CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Akhir kisah


__ADS_3

Melodi dan daniel barusaja tiba di rumah sakit. Dan tidak sengaja bertabrakan dengan kimi.


" Maaf." Ucap kimi yang menunduk.


" Kimi." Sapa melodi.


" Melodi.."


Kimi dan melodi pun berpelukan.


" Apa kabar?" Tanya kimi.


" Kabar baik. Bagaimana denganmu?, wow kau sedang hamil ya?, berapa bulan?" Tanya melodi sambil memegang perut buncit kimi.


" 7 bulan. Eh, kamu ngapain disini?" Dan siapa dia?" Tanya kimi sambil menatap daniel.


" Aku kesini karena kakak ipar ku melahirkan. Dan ini adalah suamiku, daniel."


" Hai.." Sapa daniel.


" Hai."


" Eh, aku duluan ya.." Ucap melodi.


" Oke."


Mereka kembali berpelukan, sebelum akhirnya berpisah.


Melodi dan daniel bergegas menuju ruangan dimana ara di rawat.


" Hai.." Sapa melodi begitu dia masuk ke ruangan ara.


" Dimana keponakan ku?" Tanya daniel.


" Dia disana. Sedang tidur."


Ryan menunjuk sebuah box bayi. Melodi langsung mengendong nya.


" Sangat tampan." Gumam melodi.


" Jelas. Siapa dulu dong pencetak nya." Ucap ryan bangga.


" Ck. Percaya diri sekali." Hardik daniel.


" Memang benar kan, aku tampan." Ucap ryan.


" Gabriel yang tampan." Ucap ara.


" Siapa nama nya?" Tanya melodi.


" Gabriel." Ryan mengulangi kata kata ara.


" Hai gabriel.." Sapa daniel.


" Kau ingin mengendong nya?" Tanya melodi.


" Bolehkan?"


" Tidak boleh." ucap ryan.


" Tentu saja boleh." Ucap melodi, yang langsung memberikan gabriel pada daniel.


" Ayo kita duduk disana." Ajak melodi.


" Sayang, pasti luci dan twins sangat seneng jika kita membawa pulang gabriel." Ucap daniel.


" Iya, kau benar. Bagaimana kalau kita bawa pulang." Tawar melodi.


" Heh heh. Seenak nya saja. Siapa yang punya bayi?" Ketus ryan.


" Bang ryan." Ucap daniel dan melodi bersama.


" Yang melahirkan siapa?" Tanya ryan lagi.


" Kak ara."


" Lalu kenapa kalian ingin membawa nya."


" Kami kan juga keluarga nya. Memang, tidak boleh membawa nya." Tanya daniel.


" Boleh."


" Nah itu boleh. Yuk kita bawa." Ucap melodi.


" Eh jangan dong. Nanti aku nangis." Ucap ryan.


" Coba, kalau nangis kayak gimana?" Tantang melodi.


" Kayak luci." Ucap ryan.


" Memang luci, kalau nangis kayak gimana?"


Daniel Menatap melodi. Melodi menggeleng.


" Kami tidak tau cara menangis luci." ucap daniel.


" Ya hwa hwa gitu." Ucap ryan.

__ADS_1


" Masak?"


" Iya."


" Ya udah sana nangis." Ucap melodi.


" Gak mau."


" Ya usah, aku bawa pulang nih.." Ucap melodi.


Lalu tanpa diduga ryan duduk di lantai sambil mengucek-ucek mata nya.


" Hwa....hwaaa hwaa...."


" Hahahahahaha....,"


Semua yang ada di sana tertawa. Termasuk ara.


...----------------...


Jika Keluarga ryan sedang bergembira menyambut anggota baru mereka. Lain hal nya keluarga abrham yang justru semakin kacau balau.


" Dari mana kamu?" Ketus kevin, saat melihat viona. Istri nya baru saja pulang, setelah semalaman keluar bersama teman teman nya.


Kevin menarik kasar tangan viona.


" Lepas. Kamu apa apaan sih?" Ketus viona.


" Kamu yang apa-apaan. Setiap malam keluar, pulang pagi hari. Pakaian mu seperti pelacur. Kau ini wanita yang sudah bersuami. Seharusnya kamu ada dirumah. Merawat suami dan anak anak ku."


" Aku tidak sudi melakukan nya. Aku istri bukan PEMBANTU !!" Ucap viona menekan kata pembantu.


Viona pergi meninggalkan kevin. Kevin frustasi. Viona menunjukan sifat aslinya setelah sebulan usia pernikahaan mereka.


" Momy aku ingin minum susu." Ucao riana.


" Minta saja sana sama dady mu atau pembantu. Dirumah ini kan banyak pelayan. Gak usah ganggu aku. Aku capek." Ucap viona.


Riana menangis. Jenny menghampiri..


" Sayang.." jenny memeluk riana.


" Sayang, ke kamar dengan bibi ya?" Ucap jenny lembut. Riana mengangguk.


Sepeninggalan riana.


" Heh, kamu itu kenapa sih?, gak ada lembut lembut nya sama anakmu." Hardik jenny


" Anak ku?. Hahaha, dia anak kevin bukan anak ku."


