CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Memenuhi undangan 2


__ADS_3

Hari pernikahaan adam tiba.


Melodi sudah bersiap untuk datang, dia hanya menunggu daniel dan luci siap. Sambil menggendong AL.


" Hai mom." Sapa luci.


" Princess nya momy cantik sekali..." Ucap melodi, saat melihat luci memakai gaun berwarna pink muda.


" Momy juga cantik."


" Tentu saja momy cantik. Momy kan milik dady." Ucap daniel yang barusaja selesai bersiap.


" Enak aja. Momy milik luci lebih dulu, weekk.." Ucap luci sambil menjulurkan lidah ke arah daniel.


" Hati hati, dan lekas kembali." Ucap ryan.


" Kemari, biar aku yang membawa AL." Ucap ara.


Melodi mencium Al sebelum menyerahkan nya pada ara.


" Kami pergi dulu ya kak."


Melodi mencium pipi kanan dan kiri ara.


" Hati hati." Ucap ara.


Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit. Akhirnya mereka tiba di gedung, dimana resepsi adam di gelar.


" Wow, banyak sekali tamu undangan." Ucap melodi.


" Santai saja. Ayo kita langsung mencari mempelai nya."


Melodi berjalan sambil memegang lengan daniel. Sedangkan luci berada di sebelah kanan daniel.


" Itu mempelai nya." Ucap daniel.


Mereka berjalan dan menyapa pengantin.


" Selamat atas pernikahaan kalian." Ucap daniel pada adam.


" Selamat ya.." Ucap melodi.


" Terima kasih karena sudah berkenan untuk hadir." Ucap adam.


" Tuan muda liow. Saya merasa sangat terhormat anda datang ke pernikahaan kami." Ucap ica, istri adam.


" Sama sama. Semoga kalian berbahagia." Ucap daniel.


" Terima kasih. Silahkan nikmati hidangan nya." Tawar ica.


" Tentu."


Setelah mengucapkan selamat, melodi dan daniel memilih berbaur bersama para tamu.


Tak lama kemudian, adam menghampiri daniel dan melodi.


" Hai.." Sapa adam.

__ADS_1


" Hai. Kenapa pengantin nya datang kemari?" Tanya daniel.


" Kami hanya ingin meminjam luci, apa boleh?" Tanya adam.


Daniel menatap melodi. Melodi mengangguk.


" Tentu, asal yang di bawa pulang, segera kembali kan begitu selesai."


" Terima kasih."


" Ayo sayang ikut ayah. Akan ayah perkenalkan pada istri ayah."


" Tentu"


Cup


Luci menyempatkan diri mencium melodi.


" Luci akan pergi bersama ayah mom."


" Ya, bersenang senanglah. Dan, bersikaplah baik pada istri ayah, oke."


" Yes mom."


" Anak pintar. Sekarang pergilah."


Melodi menatap kepergian luci. Adam membawa nya duduk bersama ica.


" Kau kenapa?" Tanya daniel.


" Tidak. Hanya memastikan luci baik baik saja."


" Jangan khawatir. Aku yakin adam sudah berubah. Lihatlah, dia memutuskan untuk menikah, bahkan dia sangat berani meminta maaf kepadamu sebelum memulai lembaran baru nya."


" Ya, kau benar."


" Jadi tenanglah. Lebih baik kita nikmati pesta nya."


Melodi tersenyum ke arah daniel.


" I love you." Ucap melodi.


" I love you to, mau berdansa?" Tawar daniel.


" Tentu."


Melodi dan daniel berdansa dan berbaur bersama para tamu undangan yang lain. Sesekali mereka bercumbu, seakan melupakan mereka sedang berada di pesta orang lain.


Setelah cukup lama. Akhirnya mereka pamit untuk pulang.


" Sekali lagi, terima kasih sudah datang. Dan, mengijinkan luci untuk lebih lama bersama kami." Ucap adam.


" Kapan kapan, kau boleh mengajak nya bermain." Ucap melodi.


" Sungguh?" Mata adam berbinar binar.


" Ya, aku rasa."

__ADS_1


" Kalau begitu pekan depan ayah akan mengajak luci ke taman bermain. Bagaimana? luci mau kan?"


" Luci mau luci mau."


" Sayang. Sampai ketemu pekan depan."


Adam memeluk luci sebelum membiarkan luci pergi.


Ica mendekati melodi, yang sedikit jauh dari tempat dirinya dan adam duduk.


" Terima kasih atas kebaikan hatimu. Hatimu sungguh mulia. Kau bahkan mengijinkan adam untuk bertemu, dan bermain bersama luci. Walau dia telah menyakitimu. Jika aku jadi dirimu, aku mungkin sudah membawa luci jauh hingga adam tidak pernah bisa menemukan kami." Ucap ica.


Melodi mengelus-elus lengan ica.


" Dendam tidak akan membuatmu bahagia. Justru akan semakin membuat mu tersesat, dan sulit menemukan kebahagiaan. Jadi, kau harus bisa melupakan masa lalu. Dan, mulai berani untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik."


" Ya kau benar." Timpal ica.


" Jadi, jaga baik baik apa yang menjadi milik mu, jangan pernah membiarkan orang lain merampas nya."


" Ya. Aku tau. Adam bahkan sudah menceritakan semua kepadaku."


" Benarkah?"


" Ya. Dan aku rasa dia tidak akan bisa macam macam lagi."


" Uh, benarkah?"


" Ya. Aku katakan, jika dia berani mengulang kesalahan nya di masa lalu. Aku akan membawakan nya gunting besar, dan akan langsung memotong junior nya."


" Uwoaw !!!. Kau amazing sekali."


" Hehe, hanya bercanda. Tapi akan benar ku lakukan jika adam selingkuh." Bisik ica.


" Haha, ya ya. Kau benar. Hmmm, seperti nya harus ku coba jurus mu pada suami ku."


" Jurus apa?"


" Memotong junior mereka..."


" Hahaha..."


Melodi dan ica tertawa bersama. Lalu mereka berpelukan, sebelum akhirnya daniel membawa mereka pulang.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa tinggalkan...


...like...


...Komen...


...vote...

__ADS_1


...Hadiah...


__ADS_2