CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Luka Dalam Bahagia


__ADS_3

Keesokan harinya, semua orang berkumpul dan membicarakan tentang pesta pernikahaan melodi dan daniel.


" Bagaimana kalau pesta nya di gedung yang sama seperti pesta kita." Usul ara.


" Apa tidak bagus di luar ruangan, seperti pantai, atau danau."


" Mami sih dimana aja oke. Terserah pengantin nya."


" Apa tidak bisa pesta yang sederhana saja?" Tanya melodi.


" NO!!" Ucap ryan, ara dan ismi bersama.


" Oke. Tapi..., Aku tidak ingin pesta besar. Pokoknya tidak." Jawap melodi.


" Kenapa? Ini momen kamu sayang." Tanya ara.


" Kak, semua orang sudah mengenal diriku yang pernah melakukan pesta secara besar dan mewah."


" Tidak usah pikirkan pendapat orang." Ucap ryan.


" Tidak mau. Pokok nya tidak mau."


Daniel yang tau alasan dari penolakan melodi, langsung angkat bicara.


" Bagaimana kalau pesta nya di gelar di negara XXX. Kita bisa tinggal sementara di mansion mami dan papi."


" Kalau itu papi setuju. Tamu undangan pasti nya bukan dari golongan ryan ataupun melodi."


" Bagaimana?, melodi mau kan?" Tanya ismi.


" Daniel juga sudah bertahun tahun tidak pulang. Semua kerabat dan sanak saudara pasti akan senang mendengar kabar pernikahaan daniel. Apalagi jika pesta nya di lakukan di negara kami." Imbuh ismi.


Melodi tengah berfikir. Daniel mendekati melodi, dan berlutut di hadapan nya.


" Sayang, jika kau memang tidak ingin melakukan pesta, aku tidak masalah. Memiliki mu, sudah cukup untuk ku."


Melodi menatap nanar daniel.


" Terima kasih. Tapi, aku rasa tidak ada salahnya jika pesta di lakukan di mansion mami dan papi. Mami benar, anggota keluarga mu yang lain pasti senang dengan kabar pernikahaanmu."


" Benarkah?"


" Ya pasti senang bertemu keluarga mu. Sesuatu yang tak pernah kami miliki."


Melodi menatap ryan. Ryan mendatangi melodi. Daniel berdiri, memberi tuang pada kakak beradik itu.


" Dengar Kau, aku, ara, daniel. Dan anak anak. Itu sudah satu keluarga. Kita sudah menjadi keluarga, saat kita tinggal di mansion ini bersama. Bahkan jauh sebelum abang menikah dengan ara. Dan sekarang, abang sudah memilik ara. Kau memiliki daniel. Bukankah kita sudah menjadi satu keluarga besar."


Mata melodi menatap nanar ryan.


" Jangan lagi mengatakan kau tidak memiliki keluarga. Kau memiliki aku, anak anak. Ara dan juga daniel. Kau dikelilingi orang orang yang menyayangi mu. Jadi, jangan berkecil hati jika kita tak lagi mempunyai ayah dan ibu." Imbuh ryan.


" Eh, kata siapa melodi tidak memiliki ayah dan ibu. Jika ryan adalah anak kami. Maka, adik ryan juga keluarga bagi kami. Benar kan mam." Ucap danang.


" Ya, papi benar. Kami adalag papi dan mami melodi. Mulai sekarang, dan selama nya."


" Hiks hiks hiks..."


Melodi tak kuasa menahan tangisnya. Dia menangis di pelukan ryan.


Tul


Tul


Tul


Daniel mencolek bahu ryan.


" Bang, biar aku yang memeluk melodi."


" Tidak mau." Jawao ryan.


" Tapi dia milikku sekarang."


" Dia masih adikku."


" Bang."


" Tidak."


" Bang ryan...'


" No."


" Mami... lihat bang ryan." Rengek daniel mirip anak kecil.


" Sini, daniel peluk mami saja."


" Tidak mau."


