
"Huek.. huek..."
Daniel berlari ke kamar mandi, dan memuntahkan semua isi di dalam perut nya.
" Kau kenapa sayang?" Tanya melodi.
" Tidak tau, dari kemaren aku merasa pusing."
" Kamu pasti kecapean. Istirahat yuk."
Melodi menopang tubuh daniel, lalu menidurkan nya dengan perlahan ke kasur.
Cup
Melodi mencium kening daniel.
" Huekk.. huek.."
Melodi terkejut, dan langsung menjauh.
" Sayang, kamu pakek parfum apa?" Tanya daniel.
" Parfum favoritmu kan. Kamu juga yang membelikan nya untuk ku."
" Besok ganti. Bau nya membuat ku mual." Ketus daniel.
" Oke."
Melodi ke kamar mandi, setelah beberapa saat melodi keluar, wangi sabun dan shampoo melodi semerbak ke seluruh ruang kamar. Membuat daniel kembali merasakan pusing.
" Huek huek..., wangi apa lagi ini!" Ketus daniel.
" Sayang, ini wangi favorit kamu juga lo. Kamu gak suka?"
" Besok ganti yang lain."
Melodi menjadi semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada daniel.
Daniel keluar kamar, karena tidak tahan dengan aroma yang menyebar seluruh ruangan.
" Wangi apa ini?"
Hidung daniel mencium sesuatu yang enak.
Daniel mengikuti wangi, hingga sampai pada ryan. Daniel terus menciumi wangi rambut ryan.
" Hei. Kau ini kenapa?" Ketus ryan.
Daniel tersenyum bahagia dan menatap ryan dengan tatapan yang membuat ryan merinding.
" Ka..kau kenapa?" Tanya ryan.
" Wangi mu enak sekali, kakak ipar. Aku ingin memakan nya."
Hup.
Daniel mengigit leher ryan. Sontak saja hal itu membuat ryan berteriak.
" Argh..."
Melodi yang datang, langsung terkejut dan menyelamatkan ryan.
" Daniel. Kau ini kenapa?" Tanya melodi.
" Tau tuh. Udah jadi vampir ya?"
" Ada apa ini ribut ribut?" Tanya ara.
__ADS_1
" Lihatlah sayang, dia memakan ku." Ucap ryan, menunjukan bekas gigitan daniel.
" Ya ampun. Kenapa kau mengigit nya?"
" Wangi nya sangat enak. Aku ingin memakan nya." Ucap daniel santai.
" Ayo makan. Kau pasti lapar kan?" Ajak ara
Hap.
Daniel langsung duduk di sebelah ryan, sambil terus menciumi wangi ryan.
" Daniel kenapa?" Bisik ara.
" Aku juga tidak tahu."
" Apa dia salah minum?" Bisik ara.
" Aku rasa tidak."
" Lalu kenapa dia jadi aneh."
" Entahlah."
Melodi dan ara terus saja berbisik. Sambil melihat sikap daniel yang aneh.
Daniel terus saja menempel pada ryan seperti pasangan kekasih.
Ryan menatap melodi, dan ara seperti berkata....
..." HELP MEE "...
...----------------...
" Pa bagaimana kalau kita kerahkan seluruh anak buah papa, untuk memberi pelajaran pada viona." Ucap kevin.
" Tidak bisa."
" Kenapa?"
" Tidak ada uang, tidak ada kekuasaaan. Tidak bisa mengendalikan mereka."
" Argh....!!!"
Kevin frustasi. Dia memandang ke tiga buah hati nya.
" Maafkan dady.., seandainya dulu dady menjaga kepercayaan momy melodi. Mungkin kalian tidak akan seperti ini. Kita seharusnya bahagia bersama adik kalian yang lain." Ucap kevin sambil menitikkan airmata, menyesali sesuatu yang tidak akan kembali.
Kevin mencium mereka secara bergantian. Lalu tidur disamping mereka. Ini adalah malam terakhir kevin bersama anak anak.
