CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Kepanikan daniel


__ADS_3

Drrtt Drttt Drttt...


Ponsel ara berdering.


Panggilan dari ryan.


" Aku angkat telepon dulu ya?" Ucap ara.


" Silahkan."


" Ya sayang.." Ucap ara.


" ----"


" Baiklah, aku segera kesana."


" ---"


Ara mematikan telepon, dan meletakkan kembali ponsel nya.


" Aku duluan ya," Ucap ara.


" Baiklah. Sampai jumpa lagi...."


" Ara. Panggil aku ara." Ara tersenyum ke arah viona. Viona membalas senyuman ara.


Ara segera kembali ke ruangan daniel.


Ceklek...


Ryan keluar, dan mendapati ara sudah ada di depan pintu, dan siap masuk ke dalam.


" Ke toilet kok lama sekali." Ucap ryan.


Cup


Ara terkejut, karena ryan langsung mencium bibirnya.


" Ryan. Ini rumah sakit." Ketus ara.


" Iya aku tau kalau ini rumah sakit. Tapi kamu kan istri aku, suka suka aku dong. Mau cium kamu dimana, dan kapan aja."


" iihhh, dasar nakal."


" Argh.."


Ara mencubit pinggang ryan.


" Bagaimana, apa daniel sudah siuman?"


" Ya, dia sedang diperiksa dokter. Dan dimana wanita itu?" Tanya ryan.


" Viona. Nama nya viona." Ucap ara.


" Jadi benar dugaan ku. Wanita itu adalah viona."


" Katakan. Apa yang kau ketahui tentang mereka. Maksudku, kau tau kan melodi dan daniel sedang dekat."


" Haahhhh.."


Ryan menghela nafas, kemudian duduk di kursi yang ada di sana. Ara mengikuti ryan.


" Aku dan daniel sangat dekat. Papa ku adalah sahabat papi daniel. Dan saat papa ku meninggal, beliau menitipkan ku pada keluarga daniel. Daniel, aku dan viona adalah teman kuliah. Namun daniel lebih dekat dengan viona, dan mereka menjadi pasangan kekasih. Mereka saling mencintai. Tapi tak sebesar cintaku padaku." Ucap ryan.


" Ryan.."


" Baiklah baik. Lalu, Saat kami pulang ke negara XXX. Tepatnya ke rumah daniel. Papi dan mami membuat keputusan sendiri. Mereka menjodohkan daniel dengan putri dari sahabat mami. Tentu saja daniel menolak mentah mentah perjodohan itu. Daniel bahkan membawa viona datang ke rumah orang tua nya. Namun, viona tidak di terima disana. Hingga daniel memilih pergi dari negera XXX. Walau papi sudah mengancam akan mencoretnya dari ahli waris. Daniel tetap memilih bersama viona."


" Astaga, kasihan sekali daniel." Ucap ara sendu.


" Yang kasihan aku. Aku terpisah selama bertahun tahun dengan adik ku. Bahkan saat mama meninggal, aku tidak ada di samping adik ku"


" Uh sayang. Cup cup cup. Iya iya, kamu yang paling kasihan." Ucap ara menenangkan ryan, layaknya anak kecil yang sedang menangis. Ryan kembali mencium bibir ara.


" Kenapa bibir mu sangat enak?, kau pakai lipstik pemikat yaa.."


" Sembarangan. Lanjutkan cerita mu."


" Kita main satu ronde dulu, mau gak?"


" Enggak."


" Dua ronde."


" Ryan.."


" Baiklah baik, tiga ronde."


" Aku pergi nih.." Ancam ara.

__ADS_1


" Yah yah, jangan dong. Nanti joko main sama siapa?"


" Tuh, sama pintu, atau pipa."


" Malang sekali nasib dirimu, joko."


Ara tertawa melihat sisi gila ryan.


" Sudah sudah, lanjutkan ceritamu."


" Tidak mau."


Ryan ngambek. Ekspresi muka nya persis seperti anak kecil. Ara mendekati ryan.


" Nanti malam, kita main sampai pagi." Bisik ara. Mata ryan langsung berbinar binar.


" Bener ya..."


" hiis, giliran gitu aja, semangat." Ketus ara.


" Hehe, bener gak nih?, kalau bohong gak jadi cerita." Ancam ryan.


" Iya.."


" Iya apa?"


" Main bola pingpong sampai pagi."


Ryan tersenyum penuh kemenangan.


" Daniel bekerja keras, agar viona dapat di terima di keluarganya. Dia bahkan membelikan sebuah apartemen untuk viona. Memberikan fasilitas yang mewah untuknya. Daniel ingin membuktikan bahwa, walau derajat mereka berbeda. Tapi viona juga bisa menjadi setara dengan mereka." Terang ryan.


" Jadi, karena viona tidak sekaya orang tua daniel. Jadi mereka menolak nya?"


" Ya.."


" Daniel memberikan semua fasilitas mewah hanya agar viona terlihat sama kaya dengan keluarga nya?"


" Ya.."


