
" Astaga, apa apaan ini?"
Kevin terkejut, saat mengetahui, didepan gerbang utama mansion, terdapat banyak sekali wartawan.
Kevin langsung putar haluan, dan masuk ke dalam mansion, melalui pintu gerbang yang lain.
" Linda... Linda..." Teriak kevin.
" Dimana nyonya?" Tanya kevin pada pelayan.
" Nyonya di kamar nya tuan."
Kevin segera menuju kamar linda, ah tidak. Kevin langsung menuju ke kamar nya. Linda pasti ada disana. Mereka kan sudah menikah.
Ceklek..
Kevin masuk ke dalam kamar, di lihat nya linda sedang tidur.
" Linda, hei.. bangun."
Kevin mengguncang-guncangkan tubuh linda.
" Kevin, ada apa?"
" Kenapa kau bisa santai begini sih. Di luar banyak sekali wartawan." Ketus kevin.
" Hoammm... Terus kamu suruh aku apa?, kesana?, nemuin mereka?, biar semua semakin jelas?, jika aku benar pelakor?, merebut mantan suami nya sendiri dari istri baru nya. Begitu?, kamu mau nama ku ada di berita utama, dan di surat kabar?."
Kevin menjatuhkan diri di atas ranjang. Linda ikut tidur di bidang dada kevin.
" Perusahaan grahatama menarik semua investasi nya pada perusahaan."
" Apa?, kenapa bisa." Linda syok.
" Entahlah. Aku tidak tau. Han bilang, itu karena aku menyakiti adik dari pemilik grahatama, ryan."
" Ryan?."
" Ya, ryan. CEO grahatama, kakak kandung dari melodi."
" Apa??!!""
Kurang ajar, ternyata melodi adik dari orang terkaya di negera ini. Batin linda.
" Lalu kita harus bagaimana?" Tanya linda.
" Aku tidak tau, tadi aku datang ke mansion ryan dan memohon pada melodi, agar ryan menarik kembali niatnya."
" Apa mansion nya besar?." Tanya linda.
" Dua kali lipat dari mansion papa ku."
" What?"
" Ya, bahkan gerbang nya ada tiga lapis. Gerbang utama, gerbang tengah. Dan gerbang akhir menuju mansion itu."
Sial. Melodi benar benar menjadi orang kaya sekarang. Yang ku tau mansion abraham adalah yang paling besar. Jika mansion ryan 2x lipatnya. Itu berarti.. Ahh, tidak. Ryan pasti seorang miliader. Batin linda.
" Linda, kau mendengarkan ku?" Tanya kevin, saat linda sedang berangan.
" Ah ya. Lalu, apa yang terjadi, setelah kau bicara dengan melodi."
" Melodi menginginkan syarat yang tidak bisa ku penuhi."
" Apa itu?"
" Menceraikanmu."
Linda langsung bangun, dan kini ia dalam posisi duduk. Kemudian, kevin ikut duduk.
" Apa kau akan menceraikanku?, kita bahkan resmi menikah, masih dalam hitungan hari." Ucap linda sedih.
Kevin menggeser tubuhnya, dan memeluk linda.
" Itu tidak akan terjadi, aku janji."
" Janji?"
" Tentu, anak anak sudah menerima mu dengan baik. Dan sepertinya, mereka juga sudah mulai terbiasa tanpa bertemu melodi. Itu artinya. Kita satu keluarga yang utuh sekarang."
" Ah kevin. Kau membuatku tersanjung."
" I love you linda." Bisik kevin.
Linda tersenyum smirk. kata itulah yang ingin di dengar linda. Kata itu cukup kuat untuk menjadikan kevin sebagai budaknya.
" Bagaimana jika kita menuntaskan malam pengantin kita yang tertunda." Bisik linda, sambil membuka kemeja kevin.
" Aku sedang tidak ingin."
__ADS_1
Kevin menahan tangan linda. Linda bangun dan melepas semua pakaiannya dengan gaya, didepan linda.
Persis seperti 'kupu kupu malam' yang menarik perhatian para pria.
Dan siapa yang bisa tahan, melihat lekuk tubuh yang di tunjukan dengan gaya dan perlahan.
Kevin adalah laki laki normal. Hasrat mengalahkan ke tidakinginan nya untuk menyentuh linda.
Melihat mata kevin yang tak bisa lepas melihat tubuhnya, linda langsung membuka seluruh pakaian yang ada pada dirinya.
" Kau yakin, tidak ingin menyentuhnya?" Goda linda. Dengan pose yang membuat siapa saja tak tahan, jika hanya diam menjadi penonton.
Kevin segera bangkit dari tubuhnya, dan langsung menyerang linda secara brutal. Kekesalan yang di sebab kan melodi. Ia tumpahkan dalam bentuk hasrat yang mengebu-gebu pada linda.
