
" Hay mel..." Sapa ara saat melodi bergabung, untuk makan malam.
" Hai kak." Ucap nya sambil meletakan Al di kursi duduk khusus bayi.
" Dimana daniel?" Tanya ryan.
" Masih bermain bersama luci dan L."
" Hmmm..."
Tak lama kemudian, daniel datang bersama luci dan L.
" Hai, istri dan para kakak ipar ku.." Ucap daniel.
" Cih.. Tidak sopan." Gerutu ryan.
" Sudah sudah. Kau ini kenapa?, Akhir akhir ini jadi sensitif." Ketus ara.
" Hmm, baiklah aku diam."
" Mungkin kak ara kurang memberikan dia jatah." Ucap daniel
Brak !!
" Jangan asal bicara. Kami bahkan bisa melakukan nya sampai pagi." Ucap ryan.
" Sudah sudah. Ayo makan." Ucap ara.
" Paman, Luci ingin pergi ke taman bermain lagi."
" Oke, lusa kita kesana, oke."
" Terima kasih paman."
" Ohya, apa kak ara akan kembali ke aktifitas menjadi dokter." Tanya melodi
Ara menggeleng lemah.
" Kenapa?"
" Aku tidak mengijinkan nya. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada calon bayi kami." Ucap ryan, sambil memegang perut ara yang masih datar.
" Uh, so sweet."
" Kau sendiri bagaimana?, apa kau akan kembali ke kantor?" Tanya ara pada melodi.
" Seperti nya begitu."
" Kalau daniel?" Tanya ara lagi.
" Aku akan mengawasi perusahaan ku saja. Selebihnya aku akan menjaga istriku. Dimana pun dia berada, aku harus selalu di dekat nya."
" Sampai segitu nya." Ketus ryan.
" Nama nya juga cinta."
" Uhuk..." Ryan tersedak. Ara memberi nya segelas air.
" Sejak kapan kau jadi bucin begini. Aku juga mencintai istriku. Tapi aku tidak se lebai dirimu." Ketus ryan.
" Eh, suka suka aku dong." bela daniel.
__ADS_1
" Hais. Awas ku."
" Aduh. Kalian ini kenapa si?. Kenapa jadi seperti tom & jerry." Ketus ara.
" Tau. Jadi tidak berselera untuk makan lagi." Ketus melodi. kemudian berdiri dan mengajak Al dan luci.
" Ayo L. Kita pergi." Ara mengambil L dan ikut bersama melodi.
Dua laki laki tadi saling memandang kepergian para wanita nya.
" Ini gara gara kau." Hardik ryan.
" Kok aku. Kan kau yang mulau dulu."
" Terserah. Inti nya garagara dirimu."
Ryan berdiri dan meninggalkan daniel.
" Hei. Mau kemana?, ya sudah aku habiskan sendiri saja makanan ini."
Sementara itu, ara dan melodi membawa anak anak ke ruang bermain. Saat asik bermain, melodi tidak sadar jika rambut nya tersibak, membuat ara melihat jenjang leher melodi yang terlihat memar.
" Mel..."
" Ya?"
Ara mendekat dan semakin menyibak rambut melodi.
" Astaga. Apa yang terjadi denganmu?"
Ara terkejut saat melihat seluruh leher melodi.
" Katakan. Apa daniel jahat"
" Dia memukulmu. Coba lihat tubuh mu yang lain."
Ara mulai membuka sweeter yang di pakai melodi.
" Ohmygod.. Seluruh tubuhmu dipenuhi luka lebam."
" Kakak, ini..."
" Dengar, katakan saja sejujurnya. Jangan kau simpan sendiri."
" Mengatakan apa?"
" Apakah daniel menyakiti mu, selama kalian berbulan madu?"
" Kak ara sudah salah paham. Ini bukan luka lebam,. melainkan...."
Belum selesai melodi menjelaskan, ryan masuk ke ruang bermain. Dan melihat tubuh melodi yang berwarna merah kebiruan.
" Melodi, apa yang terjadi denganmu?" Ryan panik dan langsung membolak balik tubuh melodi.
" Aw, bang ryan. Sakit."
" Maaf maaf. Abang tidak sengaja. Katakan. Kenapa tubuh mu jadi begini?. Apa daniel yang melakukan ini pada mu?"
" Bang ryan, bukan daniel. Ini.."
" Kurang ajar. Habis kau kali ini.."
__ADS_1
Ryan sudah pergi dan bersiap menghajar daniel, sebelum melodi sempat menjelaskan nya.
" Mel, katakan yang sejujurnya."
" Kak ara. Ini bukan luka lebam. Ini tanda kepemilikan."
" Tidak mungkin ada di seluruh tubuhmu. Sudah lah, tidak perlu melindungi laki laki kejam seperti daniel."
" Kakak. Aku bersungguh sungguh. Ini tanda kenikmatan yang kita capai berdua."
Melodi akhirnya mengatakan jika dirinya dan daniel bermain pagi hingga malam. Malam hingga siang, tidak kenal lelah dan tempat. Mereka melakukan di mana saja. Ranjang, sofa kolam, kamar mandi, bahkan saat mereka barusaja selesai makan.
" Astaga, jadi ini...."
" Yaa begitulah." Ucap melodi sambil tersenyum, mengingat momen pergulatan mereka yang indah.
" Kau kenapa jadi senyum senyum sendiri?" Tanya ara.
" Hehe, aku hanya mengingat permainan kami yang sangat..."
Melodi mendekati telinga ara.
" Eksotis." Bisiknya.
" Hiis, kau ini membuatku merinding. Memang seperti apa permainan daniel."
" Sangat menawan. Dia membuatku selalu ingin lagi dan lagi."
" Katakan katakan. Apa saja yang dia lakukan hingga kau menjadi candu?"
Saat melodi akan menceritakan pengalaman nya, dia baru ingat akan kemarahan ryan.
" Kak, kita harus menemui bang ryan. Sebelum dia menghajar daniel."
" Oh astaga. Kenapa aku bisa melupakan itu. Ayo cepat kita kejar."
Ara dan melodi segera menyusul ryan. Berharap ryan belum menghajar daniel.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Maaf baru up, dan cuma sedikit. Lagi kehabisan ide nih 😅😅😅😅
...Jangan lupa like yaa...
...dan komen. Ohya vote nya juga yaa...
...Dan hadiah...
Dan, ya.. Author mau kasih tau.
Novel author yang judulnya " Aku bukan anak haram." Berubah nama jadi..
👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻
😒 : "Kok berubah thor?"
__ADS_1
😴 : "Ya, jadi 2 bab pertama yang di hapus. Di mode baca tetap ada. Alhasil alurnya jadi berantakan. Jadi terpaksa yang dulu harus di hapus, dan membuat novel baru. Jadi, mampir ya, jangan lupa klik favorit 💙💙💙"