
Saat melodi masuk ke dalam lobi hotel, dia terkejut dengan apa yang di lihat nya..
Melodi berjalan dan menyentuh setiap bunga yang ada disana.
" Apa akan ada yang melamar kekasih di sini?" Tanya melodi kepada sopir yang membantu membawakan barang milik melodi.
" Saya tidak tau non. Seperti nya memang ada. Mungkin saja untuk nona."
" Hmm, yang jelas bukan aku?, secara kan daniel menghilang." Ucap melodi.
" Maafkan saya non, saya tidak bermaksud..."
" Sudah tidak apa apa. Ayo.." Ajak melodi.
Melodi terus memandangi tulisan dan bunga mawar yang bertebaran, serta lilin dalam botol kaca yang menambah kesan romantis.
Seandainya ini memang untuk ku. Batin melodi.
Tring...
Melodi keluar dari lift. Tidak ada apa apa. Itu arti nya kejutan di bawah tadi memang bukan untuk nya.
Melodi mulai mengeluarkan kunci dan mulai membuka pintu kamar.
" Oh my god..."
Mata melodi melotot sempurna..
" Apa yang terjadi dengan kamarku?, siapa yang melakukan ini. Eh tunggu, ini kamar ku kan?"
Melodi berbalik arah, dan berjalan keluar. Kemudian melihat nomor kamar dan nomor kunci yang ada di tangan nya.
" Sama. Iya bener ini kamarku." Ucap nya, sambil kembali melangkah masuk ke dalam kamar.
" Tapi siapa yang melakukan ini?, Hanya aku kan yang bisa membuka nya?"
Melodi meletakan barang bawaan nya, dan berjalan menelusuri kamar nya. Mencoba mencari petunjuk siapa yang melakukan ini.
Hingga ada yang menarik perhatian melodi, di dekat jendela kaca ada sesuatu yang berkilau. Melodi mendekati benda itu, terlihat seperti sebuah cincin dengan kartu ucapan.
Melodi meraih cincin yang menyatu bersama kartu ucapan.
" So beautiful.."
" Kau menyukainya.."
Seorang laki laki, tiba tiba berdiri didepan pintu kamar melodi. Melodi terkejut, dan langsung menoleh ke arah suara.
" Daniel??"
" Hai honey.."
Mata melodi berkaca kaca, seseorang yang membuatnya gelisah. Seseorang yang menghilang tanpa jelas penyebab nya. Kini berdiri di depan pintu kamar nya.
Daniel berjalan mendekati melodi.
" I hate you!"
" Really?"
Daniel mengambil cincin yang sedari tadi di pegang melodi, lalu berlutut di hadapan melodi.
" Melody Claudia Jonathan. Aku, Christian Daniel Liow. Berlutut di hadapanmu dengan segenap jiwa dan raga ingin bertanya sekali lagi. Maukah kau menjadi milikku seutuhnya?. Maukah kau menikah denganku?"
Daniel menatap mata melodi yang mulai menangis.
" Jangan menangis. Kau bilang ingin aku melamar dengan cara romantis kan. Sudah aku lakukan. Kenapa kau masih menangis?"
" Hiks hiks hiks.., aku.. aku..."
__ADS_1
Daniel tak tahan lagi. Dia bangkit dan meraih melodi ke dalam pelukan nya.
" Kau jahat.. jahat... jahat.."
Melodi memukuli bidang dada daniel.
" Maafkan aku, aku hanya ingin memberi mu kejutan."
Melodi menatap mata daniel.
" Jadi, apa kau menerima lamaran ku atau tidak?" Tanya daniel.
" Ya, aku menerima mu."
Melodi tersenyum. Daniel menyematkan cincin di jari manis melodi.
Melodi melingkarkan tangan nya di leher daniel. Mereka saling menatap untuk waktu yang lama.
Cup.
Melodi berjinjit, dan mencium bibir daniel. Daniel mulai menikmati civman melodi.
Dan seperti nya melodi mulai terbuai ciuman daniel. Melodi mulai mundur hingga kedua nya jatuh di atas ranjang.
Daniel menatap dalam melodi. Dia mendekatkan wajah nya, melodi memejamkan mata. Daniel tersenyum.
" Aku akan menyentuhmu setelah kita melakukan pemberkatan. Dan telah sah menjadi pasangan suami istri. Bisik daniel. Kemudian menjatuhkan diri di samping melodi.