Daniel cemberut, membuat semua yang ada di sana tertawa.


" Dasar bucin." Ucap ryan.


...****************...


Beberapa hari kemudian, ryan dan keluarga terbang menuju negara XXX. Mereka tinggal di mansion ismi dan danang.


" Anggap rumah sendiri." Ucap danang.


" Ya, bukan kah mansion ini sama besar nya dengan milik ryan." Timpal ismi.


" Ya, hanya mansion ini lebih mewah dan terkesan elegan." Ucap melodi.


" Jika kau mau, aku bersedia membuatkanmu mansion termewah di dunia." Ucap daniel.


" Ah, tidak perlu. Aku cukup berada didekat mu saja." Ucap melodi.


Daniel memeluk melodi. Saat hendak mencium nya.


" Dady, kenapa dady nempel terus sih sama momy." Ketus luci.

__ADS_1


" Habisnya momy kamu gemesin."


" Luci kan juga lucu. Dady tidak mau ya sama luci."


" Mau kok, sini dady gendong. Dady tunjukan kamar luci."


Luci tersenyum, dan langsung berlari ke arah daniel.


Cup


Luci mencium pipi daniel.


" Luci sayang dady."


" Dady juga menyayangi mu."


Daniel mengendong luci hingga sampai di kamarnya.


" Luci menyukai nya?."


" Ya, terima kasih dady."


" Istirahatlah. Luci pasti lelah kan."


Daniel mengelus lembut rambut luci, saat daniel akan keluar, luci memanggilnya..


" Dad..."


" Ya sayang??"


" Dady tidak akan pergi seperti ayah adam dan dady kevin kan?" Tanya luci polos.


Daniel mengurungkan niatnya untuk keluar kamar. Dia berbalik, dan mendekati luci lagi.


" Kenapa luci bertanya seperti itu sayang?"


" Luci hanya tidak mau melihat momy sedih."


" Sini, peluk dady.."


Luci memeluk daniel.


" Dengar, dady akan menjaga momy. Dan tidak akan meninggalkan kalian. Luci tidak perlu khawatir, dady akan selalu membuat momy bahagia. Kita berdua akan bersama menjaga momy dan membahagiakan momy. Setuju?"


" Setuju."


" Anak pintar. Sekarang luci istirahat. Dady akan melihat momy."


" Baiklah."


..


Satu pekan berlalu. Daniel mengantar melodi melakukan SPA. Saat daniel menawarkan untuk SPA di mansion saja. Melodi menolak dengan dalil bosan terus menerus ada di mansion. Sebenarnya melodi merasa gugup. Pasal nya ini adalah kali ketiga dia akan menikah.


" Kau baik baik saja." Tanya daniel, saat mereka dalam perjalanan menuju SPA.


" Tentu."


" Apa di mall juga ada SPA?"


" Ya, kau ingin SPA di mall?"


" Bolehkah?, jadi setelah SPA kita bisa berkencan seperti pasangan kekasih." Goda melodi.


" Tentu saja boleh. Apapun untuk mu, my queen."


Sesampai nya di mall, tepat nya di ruang SPA. Melodi dan daniel harus SPA di tempat yang berbeda. Karena SPA tempat melodi hanya khusus untuk wanita.


" Ingat, jangan kemana mana sebelum aku datang."


" Ya, tuan bawel."


" Baiklah. Aku pergi."


" Bye.."


Daniel berbalik.


" Apa?" Tanya melodi heran.


" Jangan bye."


" Kenapa?"


" Aku jadi sedih."


" Haha, jangan mulai deh. Palingan SPA hanya 2 jam."


" Hmm, oke. Jadi, aku pergi nih?"


" Iya.."


" Yakin?!!"


" Iya.."


" Baiklah, bye.." Ucap daniel.


" Bye.."


Setelah memastikan daniel hilang dari pandangan nya. Melodi berniat masuk ke dalam SPA. Namun, belum sempat kaki nya melangkah. Seseorang memanggilnya..


