
" Suster, dimana ruang rawat untuk pasien yang barusaja melahirkan?" Tanya kevin pada seorang suster jaga.
" Kalau ruang rawat biasa lantai empat, ruang rawat VVIP lantai lima."
" Terima kasih suster."
Kevin segera berjalan menuju lift. Karena dia sekarang berada di lantai satu. Maka dia harus menunggu lift turun ke lantai satu.
Lantai lima
Lantai empat
lantai tiga..
Tanda lift terus menunjukan pergerakan penurunan angka. Hingga akhirnya lift terbuka di lantai satu. Tempat dimana kevin sedang berdiri menunggu pintu lift terbuka.
Tring...
Pintu lift terbuka. Terlihat beberapa orang keluar dari lift dengan membawa seorang wanita di atas kursi roda.
Setelah semua orang keluar. Kevin dan beberapa orang lainnya masuk.
Kevin tidak mengenali, dan tidak menyadari, jika wanita yang di dorong tadi adalah melodi.
Ya. Ryan telah membawa melodi keluar dari rumah sakit.
" Mama?" Lirih kevin saat melihat jenny.
" Mama.." Teriak kevin.
Jenny menoleh sebentar, lalu kembali berjalan.
" Mama tunggu.."
Kevin berlari mengejar jenny.
" Ma.. ini kevin ma."
__ADS_1
" Iya mama tau."
" Lalu kenapa mama tidak berhenti saat aku memanggil mama?"
" Kau hanya memanggil kan. Bukan minta di tunggu." Ketus jenny.
" Ma, kenapa mama sangat kasar?"
Plak !!
" Kau masih tanya kenapa mama kasar. Harusnya kamu bisa menjawap nya sendiri. Jika bukan karena kelakuan kamu, melodi tidak mungkin mengalami kejadian ini." Ucap jenny dengan nada tinggi.
" Ma, aku tau aku salah. Aku khilaf. Sekarang dimana melodi?, aku ingin bertemu dengannya."
Jenny terdiam.
" Ma.. aku mohon. Aku akan memperbaiki semua nya. Aku janji."
Setelah kevin membuat banyak janji pada jenny. Akhirnya jenny luluh.
" Baiklah, mama beri kau satu kesempatan lagi."
Kevin hendak memeluk jenny.
" No, tidak ada pelukan sampai melodi benar benar memaafkanmu."
" Baiklah.
Kevin akhirnya berjalan di belakang jenny. Hingga akhirnya mereka tiba di kamar rawat melodi.
Melodi. Aku janji akan memperbaiki hubungan kita. Aku harap kau mau memaafkan aku, demi anak kita. Demi bayi twins kita. Memaafkan kebodohanku. Batin kevin.
Ceklek....
Jenny membuka pintu. Dan mata nya tertuju pada nana yang terduduk lemas di lantai.
" Nana..."
__ADS_1
Jenny berlari ke arah nana, di susul kevin.
" Na, apa yang terjadi?, dimana melodi." Tanya kevin mulai panik.
" Nana, katakan dimana melodi?"
Jenny berlutut dan memegang bahu nana.
" Bibi... Tadi melodi sadar, aku memanggil dokter. Setelah selesai diperiksa dokter, dia ingin makan makanan yang lain. Dokter mengijinkan. Jadi aku bermaksud membelikan makanan yang di minta melodi. Dan saat aku kembali, melodi sudah ada tidak ada di sini." Terang nana sambil menangis.
" Tenanglah nana. Melodi mungkin pergi melihat bayinya. Ayo kita kesana." Ucap jenny.
" Bukankah bibi tadi dari sana?"
" Aku hanya sebentar melihatnya. Lalu segera kembali kesini. Mungkin saja melodi melewati jalan yang lain."
" Mama benar. Ayo kita kesana. Nana, kau tenanglah. Melodi tidak akan jauh dari sini." Ucap kevin.
" Ayo na." Jenny mengandeng tangan nana.
Melodi. Semoga saja kau benar benar pergi ke ruangan bayimu. Karena tidak mungkin kau sudah pergi dari rumah sakit ini, sementara kondisi mu belum stabil. Bang ryan!, tidak mungkin dia bisa membawa pasien yang barusaja melahirkan dan belum genap dari 24 jam. Apalagi melodi melahirkan secara caesar. Dokter pasti tidak akan membiarkan pasien pulang. Batin nana.
...----------------...
...----------------...
......................
Maap ya dikit dikit, yang penting bisa up 3x sehari 🤣🤣. Kek minum obat ya..
Ya itung itung perjuangan author buat cari cuan. Walau sampai sekarang novelnya belum kontrak, wakakak.
Emang di sini kalau belum kontrak gak bisa dapat cuan ya??? Hehe..
Doain ya.. Biar novelnya acc kontrak ☺️
Terima kasih 🙏
__ADS_1
Salam kenal untuk kalian semua...☺️