CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Salah Tuduh


__ADS_3

Brak !!


Ryan menendang pintu masuk mansion kevin.


" Melodi.." Teriak ryan.


" Kevin.." Teriak daniel.


Para pelayan yang ada, menjadi ketakutan karena ulah mereka. Para penjaga juga tidak berdaya, karena mereka sudah di urus para mafioso.


" Dimana kevin." Tanya daniel pada salah satu pelayan.


" Di..di kamar nya, tu..tuan." Ucap pelayan gugup, karena ketakutan.


" Dimana kamar nya?" Tanya ryan.


" Di atas tuan.." Ucap pelayan sambil menunjuk ke lantai atas.


Ryan dan daniel segera menaiki tangga menuju kamar kevin. Karena mereka tidak tau yang mana kamar kevin.


Jadilah mereka mendobrak seluruh kamar yang mereka lewati.


" Kevin.."


Brak brak brak...


Daniel memukul setiap pintu kamar dan langsung menendang nya. Hal sama juga di lakukan oleh ryan.


" Tidak ada." Ucap daniel.


" Coba ruangan lain."


" Kevin, keluar kau.." Teriak ryan.


Brak brak brak..!


" Disini tidak ada." Ucap daniel.


" Di sini juga." Imbuh ryan.


Hingga daniel berada didepan pintu kamar kevin. Samar samar dia mendengar suara *******.


Khawatir suara itu adalah milik melodi, daniel langsung mendobrak nya.


Brak !!!!.


" Oh ****. Mata suci ku sudah ternodai." Ucap daniel, saat melihat kevin dan linda, sedang melakukan pemanasan, sebelum mereka berperang.


Kevin dan linda, langsung mencari apa saja yang bisa menutupi tubuh nya. Daniel segera menutup pintu dan mencari ryan.


" Ryan, ayo kita pergi. Melodi tidak di sini. Bukan kevin pelaku nya."


" Darimana kau tau."

__ADS_1


" Aku baru saja melihat mereka akan melakukan senam kebugaran."


" Kebugaran?, kenapa tidak kau tanya pada nya. Bisa saja kan mereka pura pura melakukan senam agar kita tidak curiga." Ucap ryan


" Kevin keluar kau." Teriak Ryan


Daniel langsung menutup mulut ryan.


" Bukan senang itu yang ku maksud, tapi.. bsst bssst bbsstt..."


Daniel membisikkan sesuatu, yang sukses membuat ryan melolot.


" Kau melihat nya.." Tanya ryan.


" Dengan jelas."


" Bagaimana rupa nya??" Tanya ryan.


" Hais, kenapa jadi membicarakan itu. Ayo kita pergi, aku harus men-suci-kan mata ku lagi."


" Hei.."


Daniel meninggalkan ryan. Ryan mengejar daniel.


Akhirnya mereka meninggalkan mansion kevin.


" Siapa tadi?" Ucap linda sambil membalut tubuh nya dengan selimut.


" Aku akan melihat nya." Ucap kevin.


" Tidak perlu khawatir. Aku akan mencongkel m*ta nya jika dia melihat tubuh mu."


" Tetap lah di sini. Aku akan memeriksa nya."


Kevin segera turun untuk mencari tau siapa yang sudah menganggu aktifitas nya.


" Siapa yang datang?" Tanya kevin pelayan yang masih duduk ketakutan.


" Tidak tahu tuan. Kami hanya mendengar mereka terus memanggil manggil nama nyonya melodi."


" Melodi?" Kevin mengkerut kan dahi nya.


Kevin segera mengejar mereka. Namun sayang nya. Mereka sudah pergi.


Kevin akhirnya bertanya pada satpam dan para pelayan. Dari situ lah kevin tau, jika melodi telah di culik.


" Siapa yang berani menculik melodi?, aku harus mencari tahu." Gumam kevin.


...


Sedangkan, disebuah rumah di pusat kota. Melodi dan luci sedang di sekap dalam kamar. Walau tempat nya menyenangkan. Tetap saja luci merasa ketakutan. Ditambah dia melihat melodi masih belum juga sadar.


" Momy, bangun.."

__ADS_1


Luci mengoyang-goyang kan tubuh melodi.


" Ergh.."


" Mom.."


" Lu, kita dimana?" Tanya melodi, saat sadar diri nya berada dalam ruangan yang asing.


" luci tidak tau mom."


" Kenapa luci ada di sini?"


Luci kemudian menceritakan, saat daniel akan mencari melodi. Lalu seseorang datang dan merusak kunci mobil daniel.


Tap


Tap


Tap


Terdengar suara kaki melangkah.


Ceklek..


Seseorang masuk, dan terlihat membawakan beberapa makanan dan minuman, serta sebuah mainan.


" Siapa kau? dan apa mau mu" Ucap melodi.


Seseorang yang masih memakai penutup muka itu, tidak menjawap. Dia kemudian meletakan makanan di atas meja, dan memberikan sebuah tas berisi mainan kepada luci. lalu keluar, dan mengunci pintu.


" Mom.., luci takut."


Melodi memeluk luci.


" Tenang sayang, paman ryan pasti akan segera menyelamatkan kita."


Bang ryan.., tolong kami. Cepat selamatkan kami. Batin melodi.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa like...


...komen...


...vote...


...hadiah.....


Jika berkenan, follow author yaa, nanti author follback. ☺️☺️

__ADS_1


Kalau suka cerita nya, jangan lupa klik Favorit 😍🤩🤩


Ketemu lagi besok.. ☺️☺️💙


__ADS_2