CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Hampir saja


__ADS_3

Tidak ada pilihan lain bagi melodi, selain tetap berada di sisi kevin.


" Ken, bagaimana jika kau mandi, ini sudah siang, dan kau memelukku sudah hampir 3jam." keluh melodi.


" Hmmm, nanti saja."


" kenken, anak² akan segera pulang."


" Hemmm..."


" Kenken, mandilah, agar kau merasa lebih segar, demam mu sepertinya sudah reda." Ucap melodi sambil memeriksa suhu tubuh kevin.


" Hmm, kau tunggu disini, jangan kemana² sebelum aku selesai mandi.,


" Ucap kevin yang terlihat berjalan dengan sedikit sempoyongan.


" Ken, apa kau mau ku bantu ke kamar mandi." Tawar melodi.


" Tidak perlu, tunggulah disini."


Setelah memastikan kevin masuk kamar mandi dan terdengar suara gemercik air, melodi mengendap² menuju pintu.


Ceklek ceklek...


" Sial, bagaimana dia mengunci pintu ini?, jelas² tadi dia langsung menuju kamar mandi." Guma melodi.


" Ehem. Apa kau berencana keluar saat aku mandi?" Ucap kevin yang mengagetkan melodi.


" Kenken si*lan. Kau mau membuatku jantungan ya." Ketus melodi.


" Ka.. kau mau apa?."


Melodi yang melihat kevin terus berjalan ke arahnya. Melodi terus mundur hingga tubuhnya bersandar pada tembok, kevin terus mendekat hingga tidak ada jarak di antara mereka. Melodi bisa merasakan nafas kevin yang berada di hadapannya, wajah kevin terus mendekati wajah melodi. Semakin dekat..semakin dekat, dan...


" Terima kasih sudah merawat ku." Bisik kevin yang membuat melodi merinding.

__ADS_1


" Kenapa kau menutup mata melmel?, kau berharap aku mencium mu ya?" Goda kevin yang sukses membuat wajah melodi memerah.


" Dasar kenken menyebalkan."


Melodi mendorong dada kevin, namun kevin justru menarik melodi kedalam pelukannya. Kevin melepaskan pelukannya. Tangannya memegang wajah melodi, perlahan kevin mendaratkan sebuah ciuman di kepala melodi. Di kecup nya setiap inci dari wajah melodi, hingga ciuman mencapai bibir mungil melodi.


Melodi yang sudah terbuai akan sentuhan lembut kevin, mulai membalas ciuman kevin. Lama mereka saling beradu. Hingga tanpa sadar tangan kevin mulai menjelajah tubuh melodi.


" Stop ken." Melodi mendorong kasar kevin.


Kevin yang sudah di bakar nafsu, mendekati melodi dan kembali mel*mat bibir seksi melodi. Kevin menggendong melodi ala koala dan menjatuhkannya di kasur dengan perlahan.


" ken.." Seru melodi saat kevin menciumi lehernya.


" oh ken, hentikan."


" Aku mencintaimu melodi." Bisik kevin menghentikan aktivitas nya.


Melodi menatap ke mata kevin, mata yang begitu tulus, hingga tanpa sadar tangan melodi melingkar ke leher kevin, dan membawanya melakukan penyatuan bibir kembali.


Tok tok tok...


" Dady... Apa momy ada bersama dady.."


" Dady, dimana momy..."


" Dady.. Oh dady..."


" Dady..."


" Momy apa kau didalam?, kenapa pintunya terkunci."


" Ah, s*al. Menganggu saja." Ketus kevin.


" Hei, mereka hanya anak². Cepat buka pintunya" Kekeh melodi.

__ADS_1


Ceklek...


" Momy, kami kira momy akan pergi. Biasanya kan momy akan menyambut kami didepan pintu. hiks hiks hiks" rengek si twins.


" Sayang maafkan momy, dady sedang sakit. Jadi momy merawat dady."


" Benarkan?"


" Tentu saja, pergi dan lihatlah sendiri."


Kenan dan twins masuk ke dalam kamar, dilihatnya kevin sedang duduk bersandar di sofa.


" Dad, apa dady sakit ?" Ucap kenan


" Dady sudah sehat, berkat momy kalian memberi obat yang sangat manjur." kekeh kevin sambil memegang bibirnya.


" Benarkan momy?, obat apa yang momy berikan?" Tanya briana dengan wajah polos.


" Obat 'Jaran goyang', " ucap melodi sambil berlalu meninggalkan mereka.


" Hahahahah..." Kevin tidak dapat menahan tawanya. Sedangkan anak² kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi.


,,,


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa like...


...komen...


...vote...


...hadiah...

__ADS_1


...Terima kasih...


__ADS_2