
Satu bulan berlalu...
Melodi masih menunjukan tanda dirinya akan hamil.
" Sayang, bagaimana jika aku tidak bisa hamil."
" Jangan begitu. Lagipula kita kan sudah punya luci dan twins. Tidak tambah juga tidak apa apa." Ucap daniel.
" Tapi aku ingin memberikanmu keturunan."
" Sayang, sudahlah. Jangan terlalu di pikirkan. Kita jalani saja proses nya. Hasilnya, kita serahkan pada Yant Maha Kuasa."
" Apa kau akan pergi jika aku tidak memberikan mu keturunan?" Tanya melodi.
" Hei, kenapa kau bicara seperti itu?, Dengar, kau sudah memberiku luci dan juga twins. Itu sudah cukup bagiku."
" Tapi..."
" Stttt.., sudah jangan bicara soal anak lagi. Bagaimana kalau kita bikin anak aja?. Bagaimana kalau kita main dengan kasar?." Goda daniel.
" Maksudmu sambil memukul diriku?"
" Haha, bukan sayang. Memang nya aku gila.."
" Lalu apa?"
" Ayo, aku tunjukan." Ucap daniel.
Sebelum memulai, daniel memastikan pintu sudah terkunci dan kedap suara sudah di aktvkan.
Tanpa aba aba, daniel langsung menyerany melodi dengan sangat ganas. Dia merobek pakaian yang dikenakan melodi.
" Argh.., apa harus merobek baju ku?, ini baju kesayanganku."
" Akan ku belikan yang baru." Ucap daniel sambil mencumbu melodi.
Melodi membalas ciwman daniel.
" Tapi ini tidak ada di toko." Ucap melodi.
" Akan mu temukan walau ke ujung dunia." Daniel kembali mencumbu melodi.
" Tapi, ujung dunia kan jauh. Bagaimana kalau kau di telan beruang kutub."
" Akan ku penggal kepala nya dengan samurai." Daniel membuka pengait brah, dan meremaes remaes yang ada di dalam nya.
" Hmmmp... Tapi kau kan tidak punya samurai."
" Aku akan membuatnya." Daniel mulau melahaap benda kesayangan nya itu.
" Hmmphhh..., me..mang...., nya. kau bisa membuat samurai."
Daniel menghentikan aktivitasnya, dan menatap melodi.
" Aku tidak perlu membuat nya. Karena aku sudah punya samurai sendiri."
__ADS_1
" Benarkah? dimana?"
" Kau mau lihat?"
" Tentu saja." Ucap melodi bersemangat.
" Kau sudah melihat nya berkali kali."
" Benarkah?"
" Ya. Samurai ku sangat hebat, hingga bisa menembus cakrawala."
" Uhh.. Takut."
" Bukan takut. Harusnya kau mengatakan nikmat."
" Kok nikmat. Ya takut dong. Samurai kan tajam."
" Tidak. Samurai milikku sangat nikmat."
" Dimana?"
" Disini.."
Daniel membuka celana nya. Dan terpampanglah samurai daniel yang meleleh. Bentuknya yang kusut membuat melodi geli.
Karena sebelum nya dia tidak pernah tau bentuk junior saat sedang tidur.
Melodi yang geli, dengan gerakan refleks dan memejamkan mata, langsung menendang junior daniel menggunakan lutut nya.
" Daniel tadi itu apa?" Tanya melodi dengan mata masih tertutup.
" Argh.." Daniel masih mengerang kesakitan.
" Kau, membunuh kehidupanku." Ucap daniel.
Melodi membuka mata, dan melihat daniel kesakitan. Melodi langsung menghampiri daniel.
" Daniel. Kau kenapa?" Tanya melodi.
" My junior."
" Iya, kenapa juniormu?"
" Kau menendangnya."
" Apa?, tidak mungkin."
" Lihatlah."
" Daniel apa itu?" Teriak melodi
" Heh. Diamlah, ini tuh junior."
" Masak?. kok lembek gitu?"
__ADS_1
" Saat dia tidur memang seperti itu."
" Benarkah?"
Melodi mencoba memegang sang junior.
" Hehe, lucu ya. Kayak balon."
Lama melodi bermain disana.
" Mel.."
" Ya?"
" Kenapa junior tidak bangun?"
" Ha? mana ku tahu. Memang nya kalau bangun gimana?"
" Ya seperti biasa. Saat kau melihatnya."
" Aku tau. Maksudku, dengan apa dia bisa bangun."
" Dengan melihat dan bermain dengan mu."
" Ya sudah, main kan badan ku." Ucap melodi.
Daniel bangkit. Dan mendorong lembut melodi. Lalu daniel mulai bermain dengan benda kesukaan nya.
Melodi terbuai, hingga dia mengeluarkan suara khas kenikmatan. Lalu daniel menghentikan aktivitas nya. Dan melihat sang pusaka.
" Kenapa?" Tanya melodi.
" Dia tidak mau bangun." Ucap daniel, sambil melihat ke arah bawah.
" Uhh.. RIP sang pendekar." Ucap melodi.
Sedangkan daniel. Menatap melodi dengan tatapan sendu.
" Ku menangissss......."
...----------------...
......................
......................
......................
...Hayo kasih like nya lo...
...Dan komen...
...Kalau suka kasih hadiah dan vote...
...setiap hari senin. ☺️☺️...
__ADS_1