CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Back To Mansion


__ADS_3

Satu bulan kemudian..


Kevin, melodi, dann anak anak sudah kembali ke mansion. Sedang gwen dan jen masih berapa di rumah abraham.


" Momy, tadi ada tante jahat yang memaksa kami untuk ikut dengan nya." Ucap riana saat mereka sedang bersantai di ruang keluarga.


" Siapa sayang?" Ucap melodi tanpa melihat riana, karena sibuk membaca majalah. Sedang kevin tidur di pangkuan melodi.


" Tidak tau, tante itu mengaku sebagai momy kami." Ucap briana.


Deg.


Kevin dan melodi sama terkejutnya, kevin langsung bangun dari posisi tidur nya, dan menatap melodi.


" Dia benar benar melakukan nya." Lirih melodi.


" Apa maksud mu sayang.?" Tanya kevin.


" Ha?, tidak ada apa apa." Gugup melodi, karena tak ingin kevin tau alasan linda mendekati anak anak hanya karena ingin kembali kepada kevin. Melodi akan berusaha sekeras mungkin agar kejadian dulu tidak terulang lagi.


" Ah, ya. Bagaimana aku bisa lupa, dia juga mengatakan hal yang sama pada ku. dia ingin dekat dengan anak anak. Bahkan dia selalu mendatangi kantor, hanya untuk minta di pertemukan dengan anak anak. Katanya dia hanya ingin mengenal lebih dekat dengan anak anak."


Ucapan kevin membuat melodi sangat terkejut, bagaimana bisa kevin tidak menceritakan, perihal linda yang selalu datang ke kantor nya.


" Lalu apa yang kau katakan?" Tanya melodi dengam hati hati.


" Aku mengatakan jika dia sendiri yang menjauhi anak anak. Aku juga mengatakan jika anak anak sudah mendapatkan pengganti yang lebih baik" Ucap kevin.


" Mel.. Apa aku terlalu kasar pada nya?, apa seharusnya aku memberinya kesempatan untuk bertemu anak anak?" Tanya kevin.


" Tentu, anak anak juga harus siapa ibu kandung mereka." Ucap melodi, walau sebenarnya dia tidak rela.


" Kau mengijinkan nya?" Kevin menatap melodi.


" Sayang.. linda adalah ibu kandung mereka. Dan mereka juga berhak tau. Dari pada suatu hari nanti, mereka tau dengan sendiri nya. Itu mungkin akan memberikan kesan buruk pada mereka, karena kau tidak memberitahu yang sebenarnya." Terang melodi.


" Kau memang yang terbaik saayang.."


" Ken.. ada anak anak."


Melodi menghentikan kevin yang akan mencium nya.


" Ah iya, kalau begitu nanti malam, berpakaian lah yang seksi." Bisik kevin, membuat melodi geli.


" Dasar mesum." Melodi mencubit pinggang kevin.


" Aw.. Awas saja kau nanti malam." Kekeh kevin.


" Weekk." Melodi menjulurkan lidahnya ke arah kevin. Kemudian memilih bergabung bersama anak anak.


...----------------...


...----------------...


Ting tong..


" Ah, itu pasti dady. Tapi tumben sekali menekan tombol bel . Biasa nya juga langsung masuk." Ucap melodi saat bermain bersama anak anak.


" Mungkin itu orang lain mom."


" Ah mungkin saja, kalian tunggu di sini. Biar momy melihanya. Siapa tau itu aunty nana." Ucap melodi yang berdiri dan mulai menjalan menuju pintu.


" Biar saya saja bik." Ucap melodi, saat seorang pelayan, juga berjalan ke arah pintu.

__ADS_1


" Baik nyonya." Ucap pelayan sambil membungkuk.


Ceklek...


Melodi membuka pintu, dan betapa terkejutnya dia, saat melihat siapa yang datang.


" Kau..."


" Hai.., aku datang untuk menemui anak anak ku" Ucap wanita yang tak lain adalah linda. Ya, tamu itu adalah linda.


" Kenapa kau bisa ada di sini?." Ketus melodi.


" Ohya, aku kesini dengan dia."


Linda menunjuk kevin yang barusaja keluar dari mobil, dan berjalan ke arah mereka.


