CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Keluarga Kevin


__ADS_3

" Darah??..."


" Hehehe, maaf. Aku sedang datang bulan." Kekeh melodi, sambil mengangkat 2 jarinya di atas kepala.


" Haha, seperti nya kita memang tidak boleh melakukan nya sebelum pernikahan." Kekeh kevin sambil memainkan bukit kembar melodi.


Melodi yang kembali terangs*ng dengan sentuhan kevin, mulai berani menjelajahi bagian intim kevin.


Perlahan melodi mengeluarkan pusaka dari sarangnya, merem*s perlahan, hingga kemudian mulai merasakan pusaka milik kevin.


" Eugh.. baby.."


Kevin mendesah, membuat melodi semakin bergairah. Di ***** nya pusaka milik kevin, perlahan namun pasti. Melodi mulai mengoc*k dengan mulutnya.


" Ohh.. sayang, Kau nakal."


" Mel..."


" emm...erguh... "


Melodi tidak menghentikan aksi nya, dia sudah bertekad akan menuntaskan hasrat kevin yang sudah menggebu-gebu.


...----------------...


Pagi harinya..


" Kau membuatku bergairah" Bisik kevin, saat melodi tengah menyiapkan sarapan untuk anak².


" Ken, hentikan. Bagaimana jika anak² melihat." Melodi berusaha melepaskan tangan kevin, yang menyusup ke dalam baju nya.


" Kenken." Teriak melodi saat kevin memainkan pucuk dari bukit kembarnya.


" Aww...." Kevin menjerit saat kaki melodi menginjak kaki nya.


" Aw.. kau jahat sekali."


" Dasar otak mesum." Melodi berlari menjauhi kevin yang masih merintih kesakitan.


" Kau tidak akan ke kantor ken?" Tanya melodi, saat dis sudah selesai mengantar anak² ke dalam mobil.


" Aku ingin disini bersama mu." Bisik kevin yang memeluk melodi dari belakang.


" Ma.. maaf tuan." Ucap han yang datang entah dari mana.


" Ck, kau selalu menganggu momen romantis ku han." Ketus kevin, melepaskan pelukan nya.


" Hiss, romantis apa, pikirannya saja mesum" Lirih melodi.


" Ada apa?" Ketus kevin.


" Maaf tuan, hari ini kita ada meeting penting, bla bla bla bla " Ucap han panjang lebar.


" Hmmm... baiklah. Ayo berangkat." ucap kevin kesal.


" Beri aku vitamin penyemangat." Ucap kevin pada melodi yang loading..


" Vitamin penyemangat???.." Melodi masih loading.


" Ck..." kevin menarik melodi dan langsung menyambar bibir seksi melodi.


Glek... han menelan ludah nya kasar.


Ini bukan vitamin penyemangat, tapi vitamin pembangkit hasrat. Batin han.


...----------------...

__ADS_1


" Permisi nona, saya akan memeriksa luci." Ucap candra saat melodi tengah menyuapi luci.


" Emm, silahkan dokter."


" Hmm, anak manis, apa kau meminum obat nya?" Tanya candra lembut pada luci. Dan luci mengangguk.


" Anak pintar. Makan yang banyak, istirahat dan minum obat tepat waktu. Kau akan cepat sehat setelah ini." Ucap candra ketika telah selesai memeriksa luci.


" Terima kasih dok." Ucap melodi membungkuk.


" Tidak perlu sungkan, aku harus pergi. Aku ada jadwal operasi."


" Biarkan aku mengantar mu sampai pintu depan."


" Hmm, baiklah."


Setelah mengantar dokter candra, melodi melihat sebuah mobil mewah baru saja memasuki gerbang.


" Nyonya., nyonya sudah pulang?, dengan siapa itu?." Lirih melodi, saat melihat yang turun dari mobil adalah ibu kevin.


" Selamat datang nyonya, anda sudah pulang?." Melodi membungkuk saat jenny sudah sampai di pintu masuk.


" Iya, aku langsung terbang kesini begitu mendengar akan ada pernikahan."


" Pernikahan?, Siapa yang akan menikah nyonya?."


" Ckckckck, kau ini tidak tau atau pura² tidak tau. Tentu saja pernikahan mu dengan kevin. Ohya, mulai sekarang berhenti memanggilku nyonya, oke. Panggil aku mama, seperti kevin yang memanggilku begitu." Ucap jenny.