" Sama saja kan. Dia anak mu juga, karena kamu sudah menjadi istri kevin. Jadi sudah tugas mu untuk merawat mereka."


Viona meninggalkan jenny dan masuk ke dalam kamar.


" Dasar menantu kurang ajar." Ketus jenny.


" Ada apa ma? Viona berulang lagi?." Tanya abraham.


" Iya pa. Tiap hari anak anak menangis. Dan setiap hari juga aku harus mendengar kevin dan viona bertengkar."


Abrham menghela nafas kasar.


" Ketenangan sudah hilang dari rumah ini." Ucap abraham.


" Ya, papa benar. Kita harus apa?"


" Papa juga tidak tau ma. Rasa nya rumah ini tidak se nyaman dulu lagi. Pantas saja gwen dan jenifer tidak lagi mau tinggal disini. Ternyata kedamaian rumah ini telah hilang."


Keesokan hari nya..


Kevin membuntuti viona. Dia penasaran apa yang dilakukan viona sepanjang malam.


Mobil viona masuk ke basement salah satu mall. Viona turun, dan masuk ke sebuah mobil yang ternyata milik seorang pria.


Disana viona dan pria itu sedang bergulat. Terlihat samar samar dari kaca mobil.


Kevin geram. Dia langsung mengetuk pintu kaca.


" Viona.. Keluar kamu.."


" Viona.."


Brak


Brak


brak.


Viona keluar dengan gaun yang berantakan.


Plak !!


Kevin menampar pipi viona.


" Jadi ini kelakuan kamu?. Karena pria ini kau tidak mau melayani ku?"


Viona tersenyum smirk.

__ADS_1


" Kalau iya, kau mau apa? Barang mu sudah loyo dan tak bertenaga. Jauh beda dengan milik nya yang kokoh dan perkasa." Ucap viona.


Kevin akan menampar viona lagi. Namun pria yang bersama melodi menahan nya.


" Hati hati bung, jangan main kasar."


" Jangan ikut campur. Ini urusan ku dengan istri ku." Ucap kevin.


" Tapi dia juga kekasihku bung."


Pria tadi mencium bibir viona didepan kevin.


Kevin geram dan langsung memukul wajah pria di hadapan nya.


Bug


Bug


Bug


Tiga pukulan sukses membuat hidung pria tadi berdarah.


" Kevin kamu kenapa sih? sudah gila ya?"


" Kamu yang gila. Kamu selingkuh dibelakangku."


" Terus kamu mau nya apa? aku selingkuh didepan kamu?. Oke."


Viona segera memeluk pria tadi, dan mencumbu nya dengan penuh gairah.


Viona menarik tangan pria itu, agar pria itu menyentuh bagian sensitif nya.


Kevin tidak percaya dengan apa yang viona lakukan di hadapan nya.


Kevin menjambak rambut viona.


" Dasar jal*ng." Umpat kevin.


" Hahaha, kau pikir aku mau menikah dengan mu karena aku cinta?. Jangan bodoh kevin. Aku menikah dengan mu hanya karena kau kaya. Jadi aku bisa menikmati harta kekayaan mu. Tanpa harua bekerja keras lagi."


" Viona kau..."


" Apa?."


Kevin geram lalu pergi meninggalkan viona.


Sesampai nya di mansion. Kevin terkejut karena banyak bodyguard asing.


" Siapa kalian?" Tanya kevin.


" Kami adalah bodyguard nona viona. Dan dia minta agar mansion ini segera di kosongkan."


" Apa-apaan ini. Jelas jelas ini milik abraham."


" Tapi pak abraham telah memberikan mansion beserta isi nya kepada ny. Viona. Ini surat nya."


Kevin meraih, dan membaca nya. Setelah membawa dia melempar berkas itu, dan masuk ke dalam mansion. Disana dia melihat mama nya sedang menangis di pelukan abraham.


" Pa. apa yang terjadi?. Kenapa papa memberikan semua harta warisan kepada viona." Hardik kevin.


" Papa tidak memberikan nya. Dia pasti berbuat licik."


" Astaga."


" Kevin. Dia sudah merampas semua nya. Dia wanita ular." Tangis jenny pecah


Lalu beberapa bodyguard berbadan kekar masuk dan memperingatkan mereka.


" Cepat kemasi barang kalian. Atau kami akan mengeluarkan kalian dengan paksa."


" Pa??" Jenny menatap abraham.


" Sudah. Sebaiknya kita pergi dulu dari sini. Lalu kita pikirkan cara lain untuk mengambil kembali apa yang menjadi milik kita." Ucap kevin.


Dengan perasaan kesal kevin dan keluarga nya pergi dari mansion dengan mobil kevin. Satu satu nya properti yang bukan milik abraham.


" Bye.. Selamat hidup miskin." Ucap viona yang barusaja datang saat kevin dan keluarga nya masuk ke dalam mobil.


Kevin ingin menghampiri viona. Namun di cegah oleh pengawal viona.


" Awas kau viona. Aku akan membalas mu." Teriak kevin


Brug !!!


Pengawal itu mendorong kevin. Kevin tersungkur.


" Pergi kalian dari sini."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...End...


__ADS_2