
Keesokan hari nya, mereka berkumpul di meja makan untuk sarapan, dengan muka berseri-seri.
" Lo, mel. Mau kemana dengan pakaian rapi begitu?" Tanya ara.
" Aku akan ke kantor kak. Sudah lama aku cuti, hehe. Kasihan bela."
" Aku akan menemani mu." Ucap daniel.
" Eh, bukan nya semalam kau bilang akan pergi melihat perusahaan mu sendiri?"
" Ah, itu bisa nanti setelah aku menemani mu." Ucap daniel.
" Terserah."
" Ehem.." Ucap ryan yang barusaja bergabung.
" Hai bang." Sapa melodi.
" Gimana bang. Kunjungannya berapa kali?"
" Berapa ya..." Ryan tampak berpikir, dan melihat ke arah ara.
" Dua." Jawap ara.
" Masak?" Cibir melodi tidak percaya.
Muka ara langsung berubah merah.
" Inti nya berkali, hehe." Ucap ryan.
" Aku juga mau ke klinik, boleh kan?. Sudah lama sejak pernikahaan kita, kau tidak mengijinkan aku kesana." Ucap ara.
Ryan menatap ara.
" Boleh ya..." Mata ara berbinar binar.
" Hmmm, jika sudah kena tatapan itu, aku bisa apa?" Gumam ryan.
" Jadi boleh?" Tanya ara.
" Boleh."
" Uh, terima kasih sayang."
Cup
Ara mencium pipi ryan.
" Tapi.." Ucap ryan
" Loh, kok ada tapi?"
" Tapi, aku harus ikut denganmu. Dan menjaga mu kemanapun kau pergi, dan apapun yang akan kau lakukan, aku harus ada di sampingmu."
" Ya gak bisa gitu dong. Bagaimana jika aku sedang memeriksa pasien wanita?" Tanya ara.
" Ya, aku akan tutup mata."
" Gak bisa gitu dong sayang, itu menganggu kenyamanan dan privasi pasien."
" Ya sudah. Kalau gitu kau tetap dirumah.
" Yah yah. Kok gitu?. Jangan dong."
" Mangkannya aku harus ikut."
" Tapi..."
" Mau atau tidak?"
" Ya. sudah iya. Daripada terus di mansion." Lirih ara.
Melodi dan daniel hanya tertawa kecil melihat perdebatan mereka.
__ADS_1
" Hai mom.." Sapa luci.
" Hai sayang."
Cup
Luci mencium pipi melodi.
" Hai girl, bagaimana dengan ciuman untuk dady."
" Ohya luci lupa, hehe."
Luci langsung berjalan ke arah daniel, dan mencium pipinya.
Cup
Daniel balik mencium pipi luci.
" Bagaimana dengan papi?"
" Mami juga mau dong."
Luci hanya terkekeh, melihat drama yang selalu terjadi ketika makan pagi.
Setelah mencium ryan dan ara. Luci duduk dan mulai sarapan.
" Apa momy akan ke kantor hari ini?" Tanya luci.
" Ya sayang. Kenapa, luci ingin ke sekolah dengan momy?"
" Bolehkah?"
" Tentu saja boleh sayang."
" Asik..."
" Ayo habiskan sarapan mu, setelah itu momy dan dady akan mengantar luci ke sekolah."
" Katakan pada pak rio, untuk tidak menunggu luci. Hari ini luci akan berangkat bersama ku." Ucap melodi pada seorang pelayan.
" Baik nyonya."
Seperti janji melodi, dia dan daniel mengantar luci ke sekolah.
Sesampai nya di sekolah, melodi turun, dan mengantar luci ke kelas.
" Hai mel..." Sapa seseorang.
Melodi berbalik, dan betapa terkejutnya dia, saat tau yang menyapa nya adalah..
" Adam?"
" Hai, apa kabar?" Tanya adam.
" Baik. Untuk apa kau datang ke sekolah luci." Ketus melodi.
" Santai. Aku hanya merindukan anakku. Susah payah aku mencari alamat mu, namun tidak ku temui. Aku hanya bisa menemukan alamat sekolah luci. Jadi aku datang. Dan kebetulan sekali, kau juga ada disini."
" Ada apa?"
" Aku hanya ingin memberi mu ini."
Adam memberikan sebuah kartu undangan pada melodi. Melodi menerima nya, dan membuka...
" Undangan pernikahaan. Adam dan ica. Minggi, jam bebas. Alamat, gedung prahadika." Lirih melodi.
" Jangan lupa datang dengan suami mu."
" Kau tau aku sudah menikah?"
" Pernikahan terbesar dan mewah keluarga liow. Siapa yang tidak tau?"
" Kau kenal keluarga liow?"
__ADS_1
" Emm ya, calon istriku adalah manajer di salah satu cabang perusahaan milik keluarga liow. Saat pernikahaanmu, seluruh karyawan mendapatkan libur dan ampao."
" Wow, benarkah?"
" Ya. Aku harap, kau akan datang bersama luci. Aku ingin ica tau, bahwa aku telah memiliki seorang putri."
" Akan ku bicarakan dengan suami ku dulu." Ucap melodi.
" Aku harap suami mu mengijinkan nya."
" Hmm."
" Luci. Peluk ayah.."
Adam membentangkan kedua tangan nya. Luci menatap melodi, seperti meminta ijin. Melodi mengangguk.
" Anak ayah sudah besar. Maafkan ayah jika selama ini ayah banyak salah terhadap luci. Maafkan ayah juga, karena tidak bisa menjaga luci dengan baik."
" Tidak apa apa ayah. Luci baik baik saja. Ada mami dan papi yang selalu menjaga luci. Dan sekarang luci juga mempunyai dady yang baik hati." Celoteh luci.
Ting
Ting
Ting
Ting
( anggap bunyi bell sekolah )
" Sayang, ayo masuk kelas." Ucap melodi.
Luci melepas pelukan nya.
" Bye ayah."
" Bye sayang.."
Setelah memastikan luci masuk ke dalam kelas, melodi berjalan keluar.
" Mel.." Panggil adam.
" Ya?"
Adam mengulurkan tangan nya. Melodi menatap dengan tatapan heran.
" Maafkan semua kesalahanku, baik yang di sengaja ataupun tidak."
" Sudah di maafkan."
" Melodi dengar. Aku akan memulai hidup yang baru. Jadi, aku akan memulai nya dengan meminta maaf pada dirimu. Aku harap kedepan nya kita bisa menjadi teman."
Melodi kembali menatap adam, lalu menjabat tangan adam.
" Terima kasih. Aku menunggu mu di acara penting ku." Ucap adam.
" Ya. Kalau begitu aku harus pergi. Suami ku pasti sudah menunggu."
" Ya. Salam untuk suami mu, dariku."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
...hadiah...
__ADS_1