
Pagi hari nya, melodi menatap diri nya di cermin. Mengingat semua yang mereka lakukan selama. Sangat nikmat dan indah.
Melodi membuka selimut yang menutupi nya, Tanda merah ada di seluruh tubuh nya. Melodi menyentuh buah dad4 milik nya. Dia benar benar suka saat daniel bermain dengan mereka.
" Hei.." Sapa daniel yang langsung menggantikan tangan melodi menyentuh buah dad4 milik nya.
" Daniel, ku sudah bangun?"
" Junior yang mengajakku bangun. Kata nya, dia ingin menyebar bibit lagi." Bisik daniel, sambil mencicipi leher melodi sebagai hidangan pembuka.
" Hmmm, aku suka saat kau memainkan mereka." Ucap melodi dengan mata tertutup, dan kepala yang bersandar di bidang dada daniel. Memberi ruang agar daniel lebih leluasa memakan leher nya.
" Jika kau suka, aku akan memainkan mereka sepanjang hari.." Bisik daniel.
Daniel kembali memainkan buah d4d4 melodi. Dan menciptakan banyak tanda di leher melodi. Tanda yang hampir membuat seluruh leher melodi berwarna merah.
Daniel memundurkan melodi dengan pelan, hingga mereka jatuh di atas ranjang. Melodi berbalik arah. Dia menduduk daniel.
" Kau bilang ingin tanda merah kan. Mari aku ciptakan.."
Melodi mulai menjelajahi tubuh daniel dan meninggalkan banyak jejak di sana.
Dia berhenti lama di kediaman daniel junior. Melodi mulai bermain main disana. Hingga daniel bangun dan langsung mendorong melodi ke atas ranjang.
Daniel kembali menyerang melodi dengan agresif. Sangat agresif. Hingga melodi ingin mengulangnya lagi dan lagi.
" Aku ingin lagi." Bisik melodi yang kini berada di atas daniel.
" Sudah ku bilang, kau akan ketagihan. Bagaimana jika aku tidak mau?" Goda daniel
" Maka, aku akan melakukan nya sendiri."
Melodi langsung menyingkap selimut yang membalut nya. Dia memasukan sendiri milik daniel dengan milik nya. Dan mulai menari nari di atas daniel.
" Hmmph sangat nikmat."
" Kau suka?" Tanya melodi,
" Ya, sungguh suka."
Daniel mereeemas d4d4 melodi. Dan sesekali memainkan dan menarik ujungnya.
" Argh.., daniel"
Teriakan melodi membuat daniel terbangun dan langsung melahap buat yang kini menjadi favoritnya itu.
" Aku menyukai ini. Sangat menyukai nya.."
Cup
Cup
Cup
Cup
Daniel menyusw layaknya anak kecil.
__ADS_1
" Argh.."
******* melodi membuat daniel semakin semangat menyusw. Dia menenggelamkan wajah nya di antara buah kenyal favoritnya. Sementara melodi terus memimpin permainan.
" One more please.." Pinta melodi.
" Hei sayang, sebaiknya kita makan dulu, oke?. Aku janji kita akan terus bermain sampai kau puas."
" Janji.."
" Ya, aku janji."
Cup
Daniel mencium bwbir melodi.
Sementara daniel mengambil makanan yang sudah tersedia di meja. Melodi memutuskan untuk mandi, dan membersihkan sisa sisa pergulatan mereka.
Dibawah guyuran shower, melodi mengusap tubuhnya. Mengingat semua sentuhan nya terasa dalam bagi nya.
" Mau coba di sini?" Tanya daniel.
" Tentu saja."
Oh tuhan.. Mereka melakukan nya lagi.
..
Satu jam berlalu. Akhirnya mereka benar benar mengakhiri sesi pergulatan. Mereka mulai makan, makanan yang sudah mulai dingin.
" Kau ingin jalan jalan?"
" Tentu saja ke kota. Hanya 20 menit perjalanan melintasi laut."
" Oke. Tapi kita habiskan sarapan kita dulu."
Tok
Tok
Tok
" Permisi tuan, nyonya.. Kami akan menbersihkan tempat ini."
" Masuklah." Teriak daniel.
Lalu masuklah dua orang pasangan suami istri.
" Siapa mereka yang menjaga rumah ini. Dan memasak untuk kita."
" Oh.."
" Bersiaplah. Kita akan berangkat 10 menit lagi."
Melodi berjalan ke kamar. dan melihat seorang wanita paruh baya, mungkin seusia ibu nya tengah membersihkan kamar nya.
" Permisi buk, saya akan mengambil pakaian dan tas."
__ADS_1
" Silakan nyonya, tidak perlu sungkan. Saya hanya pelayan."
Melodi tersenyum. Lalu segera berganti pakaian tertutup yang menutup tanda merah di lehernya.
" Nyonya.." Panggil wanita tadi.
" Ya.."
" Terima kasih karena telah membuat tuan daniel kami kembali tersenyum dan ceria."
" Memang dulu daniel kenapa?"
" Dulu tuan daniel selalu murung, bahkan menangis di villa yang ada di kota. Dimana saya dulu yang menjaga vila itu. Dan ketika saya mendengar tuan daniel akan berbulan madu di pulau ini. Jadi saya mengajukan diri agar sayalah yang menjaga tuan dan nyonya selama ada disini."
" Ah, terima kasih ya bik. Aku janji akan membuat daniel selalu tersenyum dan bahagia. Aku pergi dulu ya bik."
" Hati hati nyonya."
" Hei, kenapa lama sekali?" Tanya daniel.
" Ya, tadi aku..."
" Sudah lah. Ayo pergi."
" Daniel.."
" Ya??"
" I love you."
" Hei, kau ingin kembali bermain?"
" Tidak, sungguh. Aku mencintai mu. Dan aku ingin selalu membahagiakanmu."
" Hei, melihat senyum mu sudah membuatku bahagia.."
Daniel menyentuh pipi melodi. Melodi mencium tangan daniel.
" Aku bahagia bisa menjadi milikmu." Ucap melodi.
" Aku lebih bahagia memilikimu. Sudah, ayo kita pergi."
Melodi mengangguk. Mereka pun bersiap untuk pergi ke kota.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa...
...like...
...komen...
...vote...
__ADS_1
...hadiah...