
" Dimana melodi?" Tanya daniel.
" Sudah pulang." Jawap ryan.
" Kenapa pulang?"
" Dia bilang luci menelpon, jadi dia pulang"
Seketika wajah daniel berubah panik. Dia merasakan resah dan gelisah.
" Ada apa?" Tanya ara.
Daniel tidak menjawap. Dia semakin gusar.
" Eh eh eh, kau mau kemana?" Ucap ryan saat melihat daniel bangun.
" Aku ingin menemui melodi."
" Ck, kau masih sakit. Nanti kau tambah mati jika banyak bergerak." Ucap ryan.
" Dasar hambing." Ketus daniel.
" Hambing apa'an ?" Tanya ara.
" Yang bunyi mbekk..mbeekk..." Ryan menirukan suara hewan berbulu itu.
" Nah, ini kan.." Goda daniel
" Udah bosan hidup?" Ketus ryan.
" Tapi serius. Aku perlu bicara pada melodi."
" Memangnya ada apa?" Tanya ara.
Daniel kemudian menceritakan apa yang terjadi. Ide jahil langsung muncul di otak ryan.
" Benarkah??" Ryan pura pura terkejut.
" Aku harus bagaimana, aku tidak ingin melodi salah paham."
" Memangnya aku sudah memberi mu ijin mendekati melodi?" Ucap ryan.
Daniel terdiam dengan tatapan sendu. Ara menyenggol dan melotot pada ryan. Ryan mengisyaratkan untuk diam.
" Baik lah baik. Aku ijinkan kau mendekati adik ku."
" Sungguh?"
" Ya.."
Tanpa di duga. Daniel langsung turun dari ranjang, dan memeluk ryan.
" Thanks brother." Bisik daniel, dia lalu mencium pipi ryan.
" Hiiii.., kau membuat ku terkena rabies." Ketus ryan. Ara tertawa.
Daniel melepas selang infus di tangan nya, lalu berjalan dengan wajah sumringah.
" Hei, kau mau kemana?" Tanya ryan.
" Tentu saja menemui bidadari ku." Ucap daniel.
Saat daniel akan membuka pintu. Viona dan orang tua nya lebih dulu masuk.
" Lo, daniel kamu mau kemana?" Tanya viona.
" Bukan urusanmu."
" Daniel, kamu kok kasar sama viona sih. Mami dan papi udah merestui kalian lo." Ucap ismi.
Ryan dan ara saling melempar pandangan.
" Ayo, kamu harus kembali ke tempat tidur, sebelum dokter menyatakan kamu benar benar sehat." Ismi mendorong tubuh daniel kembali ke kasur.
" Aku harus pulang, besok aku datang lagi." Ucap ryan.
" Lekas sehat." Ucap ara.
" Thanks ara."
....
Dalam perjalanan pulang.
" Sayang, bagaimana jika daniel kembali pada viona?" Tanya ara.
" Tidak mungkin."
" Mungkin saja kan?"
" Tidak mungkin."
" Kalau mungkin bagaimana?, kasihan adik ipar ku."
" Aku tidak akan membiarkan itu terjadi."
" Sayang kita mampir ke plaza yuk."
" Mau apa?"
" Membelikan baju untuk keponakan ku."
" Tidak usah."
" Eh, kenapa?"
" Mereka sudah punya masing masing satu kamar khusus untuk pakaian mereka."
" Yah.., bagaimana kalau mainan."
" Mereka punya satu gudang penuh mainan."
Ara kembali cemberut.
__ADS_1
" Tapi itu kan dari mu, dari ku belum. Aku kan juga ingin membelikan mereka sesuatu."
" Baiklah. Ayo kita ke mall."
" Bener?"
" Yes, my queen."
Beberapa jam kemudian, mereka sudah tiba di mansion ryan.
" Papi..."
Luci langsung berlari ke arah ryan dan ara. Ya, sejak menikah. Ryan ingin luci memanggil nya dan ara dengan sebutan mami dan papi.
" Hei cantik. Dimana momy dan adik adik mu?"
" Di ruang bermain."
" Ayo, mami punya sesuatu untuk kalian."
Ara mengandeng tangan luci, dan berjalan menuju ruang bermain.
" Momy, lihat. Mami membawakan luci dan twins baju serta mainan."
Luci mulai membuka paper bag yang di bawa ara.
" Wah, mami. Ini seperti yang papi belikan untuk luci."
" Benarkah" Tanya ara.
" Ya, tapi luci tetap menyukai nya. Karena itu dari mami. Terima kasih mami."
Cup
Luci mencium pipi ara.
" Uh, kau manis sekali."
Ara mencium kedua pipi luci.
" Terima kasih kak ara, sudah membelanjakan anak anak. Kakak tidak harus melakukan itu."
" Tidak apa apa. Aku hanya ingin memberi mereka sesuatu." Ucap ara sambil memangku L.
" Mel, kenapa tadi buru buru pulang?"
" Ah, ya. Tadi pelayan menelpon, katanya luci merengek minta es krim yang ada di taman bermain. Jadi aku kesana untuk membelikan nya."
" Kau pulang bukan karena hal lain?"
" Maksud kakak apa?"
" Ah tidak ada. Ohya, memang benar ya anak anak punya segudang mainan, dan ruangan penuh pakaian?" Tanya ara dengan anda sedikit berbisik.
" Kenapa?, kakak tidak percaya.?"
" Percaya, hanya ingin tau.."
" Ayo, aku tunjukan."