" Ken." Sapa melodi, ketika kevin sudah ada di hadapannya dan mencium pipi melodi.


" Hei sayang. Aku berniat mempertemukan anak anak di taman, namun linda menolak, karena takut tersorot kamera. Kau tau kan dia adalah model terkenal."


Kevin memeluk pinggang melodi, dan melodi dapat melihat raut wajah linda yang menaham amarah, melihat pemandangan di depan nya.


" Jadi begitu..., ya sudah ayo masuk." Ucap melodi.


" Waow.. Rumah ini sangat besar, Kau benar benar pekerja keras. Kau mewujudkan impian kita untuk membangun sebuah mansion" Ucap linda.


" Ehem. Kau kesini untuk bertemu dengan anak anak atau akan bernostalgia." Ketus melodi.


" Tapi itu benar. Apa kevin tidak menceritakan padamu, jika mansion ini adalah impian dari kami berdua." Ucap linda, yang sengaja memancing emosi melodi sekaligus mengorek kembali kenangan kevin.


" Linda. Hentikan." Dingin kevin.


" Tunggulah di sini. Aku akan memanggil anak anak" Ucap melodi, saat mereka sampai di ruang tengah.


" Baik nyonya."


Sepeninggalan melodi.


" Kevin. Terima kasih." Linda memegang tangan kevin.


" Jangan seperti ini linda. Aku tidak mau melodi berpikir yang tidak tidak." Tegas kevin.


" Tapi aku masih mencintai mu kevin. Sungguh, kau masih ada di hati ku."


Linda tidak melepas tangan nya, justru semakin erat memegang tangan kevin.


" Linda dengar, hubungan di antara kita sudah berakhir. Hanya karena aku masih menghargai mu sebagai ibu dari anak anak lah, aku bersedia membawa mu menemui nya. Itupun atas ijin melodi."


Kevin melepas paksa tangan nya, dari genggaman linda.


Melodi. Aku harus bisa menyingkirkanmu. Batin linda.


Di ruang bermain.


" Momy, siapa datang." Tanya luci, saat melodi datang.


" Emm itu...," Melodi binggung bagaimana cara menjelaskan pada anak anak nya.


" Mom.. siapa?" Tanya twins


" Emm, begini. Apa kalian ingat dengan tante jahat, yang menemui kalian di sekolah." Ucap melodi, dengan hati hati.


" Iya.." Jawap mereka.

__ADS_1


" Oke, dengar momy. Tante jahat itu adalah momy kalian."


" Momy kami momy melodi."


" Emm, dengar, tante jahat itu adalah momy yang melahirkan kalian. Dan sekarang, dia datang ingin bertemu dengan kalian."


" Kenapa baru datang sekarang?"


" Karena... emmm.. "


Aduh, bagaimana cara menjelaskan nya. Batin melodi.


" Sudah, ayo. Turun, dan sapa lah momy kalian. Dan..., bersikaplah baik. oke."


" Sayang.. apa lulu tidak keberatan, untuk menunggu di sini." Ucap melodi.


" Baik mom."


" Anak pintar." Melodi mencium pipi luci.


Saat melodi membawa anak anak menemui linda.


" Sayang..."


Linda hendak memeluk anak anak, namun anak anak, justru semakin bersembunyi di balik melodi.


" Hei.. Ayo, sapa momy kalian."


" Hai.." Ucap mereka.


" Ini momy sayang... ini momy kalian."


Linda merentakan ke dua tangan, berharap setelah mengatakan itu, anak anak akan langsung berhamburan dengan mereka.


Hening.


Linda akhirnya memilih untuk kembali duduk.


" Ayo kita duduk di sana." Ajak melodi pada anak anak.


" Sayang. Aku adalah ibu kandung kalian. Bukan dia." Ucap linda yang mulai geram karena anak anak lebih memilih terus memeluk melodi.


" Kemarilah.. Peluk ibu nak." Ucap linda lagi.


Tak ada respon.


" Kenen. Riana. Briana. Aku ibu kandungmu. Apa wanita ini sudah mencuci otak kalian, sehingga kalian tidak mau mengakui aku." Teriak linda, yang sudah tidak bisa menahan emosi nya lagi.


Brak !!


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa like...


...komen...


...vote...


...hadiah...

__ADS_1


__ADS_2