CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Dokter Diandra


__ADS_3

" Tuan.." Panggil mafioso.


" Ada apa?"


" Dokter sudah datang.."


" Ehem.." Daniel berdehem.


Melodi menjadi kepo. Dia menatap ryan. Ryan menatap tajam daniel.


" Siapa?" Tanya melodi.


" Nanti juga tau."


Daniel menyusul ryan, yang sudah lebih dulu pergi, begitu mendengar kabar bahwa dokter sudah datang.


" Hai.." Sapa dokter itu.


" Kenapa sangat lama?" Tanya ryan.


" Salah sendiri, selalu mendadak dan selalu tiba tiba. Aku kan perlu..."


" Sudah sudah, ceramah nya nanti saja. Cepat periksa luka ku." Ucap daniel.


" Nanti saja, periksa adik ku dulu."


" Aku. Kau tidak lihat, bahu ku terluka parah?!." Ketus daniel.


" Biar ku lihat?, Astaga, kenapa bisa begini. Ini harus di jahit."


" Di jahit butuh waktu lama. Cepat periksa adik ku." Ketus ryan.


Ryan langsung menarik dokter itu.


" Eh eh eh, tunggu dulu."


Dokter itu memberikan cairan infus pada pelayan.


" Tolong bersih kan luka nya. Dan pastikan tidak ada kotoran atau apapun di dalam luka nya."


" Baik nona.."


" Sudah?"


Ryan memandang wajah nona tadi.


" Kenapa memandangku seperti itu?"


" Ti..tidak.."


" Bilang aja I Love You susah amat sih." Teriak daniel.


Wing....


Sepatu ryan langsung terbang. Dan mendarat sempurna di kepala daniel.


" Argh.."


Dokter tadi hanya menggeleng-gelengkan kepala .


" Dimana adik mu?"


" Di kamar itu." Tunjuk ryan.


Tok


Tok


Tok


Ceklek..


" Hai.."

__ADS_1



Melodi terkejut melihat dokter muda cantik, di hadapan nya.


" Bisa aku memeriksa mu, sekarang?"


" Tentu."


Dokter itu mulai memeriksa melodi.


" Sepertinya hidung mu mengalami retak. Besok datang ke rumah sakit untuk melakukan rontgen. Apa kau merasakan sakit?"


" Ya, sedikit. Namun itu membuatku pusing."


" Aku akan memberi mu obat, untuk mengurangi sakit yang kau rasakan."


" Baiklah."


" Dan, biar ku lihat luka mu yang lain?!"


Setelah cukup lama memeriksa.


" Tidak parah, aku akan memberikan mu obat oles, agar luka nya cepat kering dan tidak infeksi."


" Terima kasih, dokter..."


" Diandra aurora. Boleh di panggil Di, an, atau ara. Terserah suka yang mana."


" Ara saja. Ryan lebih suka diandra dipanggil ara. Iya kan. Terkesan lebih cantik dan elegan."


Daniel menatap ryan. Namun ryan menatap dengan tatapan membunuh.


" Jika sudah selesai dengan melodi. Cepat obati luka ku." Seru daniel.


" Permisi tuan, nona. Silahkan diminum."


Pelayan datang dan membawakan makanan serta minuman.


" Hemm"


" Kau ramah ya, berbanding terbalik sekali dengan gunung Es itu." Mata diandra melirik ryan.


" Gunung Es??"


Melodi menatap daniel. Daniel menunjuk ryan dengan dagu. Ryan terlihat sibuk dengan gawai nya.


" Oh.."


" Cepat, urus luka ku." Perintah daniel.


Diandra segera datang dan mulai menyuntikan obat bius. Lalu mulai menjahit luka daniel.


Ryan berjalan menuju melodi, dengan membawa makanan dan minuman.


" Makanlah. Kau pasti lapar kan?"


" Aku sudah makan buah, yang di berikan pelayan tadi."


" Makan ini, biar kesehatan mu cepat membaik."


" Hmm, baiklah."


Drttt drrtr drrttt


Panggilan dari markas.


"Ya halo?"


"-------"


" APA?"


Semua orang terkejut, dan menatap ryan. Ryan langsung keluar dari kamar melodi.

__ADS_1


" Aw.., kau menyuntikan obat bius tidak sih, kenapa masih terasa sakit." Ketus daniel.


" Tahan sedikit, gitu aja cengeng." Omel diandra.


" Aw..., sumpah di, kau ingin membunuhku?"


" Sudah diam. Tidak akan cepat selesai, jika kau terus berteriak."


" Aw aw.."


Namun daniel terus berteriak. Membuat melodi bangun, dan menghampiri daniel.


Daniel memejamkan mata, dia sudah bersiap jikalau melodi melakukan hal seperti tadi.


" Aw...wwww.."


Daniel merasakan sesuatu masuk ke dalam mulut nya.


Daniel membuka mata, melodi ternyata memasukan roti ke dalam mulut daniel.


" Jangam berisik. Kau bisa membuat twins terbangun." Ucap melodi.


" Uhuk uhuk.."


" Loh, tersedak ya?, mau minum?"


" Biar aku yang ambil." Ucap diandra.


" Memang nya sudah selesai?"


" Aku hanya tinggal memasang perban."


" Hmmm, aku kira kau akan melakukan hal yang tadi." Daniel cemberut.


" Oh, kau mau aku melakukan hal yang tadi?" Tanya melodi. Daniel mengangguk.


" Boleh."


" Benarkah?"


" Tentu.., sekarang pejamkan mata mu."


" Baik." Daniel menutup mata.


" Buka mulut."


" Oke." Daniel tersenyum, dan membuka mulutnya..


Diandra binggung, memikirkan apa yang akan melodi lakukan.


Melodi terus mendekat ke wajah daniel, lalu memasukan lagi roti yang di bawa melodi.


" Pfff...." Diandra menahan tawa.


Daniel membuka mata, dia melihat melodi kembali berbaring di atas ranjang.


Daniel mulai menyanyi lagu khas sinetron ikan terbang..


Ku.. menangis.....


...----------------...


...----------------...


...----------------...


......................


Maaf dikit ya, up lagi besok ☺️


...Jangan lupa like...


...komen...

__ADS_1


...vote...


...hadiah...


__ADS_2