CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Maafkan kami han


__ADS_3

" Kau sedang apa?" Kevin memeluk melodi dari belakang.


" ken, kau mengagetkan ku. Lepaskan ken, bagaimana jika anak² melihat." Melodi berusaha melepas tangan yang melingkar di pinggang nya.


" Tidak mau, aku masih sakit dan butuh vitamin." bisik kevin membuat melodi geli.


" Ehem... Maaf tuan muda." Suara han sukses membuat melodi berhasil melepaskan tangan kevin


" Bisa kah kau mengetuk pintu dulu han." Ketus kevin.


" Tapi disini tidak ada pintu tuan."


" Sekertaris han, apa kau ingin ikut makan siang bersama?." Tawar melodi.


" Tentu saja nona.... Kalau di ijinkan." Han melirik kevin yang menatapnya tajam.


" Ken..." Menatap kevin yang melotot pada han.


" Kalian duduklah, aku akan memanggil anak²." Ucap melodi meninggalkan kevin dan han.


Glek.. Han merasakan hawa mencekam setelah melodi pergi.


" Aaa... Tu..tuan sebaiknya aku makan diluar." Gugup han.


" Duduk!" Ketus kevin.


" Ada perlu apa kau kemari?."


" Aku mengkhawatir kan tuan, jadi aku datang untuk melihat apa tuan membutuhkan sesuatu."


" Ya kau benar han, aku sedang butuh sesuatu. akhir² ini aku merasa sesak di dada" Ucap kevin dengan suara yang mulai melunak.


" Apa sangat darurat?" Han dengan nada khawatir.


" Sepertinya sangat emergency."


" Apa perlu aku menghubungi dokter candra tuan?."


" Sepertinya begitu. Kemari lah han, sentuh dadaku." Kevin menarik tangan han.


" Apa kau merasakan nya han?"

__ADS_1


" Merasakan apa tuan?, " han bingung.


" Ck, tidakkah kau merasakan getaran itu han?, seperti gempa bumi. Saat aku bersentuhan dengan melodi han."


" Tuan.. Kau sedang jatuh cinta." Ucap han dengan gembira


" Ya han, aku jatuh cinta han." Kevin tersenyum lebar.


" Selamat tuan, selamat. Kau sudah mencair tuan." Hendak memeluk kevin


" hei, apa maksud mu mencair?, kau kira aku manusia es??!!" Ketus kevin.


" Apa saja lah tuan, asal kau bahagia." Han tak kuasa menahan rasa gembira nya. Dia pun memeluk kevin.


Saat kedua nya asik berpelukan, melodi dan anak² datang. Dan terkejut.


" Momy, mereka sedang apa?" tanya riana.


" Mereka sedang berpelukan!" ketus kenan


" Tapi kenapa dengan paman han?" saut riana.


" Apa dady menyukai paman han?" Ucap briana.


" Haaa..., apa dady lebih menyukai paman han daripada momy?" Riana memandang melodi yang menahan diri agar tidak tertawa.


Kevin dan han yang mendengar suara bisik², langsung melepaskan diri.


" Anak², kenapa berdiri di situ?, ayo kita makan." Ketus kevin menutupi rasa malu nya. Ia tau mereka pasti memikirkan hal yang tidak².


" Dady, apa kau akan menikahi paman han?" ucap riana.


" Ppffff...." Melodi menahan tawa nya, melihat han dan kevin melolot dengan perkataan riana.


" Sayang, kenapa kau bicara begitu?"


" Kami melihat dady berpelukan dengan paman han, kata bu guru dua orang dewasa yang berpelukan adalah sepasang kekasih." Timpal kenan santai.


" ppfff, hahahahah...." Melodi tertawa sambil memegangi perutnya.


" Momy, kenapa momy tertawa?!." Ketus kenan.

__ADS_1


" Hahaha, maaf maaf sayang." Melodi mengelus rambut kenan.


" Jadi ...."


" Sayang paman tidak mencintai dady kalian, masak terong makan terong." Ucap han.


" Ha??, terong?. Apa itu terong momy?, memangnya terong bisa makan dirinya sendiri?" Ucap twins.


" Emmm... aaa... emmm..., dady akan menjelaskan, momy harus ke kamar mandi, tata titi tutu." Melodi berlari meninggalkan meja makan, namun bukan untuk ke kamar mandi, tapi menghindari pertanyaan dari twins.


" Han, kau membuatku dalam masalah, kenapa membicarakan sesuatu yang membuat jiwa kepo mereka meronta²." bisik tajam kevin pada han.


" Maafkan aku tuan, aku tidak sengaja."


" Dad...?" Twins menatap kevin dengan tatapan membunuh.


" Mmm.. dahulu kala terong punya kaki dan tangan. Suatu hari mereka kelaparan dan terpaksa memakan saudara² nya sendiri." Karang kevin


" Tapi apa hubungannya dengan dady dan paman han?." Ucapan kenan berhasil membuat kevin menggaruk² kepalanya.


" Mmm, paman han yang akan menjelaskan. Benarkan han?" Kevin menepuk² bahu han.


" Aw... aw.. aduh.. sepertinya dady harus ke toilet. tata titi tutu." kevin melesat bagai jet.


" Paman...." Han mendapat tiga tatapan mematikan.


Habislah aku. Batin han.


..


..


..


..


..


...Jangan lupa like...


...komen...

__ADS_1


...vote...


...hadiah...


__ADS_2