
" Mom.. kapan kita akan jalan jalan." Ucap luci.
" Sabar ya sayang. Nanti momy akan bicara dengan dady."
" Momy janji."
" Iya sayang."
Melodi mencium kening luci.
Drrrttt drttt..
Ponsel melodi berdering.
" Halo kimi.."
"---"
" Astaga aku lupa. Maafkan aku."
" -----"
" Baiklah aku segera kesana." Melodi menutup panggilan.
" Luci, bermainlah dengan twins, momy harus pergi sebentar."
" Momy mau kemana?"
" Memeriksakan adik luci. Memastikan bahwa mereka baik baik saja. Luci tidak keberatan ada dirumah bersama pelayan kan"
" Tidak mom, momy hati hati ya."
..
Melodi berjalan ke kamar, dia menelpon kevin, siapa tau dia bisa mengantarnya ke klinik kimi.
Satu panggilan
Tiga panggilan
Sepuluh panggilan,
Tidak ada respon. Akhirnya melodi memutuskan berangkat sendiri dengan mobil.
" Kau ini bagaimana. Sudah ku bilang jangan telat jika sudah waktu check up. Kau ini hamil anak kembar. Tidak bisa di samakan ketika hamil anak satu." Omel kimi.
" Iya iya maaf."
" lain kali jangan diulangi lagi. Kita harus rajin memantau janin mu." imbuh kimi.
__ADS_1
" Iya, sekali lagi maafkan aku."
" Ya sudah. Ngomong ngomong kemana kevin?, biasanya dia yang mengantarkan mu."
" Entahlah. Mungkin dia sibuk."
" Jadi, kau kesini diantar supir?"
" Tidak."
" Naik taxi?"
" Tidak"
" Lalu??"
" Menyetir sendiri."
" APPA?!, kau sudah gila ya?"
" Kimi, jangan lebai deh. Kandunganku kan baru enam bulan. Dan aku baik baik saja. Sungguh, aku pergi yaa. Bye"
"Hei kau.." Teriak kimi, namun melodi sudah melangkah keluar dari ruangan kimi.
" Seandainya bukan temanku. Sudah ku hajar dia." Celoteh kimi seorang diri.
Saat mobil melodi berhenti di lampu merah, dia tidak sengaja melihat mobil kevin.
Melodi mengambil ponselnya..
" Hai sayang..." Suara kevin.
" Lagi dimana sayang" Tanya melodi
" Di kantor, kenapa?"
" Lagi sibuk ya?."
" Iya sayang. Hari ini banyak kerjaan banget."
" Ya udah kalau gitu. Padahal aku ingin mengajakmu melakukan check up."
" Aduh, aku lupa. Maafkan aku ya. Ohya mel, udah dulu ya.. Aku akan mulai meeting. Bye. I love you."
Kevin mematikan sambungan telepon nya. Dan melodi melihat mobil kevin memasuki area parkir di salah satu mall.
Mobil kevin parkir. Melodi segera mencari tempat parkir yang cukup jauh, namun masih dapat melihat gerak gerik kevin.
" Linda?!!"
__ADS_1
Melodi meremas kemudi nya, saat linda datang dan melakukan ciuman dengan kevin, sebelum masuk ke dalam mobil.
" Apa yang mereka lakukan?. Kenapa mereka tidak pergi?." Guma melodi.
Karena rasa penasaran nya. Melodi memilih berjalan mengendap endap menuju mobil kevin.
Di dalam mobil...
" Sayang.. aku merindukanmu." Ucap linda dengan nada manja.
" Aku juga merindukanmu." Ucap kevin
" Apa yang kau rindu dariku."
Linda menyentuh bidang dada kevin dan bermain main di sana.
" Semua nya..." Ucap kevin.
" Benarkah?, kau ingin melakukan nya di sini?." Bisik linda.
" Kau sudah gila ya, bagaimana jika ada yang melihat."
" Kalau begitu, biarkan aku memuaskanmu. Nanti giliran kau yang harus memuaskan ku. Bagaimana??"
" Coba saja. Apa kau bisa memuaskan ku disini." Tantang kevin.
Linda yang sudah mengetahui apa yang paling disukai kevin. Langsung menunduk. Melonggarkan sangkar yang berisi pusaka kevin.
Linda mulai bermain main disana. Menciptakan sensasi luar biasa yang tak pernah kevin rasakan.
" Ck. Sedang apa mereka di sana." Kesal melodi.
Saat melodi mulai berjalan mendekati mobil kevin. Seseorang mengejutkan nya..
" Melodi..."
Melodi berbalik.
" Adam??."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa like...
...komen...
__ADS_1
...vote...
...hadiah...