" Astaga, ini pakaian atau butik. Kenapa banyak sekali. Ini sih stok sampai luci dan twins menikah." Lirih ara. Melodi terkekeh.
" Ekspresi kakak sama seperti saat aku pertama kali melihat nya."
" Benarkah?"
" Ya, dan kakak akan lebih terkejut saat melihat gudang tempat mainan mereka."
Melodi pun mengajak ara ke ruangan yang tidak jauh dari ruang pakaian luci serta twins.
" OH MY GOD !!!!. Ryan benar benar sudah gila?"
" Haha, aku juga berpikir begitu. Disini ada berbagai macam mainan. Aku rasa seluruh jenis mainan di dunia ada di sini."
" Sekaya apa kakak mu itu. Sampai dia membuatkan mereka semua ini."
" Aku juga tidak tau, hehe." Kekeh melodi.
" Ayo, aku ajak kakak berkeliling."
Melodi memberikan Al kepada pelayan yang memang sengaja mengikuti mereka.
" Tapi luka mu?"
" Tidak masalah. Ayo."
Ara dan melodi, melanjutkan berkeliling mansion ryan.
Sementara itu, daniel di perbolehkan pulang, setelah menjalani serangkaian pemeriksaan.
Daniel memutuskan membawa orang tua nya ke apartemen, daripada membiarkan mereka tidur di hotel.
" Ayo viona. Kamu juga ikut." Ajak Ismi.
" Mami.."
" Apa sih daniel. Biarkan viona ikut. Viona mau kan?"
Viona tersenyum dan mengangguk. Sedangkan daniel terlihat kesal. Karena viona selalu diam, dan tidak menjelaskan bahwa mereka sudah tidak ada hubungan apa apa lagi.
........
Tiga hari kemudian...
" Viona. Antar makanan ini ke kamar daniel ya.." Perintah ismi
" Baik tante."
" Kok tante sih, panggil mami dong, sebentar lagi kamu jadi istri daniel. Jadi harus membiasakan diri."
Viona hanya tersenyum, sambil menerima nampan yang berisikan makanan. Dia tau, daniel sangat marah pada nya. Terutama karena dia yang selalu diam di hadapan orang tua daniel.
Inilah kesempatan viona untuk berbicara empat mata dengan daniel.
__ADS_1
Tok
Tok
Tok
Ceklek...
" Daniel.."
" Viona??, untuk apa kau kemari?"
" Aku membawakan mu makanan."
" Tidak perlu, aku bisa makan di dapur." Ketus daniel.
" Daniel, tolong. Beri aku kesempatan untuk bicara."
" Oke. Silahkan."
" Daniel, aku tahu. Dulu aku salah, sudah membohongi mu, dan menyakiti mu. Tapi aku sudah meninggalkan semua itu. Demi dirimu, aku membatalkan pernikahaanku dengan pria bangsawan itu hanya untukmu."
" Lalu?"
" Selama ini aku berusaha mencari dirimu. Hingga aku bertemu denganmu, saat kau mengantar ngantar ara untuk berhias."
" Jadi kau sudah mengenal ara?"
" Ya, kami sempat bicara banyak saat di rumah sakit."
" Kau sudah selesai dengan ceritamu?, sekarang katakan. Apa mau mu."
" Aku ingin, kita kembali seperti dulu lagi, merajut cinta bersama."
" Maaf, itu tidak akan mungkin terjadi?"
Viona mendekati daniel.
" Kenapa?, bukankah orang tua mu sudah merestui hubungan kita?. Itu kan yang kau inginkan selama ini."
Viona hendak menyentuh daniel, namun daniel langsung berpaling dari viona.
" Daniel, aku tau kau masih mencintai ku, jadi. Ayo kita tutup lembaran lama. Bersama, kita membuka lembaran baru."
" Maaf viona, tapi aku tidak bisa."
" Kenapa?, kau tidak bisa memaafkan ku?"
" Aku sudah melupakan segalanya tentang kita. Aku sudah menguburnya sejak satu tahun perpisahan kita."
" Daniel, tidak mungkin kau melupakan diriku secepat itu. Aku tau kau masih sangat mencintaiku. Kau hanya malu untuk mengakui nya."
" Cintaku pada mu, sudah hilang bersama semua kenangan kita."
" Beri aku kesempatan untuk menumbuhkan cinta kita lagi, di hati mu."
" Tidak bisa.."
" Kenapa daniel, kenapa?"
Hening
..
..
..
" Karena aku mencintai wanita lain..."
......................
......................
......................
......................
...Jangan lupa tinggalin...
...like...
...komen...
...vote...
...hadiah...
Kevin : " Eh eh, ada yang kangen aku gak?"
Author : " Kayak nya gak ada deh!"
Adam : " Kalau aku, ada yang kangen gak?. Kan aku cuma tampil bentaran di cerita ini. Ada yang kangen gak?"
Author : " Gak ada juga. Udah, kamu ke laut aja ya!!."
Linda : " Aku boleh muncul lagi gak nih?"
Author : " Jangan deh, ntar aku di demo pembaca, karena terlalu sering bikin kamu menang."
Melodi : " Udah lah, kalian pergi aja. Ini giliranku dan daniel sekarang, ya kan daniel."
Daniel : " Pasti dong, awas aja kau author, kalau berani muncul lin mereka lagi."
__ADS_1
Author : 😴😴😴😴😴😴😪😪😪😪😪😪😪😪😪😪😪😪