
Setelah puas bermain. Melodi mengajak semua nya untuk pulang.
" Mom, aku ingin beli es krim."
" Luci, kenapa tidak bilang dari tadi?." Tanya melodi.
Luci menunduk. Melodi menghela nafas, dan menoleh ke stand es krim. Terlihat kosong. Tidak ada antrian.
" Tunggu di sini. Biar momy belikan es krim."
" Thanks you mom."
" Biar aku saja." Ucap daniel.
" Kau tidak akan tau kesukaan luci, lupa, stand es krim nya sedang sepi. Jadi tidak perlu lama mengantri."
" Baiklah."
Akhirnya daniel membiarkan melodi pergi membeli es krim sendiri.
Belum sampai di stand es krim, melodi merasakan seseorang sedang mengikuti nya.
Sesampai nya di stand es krim. Melodi segera memesan menu kesukaan luci.
" Permisi. Saya akan ke toilet sebentar. Bisa tolong simpan dulu pesanan saya, hingga saya kembali."
" Baik." Ucap seorang pelayan.
Melodi bergegas ke toilet, yang ada di belakang stand es krim.
Melodi merasa seseorang sedang berada di depan pintu. Mungkin seseorang yang sedang ingin menggunakan toilet, pikir melodi.
Saat dia keluar, seseorang dengan penutup muka langsung membius nya. Melodi pingsan seketika.
Karena ryan pulang lebih dulu bersama twins, jadi dia tidak tau jika melodi sudah di culik.
Daniel mulai merasa resah, saat melodi tak kunjung datang.
" Luci, diam lah di sini. Paman akan mencari momy."
__ADS_1
" Baik paman."
" Ingat, jangan biarkan siapapun masuk mobil. Tetap di sini, dan jangan keluar."
Daniel membuka sedikit kaca mobil. Dan mengunci mobil. Di tidak ingin terjadi hal buruk pada luci.
" Permisi, tadi akan seorang wanita, memesan es krim?" Tanya daniel pada pelayan.
" Atas nama Nn.melodi?"
" Benar."
" Ohya, tadi dia mengatakan akan ke toilet sebentar. Nn.melodi meminta kami menjaga pesanan nya hingga dia kembali."
Daniel segera ke toilet, guna memastikan firasat nya tidak terjadi.
" Ohmygod!!"
Daniel kembali berlari mencari melodi ke seluruh penjuru taman. Namun nihil, melodi tidak di temukan.
Dia segera menghubungi ryan, barang kali. Melodi pulang lebih dulu.
" Bukankah dia pulang bersama mu?"
Daniel kemudian menceritakan apa yang terjadi.
" Sebaiknya kau segera membawa luci pulang, lalu kita mencari melodi bersama." Perintah ryan.
Daniel mematikan ponsel nya, dan segera kembali ke mobil.
Dan betapa terkejut nya daniel, saat melihat luci tidak ada di dalam mobil. Dan pintu mobil terlihat sedikit rusak. Seperti nya ada yang membuka paksa pintu mobil.
Daniel segera melajukan kendaraan nya dengan kecepatan tinggi ke mansion ryan.
Daniel mencoba menghubungi ponsel melodi. Namun sial nya. Ponsel melodi ada di dalam tas. Dan tas melodi ada di kursi depan mobil.
Pikiran daniel semakin kacau. Dia semakin menambah kecepatan kendaraan nya.
Drtt drrtt drrtt...
__ADS_1
Ryan calling...
" Halo?"
" Langsung ke markas saja, tidak perlu ke mansion. Temui aku disana." Ucap ryan.
" Baik."
" Aku sudah menugaskan para mafioso. Kau tidak perlu khawatir."
" Ya, aku akan ke markas sekarang."
Sesampai nya di markas. Daniel langsung merentas CCTV yang ada di taman. Terlihat melodi memang pergi ke toilet setelah memesan es krim. Lalu daniel melihat seseorang dengan penutup muka membawa melodi menggunakan kursi roda.
" Sangat jenius. Pantas saja tidak ada orang yang curiga." Gumam Daniel.
Lalu daniel mencari rekaman di area parkir. Ternyata Laki laki yang sama, yang membawa melodi, yang merusak pintu mobil nya, dan membawa luci.
" Kevin. Pasti kevin." Ucap ryan.
" Tidak cukup kuat jika kita langsung menuduhnya." Ucap daniel.
" Hanya ada satu cara untuk membuktikan kevin bersalah atau tidak."
" Kita datangi mansion kevin." Ucap daniel dan ryan secara bersama.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
...hadiah...
__ADS_1