CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Kemarahan melodi


__ADS_3

brak !!!!


Melodi menggebrak meja, membuat semua yang ada di sana terkejut. Terutama kevin.


" Kau sebut dirimu sebagai ibu mereka?!, tapi perlakuan mu sama sekali tidak mencerminkan seorang ibu." Melodi dengan suara lantang.


Hening.


" Dan kau, ayah macam apa dirimu, yang hanya diam saja melihat wanita yang KATA NYA adalah ibu mereka, justru kasar kepada anak anak mu." Ucap melodi lagi.


" Ayo anak anak, kita kembali ke kamar."


Melodi membawa anak anak kembali ke ruangan, meninggalkan kevin dan linda yang masih tercengang.


Sepeninggalan melodi...


" Kevin, lihat lah, istri mu berani sekali membentak ku, bahwa dia membawa anak anak pergi." Ucap linda.


" Itu salah mu sendiri, kau yang tidak bisa bersikap lembut. Ini adalah kali pertama kalian bertemu, tapi kau justru tidak bisa menahan emosi mu." Ketus kevin.


" Lalu aku harus bagaimana?" Linda pura pura menangis, sambil memegang lengan kevin.


" Aku juga tidak tau, ini pertama kali nya aku melihat melodi begitu marah."


" Kevin, kau harus membawa anak anak bertemu dengan ku ditempat lain. Ajak lah anak anak tanpa melodi."


" Itu akan sangat sulit." Ucap kevin.


" Ayolah, kau sudah berjanji padaku kan?" Linda memelas.


..


...Flashback on...


" Kenapa kau ingin bertemu denganku?" Ucap kevin.


" Duduklah." Ucap linda.


" Cepat katakan." Ketus kevin


" Hiks hiks hiks... maafkan aku kevin, maafkan aku, karena sudah pernah meninggalkanmu." Linda menangis dan memeluk kevin.


" Sudahlah, aku sudah memaafkan mu."


Kevin berusaha melepaskan pelukan linda, namun linda justru semakin memeluk erat.


" Aku.. aku sudah mendapat karma, aku sekarang mengidap kanker xxx. Kata dokter mungkin hidupku, tidak lebih dari tiga bulan." Linda semakin menangis.


" Apa??!, Tidak mungkin."


" Benar. Jika kau tidak percaya lihatlah ini."


Linda menyerahkan dokumen dari rumah sakit, kepada kevin. Dan linda, dapat melihat ekspresi terkejut dari muka kevin.


" Sekarang apa kau percaya?"


" Aku... aku tidak menyangka, ini akan terjadi padamu." Ucap kevin dengan intonasi suara yang lebih lembut.


" Aku ..."


Belum, selesai linda berbicara, dia sudah pingsan. Kevin segera membawa nya ke rumah sakit.


Dirumah sakit..


" Eugh.. Aku dimana?" Linda memegang kepala nya.

__ADS_1


" Jangan bangun, kau masih lemah. Dan kau ada di rumah sakit." Ucap kevin menahan tubuh linda, agar tidak bangun dari posisi tidur nya.


" Kevin, bisa kah kau penuhi satu keinginan, yang mungkin akan menjadi ke inginan terakhirku"


" Apa itu?"


" Aku ingin dekat dengan anak anak, aku ingin kembali bersama mu dan anak anak. Merasakan indahnya kebersamaan kita seperti dulu."


" Aa.. aku..."


" Aku mohon kevin..." Mata linda mulai berkaca kaca.


" Aku akan membawa mu agar dekat dengan anak anak, tapi untuk bisa bersama mu. Maaf, aku tidak bisa."


" Terima kasih kevin, terima kasih. Itu sudah cukup bagi ku." Linda memeluk dan menangis di pelukan kevin.


...Flashback off...


 


" Aku tau, hanya saja sikap mu tadi, membuat semua nya kacau."


" Ayolah, kau pasti bisa membujuk melodi."


" Akan aku coba."


" Terima kasih, kalau begitu aku pulang dulu." Linda berdiri dan memeluk kevin.


" Good night." Linda berbisik dan mencium pipi kevin.


Linda berjalan keluar dengan senyum kemenangan, dia sengaja melakukan itu, karena dia tau, bahwa melodi sedang memperhatikan mereka, tanpa kevin tau.


...----------------...


...----------------...


" Tadi ria dan bria, pulang lebih dulu dengan dady, mom. Mereka pulang sebelum pelajaran berakhir. Mungkin kak kenan juga pergi."


