CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Ajari Aku


__ADS_3

" Daniel...."


" Daniel, dimana kamu...,"


" Daniel...," Teriak ryan.


Daniel yang barusaja duduk santai di sebuah taman, menjadi terganggu karena teriakan ryan.


" Hais, apa lagi si hamping itu.."


Daniel tetap duduk, dan memejamkan mata, mengingat pergulatan spektakuler nya dengan melodi, sambil sesekali dia tersenyum sendiri. Mengingat kegilaan dia dan melodi saat beradu kebolehan di atas ranjang.


" Daniel !!!" Ketus ryan, saat berhasil menemukan daniel.


" Ada apa?" Jawap daniel santai.


" Kau bilang ada apa?, setelah yang kau lakukan pada adik kesayangan ku, kau masih tanya ada apa?"


" Benar kan?, ada apa kau berteriak teriak. Kakak ipar."


Sikap daniel memicu amarah ryan. Ryan menarik kasar kerah baju daniel.


" Wo wo wo, santai bung. Anda ini kenapa?, salah makan?" Tanya daniel.


" Apa yang kau lakukan pada adikku?"


" Yang ku lakukan?"


" Ya. Apa yang kau lakukan selama di bulan madu?"


" Oh itu.."


Daniel menyingkirkan tangan ryan dari merah baju nya.


" Tentu saja aku membawa nya ke surga dunia. Surga yang tidak pernah dia datangi sebelum nya."


" Surga kepala mu. Tubuhnya penuh luka memar. Kau apakan adikku."


" Itu tanda cintaku bung, bukan sebuah pukulan."


" Jangan alasan, kau apakan adikku?"


Ryan hendak menarik kerah baju daniel lagi, lalu...


" Ryan...."


" Bang...."


Panggil ara dan melodi secara bersama.


" Ara?"


" My quuen"


Ryan dan daniel saling berpandangan, saat mereka juga memanggil nama melodi dan ara secara bersama.


" Kalian sedang apa?" Tanya ara.


Melodi mendekati daniel.


" Iya, bang ryan mau ngapain my honey bunny sweety." Ucap melodi.


Daniel menjulurkan lidahnya ke arah ryan. Ryan semakin geram.


" Ara. Bukankah kau melihat tubuh melodi penuh luka lebam."


" Iya, tapi itu bukan luka lebam." Ucap ara.


" Lalu apa?"


Ara mendekati telinga ryan, dan membisikan sesuatu ke ryan.


Glek.

__ADS_1


Ryan menelan saliva nya. Dia memandang daniel dan melodi secara bergantian.


" Kau yakin?" Bisik ryan.


" Ya. Melodi yang menceritakan semua nya tadi." Ucap ara.


Ryan berjalan mendekati daniel, dan memeluk nya sambil berbisik.


" Kau sangat hebat. Setelah ini, ajari aku melakukan nya."


" Ajari apa?"


" Ajari aku agar para wanita menjadi candu akan milikku."


" Ppfff.."


" Jangan tertawa, kau mau mati?"


Ryan sedikit menekan pelukan nya.


" Kalau aku mati, adikmu akan jadi janda. Kau ingin dia menjadi janda lagi?"


Ryan langsung melepas pelukan nya, dan menatap daniel.


" Ya ya, kau benar."


Ryan menepuk bahu daniel.


" Jangan lupa. Ajari aku trik nya." Bisik ryan.


" Sip. Mantap jaya deh pokok nya. Kau siapkan saja."


" Siapkan apa?"


" Mental."


" Oh. Itu sudah pasti."


Melodi mencoba menguping pembicaraan mereka. Namun dia tidak mendapatkan apapun.


" Iya, ngapain sih?, lagi buat acara buat main bareng di ranjang ya?"


Tuk


" Sembarangan." Ryan melempar tangkai bunga ke arah melodi.


" Aw.., habisnya kalian mencurigakan."


" Iya"


" Aku hanya minta maaf pada daniel. Karena sudah salah presepsi." Ucap ryan.


" Ohhh..." Jawap ara dan melodi.


" Ya, sudah. ayo kita masuk." Ajak ryan.


" Cus.."


Ryan mengandeng ara masuk ke dalam rumah. Sedangkan daniel memilih tetap di sana, bersama melodi.


" Lihat, langitnya sangat indah." Ucap daniel


" Iya. Berapa hari kita tidak melihat malam ya?"


" Seminggu penuh." Jawap daniel.


" Wow, seminggu ya, rasanya seperti baru beberapa hari saja."


" Kenapa?, apa kau menjadi candu?"


Melodi menatap daniel sambil mengigit bibir bawahnya.


" Sudah ku duga. Ayo." Ajak daniel.

__ADS_1


" Kemana?"


Daniel mendekati melodi, dan berbisik.


" Ke surga dunia."


Tanpa aba aba. Daniel langsung mengendong melodi masuk ke dalam rumah. Mereka langsung menaiki lift. Di dalam lift, melodi tak ingin membuang kesempatan. Dia menciwm bibir daniel.


Tring...


Pintu lift terbuka. Daniel menurunkan melodi dengan tujuan, agar sesi ciuman mereka ditunda sampai mereka sampai di kamar. Daniel khawatir ada yang melihat mereka.


" Kita lanjutkan di kamar." Bisik daniel. Membuat melodi bertambat semangat.


Saat mereka tengah berjalan ke arah kamar mereka. Ryan menarik tangan daniel.


" Aku pinjam dia sebentar." Ucap ryan pada melodi.


" Lo, my husband, honey bunny sweety mau dimana kemana?"


" Sebentar."


" Bang ryan.."


" Sebentar.."


Ryan segera membawa daniel menjauh.


" Hei, ada apa ini?. Kau tau, aku sedang ingin mengajak melodi jalan jalan ke angkasa." Ketus daniel.


" Jalan jalan nya nanti saja. Tunggu tengah malam. Akan ku sewakan kereda kuda." Ucap ryan yang terus menyeret daniel.


" Kita mau kemana sih?"


" Kau lupa janji mu yang tadi."


" Yang mana?"


Ryan menoleh ke kanan kiri. Memastikan tidak ada siapapun termasuk ara.


" Mengajariku agar ara menjadi candu." Bisik ryan.


" Oh. Itu bisa besok saja. Sekarang aku mau jalan jalan dengan melodi."


Daniel berputar arah. Dan hendak pergi.


" Eh..., mau kemana?"


" Ke kamar" Jawap daniel.


" Tidak. Kau harus mengajariku trik nya sekarang juga."


" Tapi, cintaku.."


" Sudah ayo." Ryan kembali menarik daniel.


" Hiks hiks hiks, ku menangis......"


" Gak usah lebai." Ketus ryan


Daniel langsung bungkam seribu bahasa.


...----------------...


...----------------...


......................


......................


...Jangan lupa like...


...komen...

__ADS_1


...vote...


...hadiah...


__ADS_2