
" Momy.."
" Ya sayang.."
" Terima kasih sudah mengajak luci ke taman dan bertemu saudara saudara luci."
" Ya, sama sama sayang. Sekarang lulu tidak sedih lagi kan?"
" Yes mom."
" Anak pintar."
" Sekarang pergilah tidur. Oke?!"
" Oke mom"
Setelah mencium melodi, luci akan kembali ke kamar untuk tidur, tak lupa dia menyapa adik adiknya terlebih dahulu, yang letak kamarnya bersebelahan dengan dirinya.
" Bang..." Panggil melodi.
" Ya.., kau perlu sesuatu?"
" Tidak. Aku hanya penasaran. Bagaimana bisa mereka tidak bisa menemukan kami?"
" Karena aku...."
" Tuan.." Seorang mafioso memanggil dan mendatangi ryan.
" Katakan?!"
" Kevin dan han sudah mengetahui tentang kita. Hari ini dia mendatangi taman untuk meminta melihat rekaman CCTV. Dan dia mengenali logo kita."
" Tidak apa apa. Biarkan saja. Kita lihat, apa yang akan dia lakukan setelah tau, melodi ada di bawah kekuasaan XLOVENOS. Awasi saja terus gerak gerik mereka."
" Baik tuan."
Setelah kepergian mafioso.
" Tunggu.. Tuan?, XLOVENOS?? kekuasaan?. Jangan bilang bang ryan adalah ketua XLOVENOS." Melodi menatap tajam ryan.
" Bisakah kau berhenti menatapku begitu. Tatapan mu lebih tajam dari belati ku." Ketus ryan.
" Jawap saja." Melodi dengan nada tinggi.
" Ya."
" Bang ryan ketua nya ?"
" Ya."
" Pemilik sekaligus pendiri XLOVENOS?"
" Ya?"
" Geng mafia yang terkenal di seluruh penjuru dunia."
" Ya.."
" Yang di segani seluruh lapisan masyarakat?"
" Ya.."
" Ah...., aku suka suka suka.."
Ryan pusing melihat tingkah laku melodi, yang mirip anak kecil saat permintaan nya di penuhi. Mata melodi berbinar seolah dia sedang bertemu dengan oppa korea.
" Kau kenapa?" Tanya ryan.
Melodi menghampiri ryan, dan langsung mencoel pipi nya.
" Uh.. gemas gemas gemas gemas.."
__ADS_1
" Hei.. Pipiku sakit. Kau ini kenapa sih, kesurupan?"
" Tidak."
" Lalu?"
" Aku senang akhirnya bisa bertemu dengan ketua XLOVENOS."
" Kenapa?"
" Karena aku mengidolakan nya, hehe."
" Hem, aku tau. Aku pantas di idolakan. Karena aku keren." Ucap ryan bangga.
" Bukan abang. Tapi XLOVENOS. Mafia pertama yang melindungi mereka yang tertindas. Tidak mencari masalah kecuali mereka yaang memulai. Karena itu XLOVENOS disegani banyak orang."
" Ah sama saja. Kan aku bosnya. Tentu saja aku yang keren."
" Ah iya iya. Abangku menang yang paling keren."
" Bisa aja." Ryan mengacak acak rambut melodi.
" Bang ryan." Melodi cemberut.
" Dih. Udah beranak tiga, kelakuan nya masih kayak bocil."
" Tau ah."
" Yah, ngambek."
Ryan menepuk jidatnya. Dan berlari mengejar melodi.
..
" Apa?, jadi selama ini melodi ada dalam lindungan XLOVENOS." Ucap abraham dalam panggilan telepon.
" Ya. Bisakah papa membantu menemukan lokasi mereka?" Tanya kevin.
" Lalu kita harus bagaimana?, aku mohon pa. Bantu aku menemukan kembali melodi dan anak anakku."
" Baiklah. Papa akan pikirkan cara lain nanti."
" Baiklah."
Tut. Kevin mematikan telepon nya.
" Jadi bagaimana sekarang?" Tanya han.
" Kata papa, akan sangat sulit menemukan melodi, jika dia benar berada dalam lindungan XLOVENOS."
" Pantas saja, saat membawa melodi dan luci pergi. Tidak ada satupun yang curiga. Karena mereka memang orang orang XLOVENOS."
Kevin menghela nafas, memejamkan mata dan menyandarkan kepalanya di kursi.
Tok
Tok
Tok
Ceklek..
Linda masuk membawa minuman dan sedikit cemilan.
" Maaf menganggu. Aku hanya membawakan beberapa makanan. Karena kalian tidak ikut makan malam tadi."
Linda meletakan nampan berisi makanan.
" Terima kasih." Ucap han.
Linda melihat kevin. Namun kevin masih dengan posisi nya.
__ADS_1
Kau boleh tidak melihatku sekarang kevin. Namun kau akan mendatangiku nanti malam. Karena aku sudah mencampur sesuatu dalam minumanmu, yang akan membuatmu sangat membutuhkan bantuanku. Batin linda.
Sepeninggalan linda. Han yang memang sudah lapar langsung melahap makanan yang ada. Dan sialnya dia mengambil gelas yang salah.
" Hei, itu milikku." Ketus kevin.
" Apa?,benarkah? pantas saja rasanyz tidak enak."
" Tentu saja. Karena itu green tea."
" Uhuk uhuk. Huek..."
Han mencoba memuntahkan kembali minuman yang telah ia minum. Dia sangat tidak suka green tea. Namun tidak berhasil. sepertinya minuman itu sudah masuk sempurna ke dalam perutnya.
" Sial." Gerutu han.
" Hahaha, salah sendiri. Makan rakus, seperti orang tidak makan selama satu minggu saja." Celoteh kevin.
" Ini semua gara gara kau." Omel han.
" Kenapa bisa aku?"
" Tentu saja, gara gara kau tidak menawari ku makan. Aku kan jadi kelaparan." Ketus han.
" O hahaha... Ya ya, maafkan aku. Sekarang apa kau ingin makan?" Tawar kevin.
" Aku sudah tidak berselera."
" Hei. Kau marah?"
Han melangkah keluar dari ruangan kevin.
" Payah. Laki laki itu bisa merajuk rupa nya." Gumam kevin.
Diperjalanan, han merasakan sesuatu yang tidak biasanya. Badannya terasa panas, seakan menginginkan sesuatu.
Hingga sampai di apartemen, rasa panas yang menjalar di tubuhnya semakin tidak terkendali. Dia segera berlari menuju kamarnya, agar tidak terjadi hal yang memalukan.
Han mengambil ponselnya, dan menghubungi nana.
" Na.."
" Ya han.. kenapa suaramu?, kau sakit?"
" Na, kau harus membantuku?"
" Han?, kau kenapa?"
" Halo?"
" Han?"
Tut Tut tut tut tut..
Panggilan berakhir. Karena nana merasa khawatir, dia segera menelpon kimi untuk meminta candra memeriksa keadaan han.
...----------------...
...----------------...
......................
Insyallah nanti up lagi ..
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
...hadiah...
__ADS_1
Terus jangan lupa juga, bantu doain, supaya novel ini ACC kontrak.