
" Tuan.." Panggil mafioso.
" Ada apa?"
" Dokter sudah datang.."
" Ehem.." Daniel berdehem.
Melodi menjadi kepo. Dia menatap ryan. Ryan menatap tajam daniel.
" Siapa?" Tanya melodi.
" Nanti juga tau."
Daniel menyusul ryan, yang sudah lebih dulu pergi, begitu mendengar kabar bahwa dokter sudah datang.
" Hai.." Sapa dokter itu.
" Kenapa sangat lama?" Tanya ryan.
" Salah sendiri, selalu mendadak dan selalu tiba tiba. Aku kan perlu..."
" Sudah sudah, ceramah nya nanti saja. Cepat periksa luka ku." Ucap daniel.
" Nanti saja, periksa adik ku dulu."
" Aku. Kau tidak lihat, bahu ku terluka parah?!." Ketus daniel.
" Biar ku lihat?, Astaga, kenapa bisa begini. Ini harus di jahit."
" Di jahit butuh waktu lama. Cepat periksa adik ku." Ketus ryan.
Ryan langsung menarik dokter itu.
" Eh eh eh, tunggu dulu."
Dokter itu memberikan cairan infus pada pelayan.
" Tolong bersih kan luka nya. Dan pastikan tidak ada kotoran atau apapun di dalam luka nya."
" Baik nona.."
" Sudah?"
Ryan memandang wajah nona tadi.
" Kenapa memandangku seperti itu?"
" Ti..tidak.."
" Bilang aja I Love You susah amat sih." Teriak daniel.
Wing....
Sepatu ryan langsung terbang. Dan mendarat sempurna di kepala daniel.
" Argh.."
Dokter tadi hanya menggeleng-gelengkan kepala .
" Dimana adik mu?"
" Di kamar itu." Tunjuk ryan.
Tok
Tok
Tok
Ceklek..
" Hai.."
__ADS_1
Melodi terkejut melihat dokter muda cantik, di hadapan nya.
" Bisa aku memeriksa mu, sekarang?"
" Tentu."
Dokter itu mulai memeriksa melodi.
" Sepertinya hidung mu mengalami retak. Besok datang ke rumah sakit untuk melakukan rontgen. Apa kau merasakan sakit?"
" Ya, sedikit. Namun itu membuatku pusing."
" Aku akan memberi mu obat, untuk mengurangi sakit yang kau rasakan."
" Baiklah."
" Dan, biar ku lihat luka mu yang lain?!"
Setelah cukup lama memeriksa.
" Tidak parah, aku akan memberikan mu obat oles, agar luka nya cepat kering dan tidak infeksi."
" Terima kasih, dokter..."
" Diandra aurora. Boleh di panggil Di, an, atau ara. Terserah suka yang mana."
" Ara saja. Ryan lebih suka diandra dipanggil ara. Iya kan. Terkesan lebih cantik dan elegan."
Daniel menatap ryan. Namun ryan menatap dengan tatapan membunuh.
" Jika sudah selesai dengan melodi. Cepat obati luka ku." Seru daniel.
" Permisi tuan, nona. Silahkan diminum."
Pelayan datang dan membawakan makanan serta minuman.
" Hemm"
" Kau ramah ya, berbanding terbalik sekali dengan gunung Es itu." Mata diandra melirik ryan.
" Gunung Es??"
Melodi menatap daniel. Daniel menunjuk ryan dengan dagu. Ryan terlihat sibuk dengan gawai nya.
" Oh.."
" Cepat, urus luka ku." Perintah daniel.
Diandra segera datang dan mulai menyuntikan obat bius. Lalu mulai menjahit luka daniel.
Ryan berjalan menuju melodi, dengan membawa makanan dan minuman.
" Makanlah. Kau pasti lapar kan?"
" Aku sudah makan buah, yang di berikan pelayan tadi."
" Makan ini, biar kesehatan mu cepat membaik."
" Hmm, baiklah."
Drttt drrtr drrttt
Panggilan dari markas.
"Ya halo?"
"-------"
" APA?"
Semua orang terkejut, dan menatap ryan. Ryan langsung keluar dari kamar melodi.
__ADS_1
" Aw.., kau menyuntikan obat bius tidak sih, kenapa masih terasa sakit." Ketus daniel.
" Tahan sedikit, gitu aja cengeng." Omel diandra.
" Aw..., sumpah di, kau ingin membunuhku?"
" Sudah diam. Tidak akan cepat selesai, jika kau terus berteriak."
" Aw aw.."
Namun daniel terus berteriak. Membuat melodi bangun, dan menghampiri daniel.
Daniel memejamkan mata, dia sudah bersiap jikalau melodi melakukan hal seperti tadi.
" Aw...wwww.."
Daniel merasakan sesuatu masuk ke dalam mulut nya.
Daniel membuka mata, melodi ternyata memasukan roti ke dalam mulut daniel.
" Jangam berisik. Kau bisa membuat twins terbangun." Ucap melodi.
" Uhuk uhuk.."
" Loh, tersedak ya?, mau minum?"
" Biar aku yang ambil." Ucap diandra.
" Memang nya sudah selesai?"
" Aku hanya tinggal memasang perban."
" Hmmm, aku kira kau akan melakukan hal yang tadi." Daniel cemberut.
" Oh, kau mau aku melakukan hal yang tadi?" Tanya melodi. Daniel mengangguk.
" Boleh."
" Benarkah?"
" Tentu.., sekarang pejamkan mata mu."
" Baik." Daniel menutup mata.
" Buka mulut."
" Oke." Daniel tersenyum, dan membuka mulutnya..
Diandra binggung, memikirkan apa yang akan melodi lakukan.
Melodi terus mendekat ke wajah daniel, lalu memasukan lagi roti yang di bawa melodi.
" Pfff...." Diandra menahan tawa.
Daniel membuka mata, dia melihat melodi kembali berbaring di atas ranjang.
Daniel mulai menyanyi lagu khas sinetron ikan terbang..
Ku.. menangis.....
...----------------...
...----------------...
...----------------...
......................
Maaf dikit ya, up lagi besok ☺️
...Jangan lupa like...
...komen...
__ADS_1
...vote...
...hadiah...