Setelah mengatakan itu, lulu pamit ke kamar dengan raut muka sedih, pasal nya, hal ini sudah sering terjadi selama beberapa minggu terakhir. lulu yang selalu pulang sendiri, padahal mereka bersama saat berangkat.


Tok


Tok


Tok


" Sayang.. momy bawa makanan kesukaanmu, apa momy boleh masuk?" Teriak melodi di balik pintu kamar lulu.


Ceklek...


" Masuk lah mom.."


" Ayo, makan. Apa kau mau momy suapi?"


" Hiks hiks hiks..." Lulu menangis, dan langsung memeluk melodi.


" Sayang.. kenapa menangis?, katakan pada momy." Melodi mengusap kepala luci.


" Mom.. kenapa dady, tidak lagi mengajakku, saat mereka jalan jalan. Mereka bahkan pergi dengan momy twins, apa dady tidak lagi menyayangiku mom?"


Duar... Hati melodi hancur mendengar penuturan putri nya, sejak kejadian itu, kevin memang terlihat mulai berubah. Dia jadi lebih sering membawa anak anak, padahal jam sekolah belum berakhir, dengan alasan yang tidak masuk akal. Seperti, akan mencarikan mereka tempat kursus yang baru, dan masih banyak alasan yang menurut melodi tidak masuk akal.


Lagi saat ditanya kenapa tidak mengajak lulu juga, alasan nya selalu lulu yang menolak.


Sungguh, ini sudah kelewatan. Aku harus mencari tahu sendiri. Batin melodi.

__ADS_1


Saat melodi turun ke bawah, dia melihat anak anak sudah pulang bersama kevin, dan linda.


Kenapa linda membawa banyak sekali koper?, apa dia akan tinggal di sini?. Ah, itu tidak mungkin. Batin melodi.


" Momy..."


Seperti biasa, anak anak selalu berhamburan ke pelukan melodi, dan mencium pipi nya.


" Hai sayang."


Giliran kevin mencium pipi melodi. Melodi hanya tersenyum tipis.


" Ken, kenapa dia ada di sini?" Tanya melodi.


" Ohya, mulai sekarang, dia akan tinggal sini." Ucap kevin santai.


" Apa?, ken. Kenapa kau memutuskan ini sendiri, kenapa kau tidak..."


Belum selesai melodi berbicara, kevin sudah menutup mulut melodi.


" Emmm, bik. Tolong antarkan nona linda ke kamar tamu." Ucap kevin pada seorang pelayan.


" Sekali lagi terima kasih ken." Linda tersenyum manis, kemudian berlalu mengikuti pelayan menuju kamar tamu.


" Apa makstud semua ini ken, pertama kau selalu membawa anak anak pergi bahkan saat masih jam sekolah. Dan sekarang kau membawa nya kemari. Apa mau mu ken." Teriak melodi.


" Sttt.. pelan kan suara mu. Ayo kita bicara di kamar." Kevin menarik melodi dan berjalan menuju kamar.


Sesampainya di kamar, kevin pun menceritakan, tentang linda yang terkena kanker xxx, hingga alasan nya membawa anak anak.


" Ck, jadi kau membawa anak anak menemui linda secara diam diam,"


" Maafkan aku mel, aku tau. Kau tidak akan mengijinkan ku membawa anak anak, apalagi menemui linda."


" Aku kecewa padamu ken."


" Ayolah mel, jangan egois. Pikirkan juga perasaan linda. Dia sedang sakit, jadi apa salah nya jika aku berusaha mendekatkan dia dengan anak anak. Jika kau di posisi linda, aku yakin kau akan meminta hal yang sama."


" Ck, apa jal*ng itu sudah mencuci otakmu ken."


" STOP MEMANGGILNYA JAL*NG MEL. Aku ingatkan padamu, kau hanya ibu sambung mereka. Linda adalah ibu kandung nya. Jadi linda berhak dekat dengan anak anak nya." Teriak kevin.


" Kau bukan lagi kevin yang aku kenal."


Melodi berlari keluar kamar dengan air mata yang siap terjatuh, dan membanting pintu kamar kevin.


" Argh... Kenapa jadi begini sih." Ucap kevin frustasi.


Sedangkan di balik dinding, ada seorang wanita yang tersenyum lebar melihat dua sejoli itu bertengkar.


" Rencana pertama berjalan mulus.. Tak ku sangka, kau masih seperti dulu, masih sama bod*h nya."


Wanita tadi tersenyum smirk, dan berjalan kembali ke kamar.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa like...


...komen...


...vote...

__ADS_1


...hadiah...


__ADS_2