" Momy.."


Melodi menoleh.


" Kenan?"


" Momy...."


Kenan langsung berlari dan memeluk melodi.

__ADS_1


" Kenan?"


" Momy, hiks hiks hiks. Momy jahat. Momy bilang akan selalu bersama kami kan.."


" Maafkan momy sayang., momy tidak.."


" Jangan pergi lagi momy. Kenan menyayangi momy."


" Sayang.."


Melodi mencoba melepas pelukan nya, namun kenan semakin erat memeluk melodi.


" Maaf, aku sudah berusaha mencegah kenan, agar tidak berlari ke arahmu." Ucap kevin.


" Ya, tidak masalah."


" Mom.. Pulanglah bersama kami. Apa momy masih marah dengan dady?"


Deg


Melodi menatap kevin.


" Maaf, aku belum sempat mengatakan pada nya, jika kita sudah...."


Melodi menghela nafas.


" Sayang, momy tidak bisa pulang bersama kenan."


" Kenapa?. Apa kesalahan dady sangat besar, hingga momy tidak mau memaafkan dady?. Bukan kah momy memgajarkan kami untuk selalu memaafkan orang walau orang itu sangat jahat kepada kita?"


Duar !!. Ajaran melodi dulu, kini menjadi boomerang bagi melodi sendiri.


" Sayang dengar. Kau masih terlalu kecil untuk memahami urusan orang dewasa. Momy dan dady tidak mungkin bisa bersama lagi."


" Kenapa?"


" Itu.. Itu.. Pokok nya tidak bisa sayang. Kelak kenan akan mengerti alasan nya."


" Momy jahat."


" Kenan." Teriak melodi.


" Maafkan momy, kenan.." Ucap melodi sambil menangis.


" Biar saya saja, yang mengejar tuan kenan." Ucap seorang pria yang mungkin adalah sopir atau penjaga kenan.


Melodi berdiri dan menghapus airmata nya.


" Mel..."


" Ya..."


" Aku mohon. Pikirkan lagi."


" Pikirkan apa maksudmu.?"


" Untuk mengulang kisah kita. Jika bukan karena cinta ku, setidaknya beri lah aku kesempatan demi kenan."


" Maaf kevin. Tapi...'


" Kau tidak melihat, betapa kenan sangat merindukanmu?"


" Aku tidak bisa!!!!"


" Kenapa?"


" Karena aku akan menikah."


" Me..menikah?"


" Ya. Aku dan daniel akan menikah satu pekan lagi?"


" Apa???, kau bercanda kan?"


" Tidak. Aku serius. Undangan pernikahaan kami, bahkan sudah di sebar."


" Apa kau tidak kasihan kepada kenan. Dia sangat menyayangi mu."


" Tapi dia bukan anak ku. Dia anak mu. harus nya kau bisa lebih mengerti dia. Pahami dia, jelaskan pada nya dengan bahasa para pria, bahwa kita tidak mungkin bisa bersama. Karena kita sudah bercerai. Dan kau yang membuat aku tidak bisa kembali pada kenan."


" Tidak bisa kah kau memberimu sedikit saja cela untuk mengobati luka yang telah ku torehkan."


" Dengar. Harusnya kau pikirkan akibat nya sebelum kau memutuskan untuk selingkuh dengan linda."


" Melodi.."


" Cukup kevin. Sebaiknya kau segera pergi."


" Mel..."


" Pergi..."


Tidak ada pilihan lain bagi kevin, selain pergi. Sepeninggalan kevin. Melodi duduk dan menangis.


Ya Tuhan. Kenapa aku harus bertemu kenan di saat seperti ini. Dia bahkan menyebutku ibu yang jahat. Apa aku memang ibu yang jahat. Batin melodi.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa ya tinggalin...


...like...


...komen...


...vote...


...hadiah...

__ADS_1


Ohya, author udah mengajukan permohonan buat grup, nanti gabung yaa ☺️❤️❤️


__ADS_2