Melodi bangun, dan tidur di dada daniel.
" Daniel..."
" Ya.."
Daniel mengelus rambut melodi.
" Kenapa kau pergi?"
" Aku tidak pergi. Aku tetap disini."
" Haha, jika aku tetap disini. Maka kejutan nya tidak akan menarik dong."
" Jahat. Aku pikir kau tidak mau denganku setelah tau aku sudah 2x jadi janda."
" Dengar. Aku mencintai mu tulus dari hatiku. Aku tidak melihat status mu. Saat aku menemukan seseorang yang mampu membuatku bahagia. Maka aku akan mengejarnya dan memperjuangkan cinta nya. Dan akan ku jaga jika aku sudah berhasil mendapatkan nya."
" Uh, so sweet.."
Melodi mempererat pelukan nya.
" I love you." Ucap melodi
" I love you more. Ayo. Masih ada satu lagi kejutan untukmu."
" Apa?"
Daniel menarik melodi keluar. Di dalam lift. Daniel menutup mata melodi menggunakan kain.
" Eh eh.."
" Stttt... diam lah"
Tring ....
Pintu lift terbuka..
Melodi kini berdiri di lobi hotel. tepat didepan hiasan saat pertama kali melodi melihat nya. Disana para staf dan pelayan hotel menyambut kedatangan melodi dan daniel.
" Apa ini?" Tanya melodi.
" Spesial untukmu..."
Para staf wanita mendandani melodi, lalu...
" Happy birthday to you..Happy birthday to you..Happy birthday to you.."
Daniel membawakan sebuah kue ulang tahun lengkap dengan lilin nya.
__ADS_1
" Daniel.." Mata melodi berkaca kaca.
Fuh...
Melodi meniup lilin dan langsung mengecup bibir daniel.
" Terima kasih. Terima kasih untuk semua nya."
" Aku ingin kau selalu mengingat momen ini, setiap tahun dalam hidupmu. Ingatlah momen ini, saat kau tak lagi mencintaku. Atau kau merasa bosan denganku. Ingatlah selalu, bahwa bersamaan dengan hari ulang tahun mu, aku juga memberikan seluruh hati dan cintaku hanya untukku. Melodi ku.."
Melodi kembali terharu. Dia memeluk daniel lagi.
" Ayo kita kesana..."
" Kemana?"
" Tentu saja menikmati kue ulang tahun mu."
Daniel dan melodi berjalan ke luar hotel.
" Daniel.. Apa lagi ini."
" Hari spesial, momen spesial. Tentu saja harus dirayakan di tempat spesial juga."
" Kau yang membuatnya?"
" Aku hanya membuat sketsa nya. Selebihnya para staf yang mengerjakan nya." Ucap daniel jujur.
" Kau benar benar tau cara untuk membuatku sangat bahagia."
" Dan aku akan selalu membuatmu bahagia..., aku janji."
Melodi dan daniel berjalan menuju meja. Dan mereka siap menyantap kue ulang tahun melodi.
Saat pelayan memberikan potongan kue kepada melodi, dia merasa ada sesuatu yang aneh di dalam kuenya. Melodi menarik sesuatu dari dalam kue.
Sebuah kalung berlian. Sangat indah dan elegan.
Melodi menatap sinis daniel. Daniel menggerakan bahu nya tanda tak tahu.
" Daniel.."
" Mungkin koki nya salah memasukan bahan makanan."
" Yakin?"
" Ya!"
" Kalau begitu, aku kembalikan saja pada koki nya. Dia mungkin merasa kehilangan sekarang."
" Eh, jangan."
" Kenapa?, bukankah kau bilang tidak tahu menahu soal ini?"
" Baiklah. Itu hadiah. Untukmu, dariku."
" Daniel, cinta dan ketulusan mu saja sudah menjadi hadiah yang paling indah untuk ku. Aku harap cinta mu tidak akan berubah sampai kapan pun."
" Aku berjanji. Akan selalu mencintaimu sampau ajal memisahkan kita."
...----------------...
...----------------...
......................
......................
......................
Akhirnya mereka bersatu. Udah pas gak sih, kalau di tamatin sampai di sini??
Kasih masukan lewat komen yaa, author tunggu.
Jangan lupa tinggalin jempol nya ❤️❤️😌
__ADS_1