" Pernikahan??" Melodi loading...


" Apa kevin belum membicarakan nya denganmu." Melodi menggeleng.


" Hais... anak itu. ohya kenalkan itu papa kevin, adik kevin dan sepupu kevin." Tunjuk jenny pada tiga orang yang berjalan ke arah mereka.



" Ya, bagaimana menurutmu?"


" Sangat manis." Abraham kemudian berjalan memasuki rumah.


" Tidak usah takut, tampang nya memang terlihat dingin, tapi sebenarnya dia adalah sosok yang harmonis." Jenny mengelus bahu melodi yang terlihat tegang.


" Mel.. kenal kan, putri bungsu ku gwen. Dia baru saja menyelesaikan studi nya di XXX"



" Halo kakak ipar, salam kenal." Sapa gwen.


" Ah, aku belum resmi menjadi kakak ipar." Kekeh melodi.


" Tidak apa², hitung² aku latihan, agar nanti jika resmi, aku sudah fasih memanggilmu kakak Ipar" Gwen tersenyum lebar menunjukan deretan gigi nya yang indah.


" Bibi, boleh kah aku istirahat sekarang, aku sangat lelah dan mengantuk, hoammm." Ucap gadis manis yang terlihat seumuran dengan gwen.


" Hei kau tidak sopan sekali. Sapa lah dulu calon istri kevin." Ucap jenny.


" Hai kakak.. Nanti saja ya kita berkenalan secara formal. Aku benar² lelah." gadis iku bergegas masuk ke dalam rumah.


" Dasar anak itu."


" Dia terlihat mirip dengan gwen." Ucap melodi yang melihat gadis itu berjalan berdampingan dengan gwen.


" Dia adalah jenifer, kau bisa memanggilnya jen. Dia sepupu kevin juga gwen. sejak kecil mereka memang selalu bersama. layaknya anak kembar." terang jenny.


__ADS_1


" Bahkan mata mereka terlihat sama." Ucap melodi.


" Ah mel, dimana luci?, aku ingin melihatnya." Ucap jenny.


" Lulu ada di kamar saya nyonya... mama, hehe." Jenny melolot saat melodi akan memanggilnya nyonya.


" Panggil aku mama. Oke, mama."


" Baik ma"


" Jangan sungkan mel, anggap lah aku ibu mu sendiri."


Melihat mata melodi yang berkaca², jenny memeluk melodi.


" Sudah jangan sedih, kau adalah keluarga ku sekarang."


" Hmm, Terima kasih mama"


" Sekarang ayo tunjukan dimana luci."


" Ya, baiklah."


Setelah melepaskan pelukan nya, mereka pun berjalan menunju kamar melodi.


......................


" Ken, apa kau bersunguh² ingin menikahi ku?" Ucap melodi yang menyandarkan kepala nya di bahu kevin.


" Tentu saja."


Melodi mengubah posisi nya, menghadap kevin dan menatap mata nya.


" Lihatlah aku ken, kita berbeda. Kau ibarat raja, sedang aku adalah rakyat biasa. Perbedaan kita bagai langit dan bumi. Sangat jauh"


" Aku tidak pernah mempermasalahkan status sosial seseorang mel. Jika aku mencintai nya, maka aku akan menikahi nya, bahkan aku rela meninggalkan semua nya, demi bisa hidup bersama seseorang yang aku cintai."


Ucapan kevin sukses membuat mata melodi mengembun.


" Dengar, aku mencintaimu. Dan akan selalu mencintaimu. Tidak bisa di tolak, tidak bisa di tawar." Kevin memegang pipi melodi yang mulai basah.


" Jadi.. apa kau mau menikah denganku?" kevin mengeluarkan sebuah cincin dari sakunya.


"


" Ya, aku mau. Terima kasih ken, terima kasih karena sudah mau mencintaiku. I love you ken" Melodi memeluk kevin.


" I love you more mel." Kevin membalas peluk kan melodi.


Tanpa mereka sadari, sepasang mata tajam sedang melihat apa yang baru saja terjadi. Dan mendengar, apa yang mereka bicara kan.


.


.


.


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa like...


...komen...


...vote...

__ADS_1


...hadiah...


...Terima kasih yang sudah berkenan mampir ☺️🙏🙏...


__ADS_2