Gwen dan jen sepakat patungan untuk biaya sekolah mereka di asrama. Demi masa depan mereka yang lebih baik. Juga, agar mereka tidak melihat penderitaan kevin.
Hari ke hari, minggu ke minggu, kevin terus berusaha mendapatkan pekerjaan. Namun tidak ada yang mau menerima nya.
" Apa? jadi OB?. Saya mantan CEO tinggi lo. Orang kaya." Ucap kevin syok.
" Ya. itu kan dulu. Sekarang bapak sudah bukan CEO lagi. Dan di perusahaan kami sedang kekurangan OB. Jika bapak mau, bapak bisa datang besok pagi. Jika tidak mau, bapak boleh pergi."
Kevin keluar ruangan dengan penuh amarah.
" Bagaimana?. Sudaj dapat pekerjaan?" Tanya jenny.
" Belum ma." Ucap kevin.
" Sabar ya.."
" Tabungan kita sudah menipis, kita harus mencari cara agak bisa bertahan hidup. Dan tidak lagi merepotkan gwen dan jen." Ucap abraham.
__ADS_1
" Kevin akan berusaha cari pekerjaan lagi pa. Jika memang belum ada. Kita jual saja mobil kevin, lalu kita bisa membuat toko atau apalah. Mungkin rumah makan kecil atau terserah."
" Ide bagus. Papa akan hubungi teman papa, dia bisa membantu menjualkan mobil mu dengan harga tinggi."
Beberapa hari kemudian, kevin pulang dengan muka lesu.
" Kau kenapa sayang?" Tanya jenny.
" Kevin di rampok ma."
" Apa maksud kamu?" Tanya abraham.
" Saat kembali pulang, kevin dirampok. Dan mereka membawa semua uang hasil penjualan mobil. Kita tidak punya apa apa lagi ma, pa."
Brug !!!
Jenny pingsan, tidak sanggup menerima kenyataan.
" Mama..."
Kevin dan abraham mengangkat tubuh jenny, dan meletakan nya di atas sofa.
" Ini semua salah kevin. Jika saja kevin tidak bodoh. Ini semua tidak akan terjadi."
" Pergilah kevin. Buat diri mu tenang. Pikirkam sendiri cara untuk mengembalikan semua nya." Ucap abraham.
" Tapi pa.."
" Dengar, ini semua berawal dari kesalahan mu. Jadi, Nikmati karma yang sedang datang padamu. Seandainya dulu kau tidak keras kepala. Semua ini tidak akan terjadi pada keluarga kita." Ucap abraham, lalu mengendong jenny masuk ke dalam kamar dan menutup pintu.
" Maafkan kevin, papa..." panggil kevin.
Tiga hari setelah itu, abraham dan jenny meninggal karena depresi berat. Mereka tidak bisa menerima kenyataan pahit yang terjadi.
Kevin semakin frustas, dia menyalahkan diri nya atas wafat nya mama dan papa. Lama kelamaan kevin menjadi sinting cenderung gila.
Dia menghampiri setiap wanita yang dia temui, kadang berlutut atau sekedar berteriak memanggil nama melodi.
" Melodi maafkan aku. Aku sudah mendapat hukuman. Tolong maafkan aku."
Kata itu yang selalu di ucapkan kevin setiap bertemu dengan wanita dengan rambut lurus panjang.
Gwen dan jen tidak ingin mengambil resiko. Jadi mereka mengirim kevin ke RSJ untuk terapi, jika memang bisa.
Kini hanya gwen dan jen yang dimiliki kenan, riana dan briana yang bersekolah di luar negeri.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Kasih like dan komen ya...
...Jangan lupa hadiah dan vote ☺️☺️...
Ohya, mampir ke karya baru aku ya kak
Udah sampai episode 15.
Aku tunggu yaa....
Kita ketemu di novel aku yang baru...
...Sayonara...
__ADS_1