Linda menikmati setiap permainan kevin. Walau kevin terkesan kasar. Namun itu justru membuat linda semakin berhasrat. Inilah yang disukai linda pada kevin. Kevin selalu bermain kasar saat pikirannya sedang kacau. Membuat penyatuhan itu sungguh nikmat bagi linda.
..
" Daniel?, kau disini?"
" Emm, ya. Kebetulan aku lewat. Jadi aku mampir, hehe."
Daniel mengusap lehernya yang tidak gatal.
" Begitu?"
" Ya, sekalian aku mengunjungi Al&l, boleh kan?" Tanya daniel.
" Mengunjungi al&l atau mengunjungi momy mereka?" Hardik ryan.
" Ah, tidak tidak. Aku sungguh ingin menemui al&l dan juga luci." Gugup daniel.
" Luci yang besar, atau luci yang kecil?" Tanya ryan.
" Luci besar. Eh, maksud ku luci kecil." Daniel melirik melodi.
" Ehem hem.."
Ryan memegangi tenggorokan nya.
" Jadi yang bener mana, luci besar atau kecil."
" Besar lah. Aaa... emmm.. luci kecil maksud ku."
Daniel tersipu malu. Melodi tertawa melihat perubahan wajah daniel.
" Sudah, jangan menggoda nya lagi. Lihat wajah nya. Mirip kepiting rebus, hahaha." Ucap melodi.
Daniel semakin tersipu.
" Biar ku bawa al&l kesini."
" Dan luci." Ucap daniel.
Melodi mengangguk dan tersenyum.
Sepeninggalan melodi. Daniel mengintip, memastikan melodi benar benar pergi. Ryan heran melihat tingkah laku daniel.
" Ada apa?" Tanya ryan.
Setelah memastikan melodi benar benar pergi. Daniel mendekati ryan.
Tiba tiba, ryan merasa merinding.
Daniel duduk di hadapan ryan.
" Ka..kau ma..u apa.." Ryan semakin merinding.
Daniel langsung menarik tangan ryan. Posisi mereka sekarang, mirip seseorang yang sedang ingin melamar kekasih nya.
" Ryan, tolong ijinkan aku mendekati melodi. Aku mohon."
Daniel meletakan tangan ryan di dahi nya.
" Lepaskan tanganku."
" Tidak, sebelum kau berkata iya."
" Jika aku berkata tidak, apa kau akan terus begini."
" Tidak."
" Lalu kau mau apa."
" Mencium mu."
" Hiii.." Ryan semakin merasakan hidupnya dalam bahaya.
__ADS_1
" Kau sudah gila ya." Ketus ryan.
" Ya. Aku sudah gila karena melodi. Jadi, tolong ijinkan aku mendekati melodi."
" Melodi tidak akan suka laki laki sepertimu, argh."
Ryan berusaha menarik tangan nya. Namun gagal.
" Aku mohon." Pinta daniel.
" Tidak."
" Ayolah.."
" Tidak!"
" Please.." Mata berbinar binar.
" No!, big no."
" Aku mohon." Mata sedih.
" Tii...dak."
" Ijinkah." Mata galak.
" Wo.. aku ingin memakanku?" Tanya ryan.
" Aku akan mencium mu, jika kau tidak berkata ya."
" Aaaaaaa......"
Ryan berteriak. Secepat kilat daniel memasukan roti ke dalam mulut ryan.
" Aemm.. emm emm emm.., glek." Ryan menelan dengan susah payah.
" Jadi, kau mengijinkahnya?"
" Tidak."
Daniel menatap sinis ryan. Ryan menatap sinis balik daniel.
Jadilah mereka saling bersinis-sinisan.
Daniel mendekati wajah ryan.
" Kau tidak benar benae ingin mencium ku kan?" Tanya ryan.
Daniel tidak menjawap, dia terus mendekat ke wajah ryan.
" Apa yang kau lakukan."
Ryan berusaha mundur. Hingga saat daniel hampir mendekati ryan.
" PAMAN..."
Teriak luci, dan langsung berlari ke arah ryan.
" Penyelamatku." Lirih ryan.
" Apa paman daniel sedang melamar paman ryan."
" Ppfff.."
Melodi menahan tawa nya, pasalnya dia juga melihat adegan, dimana daniel akan mencium ryan.
" Apa paman daniel mencintai pamab ryan?"
" Ppfftt.." Melodi memegang perutnya.
" Tidak tidak. Luci salah paham. Paman tidak mencintai paman ryan"
" Lalu kenapa paman tadi ingin mencium paman ryan?. Benar paman daniel mencintai paman ryan?"
" Ahahahahaha...."
Melodi tak dapat menahan lagi tertawa nya. Dia kembali masuk ke dalam.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Jangan lupa like yaa
komen
Nanti up panjang lagi...
__ADS_1
☺️☺️❤️❤️❤️