" Lalu. Apa yang terjadi?"


" Sangking besar rasa cinta nya pada viona. Dia bahkan berniat membuatkan sebuah mansion mewah untuk nya. Namun, kenyataan pahit harus di dapat oleh daniel."


" Apa itu?"


" Viona ternyata anak orang kaya. Dia tidak mengatakan itu pada daniel, karena saat itu dia ingin mandiri. Dan ingin membuktikan pada orangtua nya. Bahwa viona bisa hidup tanpa bantuan keluarga nya. Yang lebih menyakitkan, viona meninggalkan daniel demi laki laki bangsawan yang akan di jodohkan olehnya."


" Ya. Dan saat itulah daniel sangat frustasi. Dia selalu agresif dalam menghabisi musuh. Dan, dia menjadi lebih banyak diam. Hingga...."


" Hingga apa?"


" Hingga daniel bertemu melodi. Kau tau, daniel bahkan akan mencium ku saat dia meminta ijin ku, untuk mendekati melodi."


" Haha, benarkah?"


" Ya, bahkan luci menganggap kami akan menikah. Dia benar benar membuatmu dalam masalah."


" Haha.."


Tak lama kemudian, viona datang.


" Hai vi.." Sapa ara.


" Hai ara.., hai ryan."


" Hai."


" Apa daniel sudah siuman?" Tanya viona.


" Emm ya."


" Bolehkan aku masuk. Apa orang tua daniel masih ada disana?"


" Seperti nya mereka sedang makan siang." Ucap ryan.


" Bisa kah aku masuk?"


" Tentu."


Viona masuk, di ikuti ryan dan ara.


" Daniel, kau sudah sadar." Viona mendekati daniel, dan langsung memegang tangan daniel.


" Viona, kenapa kau ada disini?" Ketus daniel.


" Santai bung, dia yang selalu menjaga mu siang malam, selama kau tertidur." Ucap ryan.


Daniel menatap ryan, dengan tatapan tidak percaya. Ryan membalas dengan menggerakan kedua bahu nya.

__ADS_1


Tap


Tap


Tap


Ceklek..


" Hai, selamat siang " Sapa melodi.


Daniel langsung menarik tangan nya, dia tidak ingin membuat melodi salah paham.


" Mel, kau datang?" Ucap daniel.


" Tentu. Bang ryan menelpon, dan mengatakan kau sudah siuman. Jadi aku langsung datang kemari." Ucap melodi yang berjalan ke arah daniel dan meletakan buah tangan yang sengaja ia bawa.


Daniel terdiam. Biasanya saat mereka bertemu. Mereka akan cipika cipiki Namun, saat ini. Melodi memilih berdiri di samping ryan, setelah meletakan buah tangan untuk daniel.


" Bagaimana kondisi mu sekarang?" Tanya viona.


" Aku baik."


" Syukurlah. Semoga kau lekas sembuh."


Daniel menatap ke arah melodi.


Tak lama berselang, orang tua daniel datang.


Ceklek...


Mereka langsung mendekati daniel. Ryan, ara dan melodi memberi ruang untuk mereka.


" Daniel. Bagaimana keadaanmu?"


" Aku merasa baik. Terima kasih sudah datang."


" Nak, kami adalah orang tua mu. Tentu saja kami datang."


Ryan mengajak melodi dan ara untuk keluar. Agar daniel lebih leluasa bicara dengan keluarga nya.


Ryan memberi isyarat kepada daniel, bahwa dia akan keluar. Daniel tidak ada pilihan lain selain mengangguk.


" Nak, pulang lah bersama kami. Kami janji tidak berbuat hal yang tidak menyenangkan mu lagi." Ucap danang.


" Benar. Mami dan papi sudah merestui hubunganmu dan viona."


Ismi mendekati viona, dan memegang bahu nya. Viona tersenyum sambil menatap daniel.


Melodi yang berjalan di belakang ryan, dan tidak sengaja mendengar perkataan orang tua daniel. langsung menoleh ke arah daniel.


Daniel langsung gugup saat melihat tatapan melodi. Melodi tersenyum, dan kembali berjalan keluar ruangan.


Beberapa menit kemudian, orang tua daniel keluar bersama viona. Viona terlihat tersenyum sumringah.


" Ryan, daniel ingin bicara dengan mu."


" Ah, ya. Baik."


Setelah ryan dan ara masuk, daniel terlihat mencari melodi.


" Dimana melodi?" Tanya daniel.


" Sudah pulang." Jawap ryan.


" Kenapa pulang?"


" Dia bilang luci menelpon, jadi dia pulang"


Seketika wajah daniel berubah panik. Dia merasakan resah dan gelisah.


" Ada apa?" Tanya ara.


Daniel tidak menjawap. Dia semakin gusar.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Lanjut nanti malam yaa ☺️☺️


...jangan lupa kasih Like...


Tinggalin komen, biar semangat nulis


...Hadiah...


...dan,...

__ADS_1


...vote...


Makasih sudah mampir, 💙💙


__ADS_2