklah, aku tunggu.." Ucap ara.
" Momy.. Aku juga ingin dibawakan oleh oleh."
" luci minta apa?"
" Apa saja."
__ADS_1
" Baiklah. Kalau begitu, momy tutup telpon nya, oke. Momy akan pergi belanja sekarang."
" Oke. Bye mom.."
" Bye sayang..."
Setelah panggilan video dengan luci berakhir. Melodi mencoba menghubungi daniel.
(Nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi. Mohon periksa kembali nomor tujuan anda. The number you have dialed cannot be reached. Please double check your destination number.)
" Ponselnya bahkan mati. Apa yang terjadi pada mu daniel. Apa kau sengaja menghindari ku?" Lirih melodi.
" Kau dimana daniel..?"
Dia mencoba kembali menghubungi daniel. Masih mendapat jawapan yang sama dari operator.
" Hah, daniel. Bang ryan sedang dalam suasana hati bahagia. Aku tidak mungkin memberitahu nya tentang dirimu. Mungkin aku harus mencari tahu sendiri."
Melodi meletakan kembali ponselnya. Dia mengambil lagi kertas dari daniel dan membaca nya. Mencoba mencari arti dan maksud dari surat yang berisikan permohonan maaf.
" Daniel. Mungkin kah kau tidak mau denganku, karena aku sudah pernah dipakai oleh 2 orang pria?. Hiks hiks.."
Melodi tak kuasa menahan air mata nya. Dia menangis.
" Daniel. Dimana kau?, kenapa kau meninggalkan ku, dengan cara seperti ini?"
Karena tak ingin terlalu larut salam kesedihan. Melodi memilih menenangkan diri dengan berjalan jalan ke mall. Membeli sesuatu untuk anak anak dan calon keponakan nya.
Dengan diantar sopir khusus, melodi pergi ke mall. Dia juga heran. Kenapa selalu ada sopir pribadi yang siapa mengantar melodi kemana saja.
" Apa di hotel ini memang ada sopir khusus?" Tanya melodi.
" Ya, khusus melayani anda nona."
" Baiklah."
Harusnya dia curiga dari awal, kenapa ryan membiarkan nya pergi sendiri ke sini. Namun, semua sudah tidak berarti sekarang. Karena daniel telah menghilang entah kemana.
" Nona yakin tidak ingin saya temani?" Tanya sopir, saat mereka sudah sampai di mall.
" Tidak terima kasih. Akan saya hubungi jika saya sudah selesai berbelanja."
" Baik nona."
Sopir itu pergi, melodi mulai berjalan masuk area mall. Disana melodi menghabiskan sisa waktu siang dengan berbelanja.
" Aku jadi merindukan nana. Biasanya kita selalu berbelanja bersama. Kira kira bagaimana kabar nya sekarang ya?. Setelah pisah dari kevin. Aku juga tidak pernah mendapat kabar dari nya lagi." Gumam melodi.
Tak sengaja, mata melodi menangkap sosok mirip linda, bersama seorang laki laki paruh baya dengan perut buncit.
Karena penasaran, dengan apa yang dilakukan linda di sini bersama seorang pria asing. Melodi memutuskan untuk membuntuti nya.
Mereka berjalan menuju arah toilet. Dan anehnya mereka berdua masuk ke salam toilet khusus disabilitas.
" Untuk apa mereka masuk kesana?"
Melodi mencoba menempelkan telinga pada pintu.
" Lagi.."
" Hmm, nikmat."
" Kau menyukainya."
" Ya, aku sangat menyukainya. Aku akan memberi mu 2x lipat, huh.. yaa.. lanjutkan."
" Terus sayang.." Suara pria tadi
" Huh, kau sangat nikmat." Ucap nya lagi.
__ADS_1
Melodi yang merinding, memutuskan untuk kembali ke hotel saja.
Kruk kruk kruk kruk..
" Astaga, aku sangat lapar. Sebaiknya aku makan disini saja dulu, lalu kembali ke hotel."
Saat melodi barusaja selesai dengan makanan nya, dia melihat linda dan pria tadi duduk tak jauh dari tempat melodi, menemui seorang wanita paruh baya, yang mungkin adalah pasangan dari pria tadi.
" Apa mereka anggota keluarga linda?. Tapi kenapa mereka tadi berolahraga di toilet?"
Melodi menutupi wajah nya dengan buku menu. Berharap linda tidak mengetahui keberadaan nya.
Diam diam melodi mengintip ke arah linda. Dia melihat pria tadi memasukan sesuatu ke dalam tas linda yang sengaja linda letakan di bawah. Lalu pria dan wanita tadi pergi meninggalkan linda.
" Sebaiknya aku pergi dari sini." Ucap melodi.
Setelah memastikan barang bawaan nya lengkap. Melodi segera menelpon sopir agar menjemputnya. Lalu melodi masuk ke dalam lift.
Karena tidak memperhatikan tombol, melodi salah menekan tombol basement. Jadilah dia ada di basement saat pintu lift terbuka.
Tring....
" Astaga. Kenapa aku menekan tombol basement?"
Saat melodi akan kembali masuk ke dalam lift, pintu lift nya kembali tertutup.
" Hah! sebaiknya aku jalan kaki saja keluar. Tidak jauh juga." Pikir melodi.
Akhirnya dia berjalan keluar mall melalui basement.
" Lo, itu kan linda?, Kenapa dia sekarang bersama pria asing?. Wow, matanya biru dan rambutnya kuning. Apa dia pria bule?"
Linda terlihat masuk ke dalam mobil. Entah linda tau atau tidak, jika kaca mobil itu hitam transparan. Jadi saat berjalan, melodi dapat melihat jelas linda meninggalkan pakaian nya. Dan pria bermata biru tadi, terlihat menikmati susu linda.
" Oh God. Mata suci ku telah ternodai. Kenapa aku harus melihat pemandangan ini.?"
Melodi melirik sekilas miliknya. Milik linda memang jauh lebih besar, padat, dan kenyal. Jika di bandingkan dengan milik nya.
Melodi buru buru berlari ke keluar basement. Dan langsung masuk ke dalam mobil.
" Ayo pak cepat jalan."
" Baik non."
" Mau kemana lagi non."
" Langsung ke hotel saja pak. Aku harus mensucikan lagi mata suci ku.,"
" Apa maksud non?"
" Ah, tidak apa apa. Cepat jalan."
" Baik non."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Lanjut 1 bab lagi ntar malem ya..
...jangan lupa like...
...komen...
...vote...
...hadiah...
__ADS_1