CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Linda kembali ke mansion


__ADS_3

Drtt...drttt....drttt..


Ponsel kevin berdering. Dari nomer tidak di kenal.


" Halo?"


" Dengan bapak kevin?"


" Iya saya sendiri. Maaf, dengan siapa saya berbicara?"


" Saya satpam di apartemen XXX. Saya menghubungi anda. Karena salah satu penghuni apartemen ini. Linda santika. Pingsan dan tak sadarkan diri. Karena dalam ponselnya banyak panggilan dari anda. Saya pikir anda mungkin suami atau anggota keluarganya. Jadi bisakah anda kesini?"


Kevin memijat pelipisnya. Melodi belum ketemu. Sekarang linda sedang dalam masalah.


" Halo, pak. Apakah anda masih di sana?"


" Oh ya ya. Maaf, saya akan segera ke sana."


Kevin segera mengambil jas dan kunci mobilnya.


" Kevin kau mau kemana?" Tanya jenny.


" Kevin ada urusan sebentar ma. Tolong jaga anak anak."


" Baiklah."


Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit. Kevin sampai di apartemen linda.


" Siang. Saya mendapat telpon dari satpam, yang mengatakan linda pingsan." Tanya kevin pada seorang resepsionis.


" Dengan bapak kevin?"


" Iya betul."


" Langsung saja menuju klinik kami si lantai 15. Ny.lindi rawat di ruang anggrek kamar 03."


" Baik. Terima kasih."


Kevin segera berjalan menuju ruang, dimana linda di rawat.


Ceklek..


Di lihatnya linda sedang tidur. Entah tidur, entah belum sadarkan diri.


Kevin mendekat dan duduk di dekat linda.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, linda membuka mata.


" Hei, apa yang terjadi denganmu?" Tanya kevin.


Linda bukannya menjawap, dia justru menangis.


" Ak..aku.., aku sudah kehilangan semuanya kevin. Alex menghancurkan karirku. Dia.. dia juga sudah menjual apartemenku. Satu satu nya yang aku punya di kota ini."


Entah karena iba, atau karena memang masih ada rasa cinta pada linda. Kevin meraih tubuh linda, dan memeluknya.


" Aku..aku tidak tau lagi harus apa. Hiks hiks hiks."


Linda semakin terisak.


" Sudah.. tenanglah. Tenang, kau masih memiliki aku." Ucap kevin.


" Terima kasih. Maaf, jika aku membuatmu datang kemari."


" No problem. Tunggulah sebentar, aku akan memanggil dokter."


Linda mengangguk.


" Apa kau sudah merasa lebih baik sekarang?" Tanya kevin setelah dokter selesai memeriksa linda.


" Dokter bilang, besok kau sudah boleh pulang."


Linda terdiam. Menunduk, kemudian kembali menangis.


" Hei, ada apa?. Kenapa menangis lagi?"


" Aku harus pulang kemana?, aku sudah tidak punya tempat tinggal."


Lama kevin berpikir.


" Tinggal lah sementara di mansion ku."


" Tapi?, bagaimana dengan melodi dan keluargamu yang lain."


" Biar aku yang mengurusnya. Lagi pula, ini hanya sementara kan. Sampai kau dapat tempat tinggal baru. Atau kau ingin kembali ke kota asal mu."


" Tidak. Aku belum siap jika kembali dalam keadaan kacau seperti ini."


Keesokan harinya..


Semua penghuni mansion geger, karena kevin pulang bersama linda.

__ADS_1


" Kevin. Kenapa kau membawa pulang wanita ini?, kau tau. Gara-gara wanita ini, menantu dan cucu ku pergi." Ketus jenny.


" Kevin, apa maksud mama."


" Jangan kau panggil aku mama, aku tidak sudi mendengarnya."


" Ma, kita bicarakan nanti. Sekarang biarkan linda istrihat dulu. Dia sedang sakit."


" Huh."


Jenny pergi meninggalkan kevin dan linda. Untung abraham tidak ada di rumah, jika saja ada. Mungkin linda dan kevin sudah di usir dari sana.


" kevin. Apa maksud mama tadi. Kemana melodi."


" Dia pergi membawa bayi dan luci."


" Apa?, kenapa?"


" Semua salahku. Aku mengatakan hal yang mungkin menyakitinya."


" Lalu, dimana sekarang melodi."


Kevin menggeleng.


" Apa ini juga karena ku?"


" Kita bicarakan nanti, sebaiknya kau istirahat dulu."


" Baiklah.."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Maaf gantung, lanjut ntar malem ya, si bocil lagi rewel.


...Jangan lupa like...


...komen...


...vote...


...hadiah...

__ADS_1


__ADS_2