
" Wah wah wah, ada yang habis bersenang senang rupa nya." Ucap ryan, saat melihat melodi pulang dengan senyum menghiasi wajahnya.
" Ya, aku habis bersenang senang."
Melodi terus melangkah.
" Hei, kau tidak ingin berbagi dengan abang mu ini."
" Nanti, aku ingin bertemu Al & L dulu." Teriak melodi.
Setelah beberapa saat..
" Jadi.., katakan apa yang membuatmu senang?" Tanya ryan.
" Aku tadi bertemu linda, dan.."
Melodi menceritakan, bagaimana dia mengancam linda. Dan bagaimana ketakutan dan kepanikan linda.
" Hemm, jadi adikku ini sedang ingin balas dendam?"
" Entah. Mungkin saja." Jawap melodi.
" Mel.."
" Ya?"
" Apa kau masih mencintai kevin?"
Melodi terdiam.
" Jika kau masih mencintai nya, kenapa tidak memberi dia kesempatan?" Ucap ryan lagi.
" Bang, apa aku pernah memberi seseorang yang begitu dalam melukaiku, kesempatan kedua?. Tidak kan?"
" Ya, mungkin saja lain dengan kevin."
" Bagiku, mereka tidak pantas mendapatkan kesempatan kedua."
" Jadi, apa rencana mu?"
" Aku ingin bermain main dulu dengan mereka. Apa boleh?" Melodi menatap ryan.
" Tentu saja boleh. Apa sih yang tidak untukmu adik kesayanganku."
" Terima kasih."
" Sama sama. Kemari, biar aku menggendong AL."
..
" Kevin.. Kevin tunggu."
Linda mengejar kevin.
" Ada apa lagi?"
" Kau harus percaya padaku. Aku benar benar melihat melodi."
" Baiklah oke. Aku percaya."
" Benarkah?, lalu kenapa kau meninggalkanku?"
__ADS_1
" Tentu saja aku akan mencari melodi."
Kevin kemudian naik ke atas. Meninggalkan linda sendiri.
" Aku harus melakukan sesuatu." Lirih linda.
Linda terlihat mondar mandir. Hingga saat kevin turun.
Brug..!
Linda pingsan.
" Nyonya.. Nyonya kenapa?"
Beberapa pelayan panik.
" Tuan, nyonya pingsan." Ucap salah satu pelayan pada kevin.
" Bawa saja ke kamar, dia mungkin kelelahan. Aku ada urusan mendesak. Jaga anak anak."
" Baik tuan."
Kevin kemudian pergi meninggalkan linda yang tengah pingsan.
Sial. Dia pergi. Cara ini tidak berhasil. Aku harus mencari cara lain, agar kevin kembali padaku. Batin linda.
..
"Han..."
Tok
Tok
" Han.."
Brak brak brak...
Kevin menggedor gedor pintu apartemen han.
Ceklek.
" Han?, kau sedang tidur?, astaga laki laki macam apa dirimu, jam segini sedang asik tidur."
" Hoammm.., ini weekend. Apa salahnya jika aku bersantai sedikit." Ucap han, dengar suara khas orang yang ngantuk berat.
Kevin menerobos masuk. Han mengikuti langkah kevin sambil menahan kantuk nya.
" Ada apa?" Tanya han.
" Linda melihat melodi di taman bermain."
" Ohh.." Han masih loading.
Kevin bersiap menutup telinga nya.
" APA...."
" Ayo cepat ikut aku untuk melihat CCTV taman itu, dan mencoba menemukan melodi."
" Apa tidak bisa besok saja." Pinta han.
__ADS_1
" Han.."
" Hah, baiklah baik."
Dengan langkah gontai, han berjalan menuju kamarnya.
Kemudian mereka bersama ke taman bermain, untuk melihat rekaman CCTV.
" Lihat, Aku rasa itu melodi." Ucap han.
" Coba stop, dan perbesar." Perintah kevin.
Terlihat melodi menghampiri anak anak. Dan mereka memeluknya. Slide berikutnya tidak menunjukan jika melodi membawa anak anak pergi. Atau adegan melodi berdebat dengan linda.
" Berhenti." Ucap kevin.
" Ada apa?" Tanya han.
" Mundur perlahan..., ya ya berhenti."
Dipandangi dengan seksama mobil yang keluar dari area parkir.
" Kevin, ada apa?"
" Aku curiga itu adalah mobil yang di tumpangi melodi."
" Benarkah?"
" Bisa kau perjelas. Hingga kami bisa melihat plat nomernya?" Perintah kevin pada petugas.
Petugas memperbesar layar, dan memperjelas nya. Kevin mencatat dengan baik plat mobil yang di curigai milik melodi.
" Logo itu.."
" Ada apa?" Tanya han.
" Lihatlah lah. Logo itu seperti tidak asing.."
" Kau benar.."
" Logo itu milik..."
" XLOVENOS.." Ucap han dan kevin secara bersama.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Yuhuu..
Selamat siang..
Jangan like dan komen nya ya kak ☺️☺️.
Doain juga dong, biar novel ini ACC kontrak. Soalnya udah dari bulan lalu masih lulus review awal terus. Wakakak.
Bye..
Ntar sore up lagi ❤️💙
__ADS_1