
" Terima kasih sudah bersedia tinggal disini." Ucap jenny saat melodi datang.
" Tidak perlu berterima kasih nyonya."
" Bi...bibi.., siapkan kamar untuk melodi." Teriak jenny pada pelayan.
" Mari nona ikut saya." ucap salah seorang pelayan.
" Panggil mel saja bi, saya juga pelayan disini." Melodi tersenyum ramah.
" Aku akan berangkat nanti malam, tolong jaga cucu²ku dan anakku." Ucap jenny sambil berbisik menyebut kata 'anakku'. Melodi hanya tersenyum dan mengangguk.
Dimeja makan...
" Oma, apa oma benar² akan pergi, lalu siapa yang akan menemani kami saat kami terjaga saat malam hari." Kenan memeluk jenny.
" Aunty cantik kalian yang akan menemani kalian selama oma tidak ada."
" Momy?, benarkan itu oma?, momy akan tinggal disini?." Ucap twins dengan mata berbinar.
" Momy?????..." Jenny menaikkan satu alis nya.
" Momy...." Teriak twins saat melodi berjalan menuju meja, dengan membawa makanan.
" Benar momy akan tinggal disini?." ucap twins sambil memeluk melodi, melodi hanya mengangguk tanda iya.
" Tapi bukan kah dady melarang momy untuk tinggal disini." Ucap kenan.
" Siapa bilang dady melarangnya." Ucap kenan yang tiba² saja sudah berada di ruang makan.
" Tentu saja dady, kenan tidak sengaja mendengarnya." Ketus kenan
" Sekarang situasinya berbeda." Ucap kenan.
" Beda apa dady?, apa momy akan tinggal disini selamanya.." Ucap riana polos.
Dieng....
Kata² riana seperti boomerang bagi melodi dan kevin.
" Tunggu², kevin bisa jelaskan pada mama, kenapa anak² memanggil melodi dengan sebutan momy." Jenny menatap tajam kevin yang menggaruk² kepalanya.
" Emmm itu...." Kevin pun menceritakan awal mulai panggilan itu, jenny tersenyum.
__ADS_1
" Hmmm, seperti itu. Jadi momy nya beneran juga gak masalah kok." Ucap jenny santai. Membuat melodi dan kevin sama² melotot.
" Hehehe, nyonya kalau bercanda lucu." Kekeh melodi.
" Saya tidak bercanda mel, justru saya akan sangat senang."
Skip. Malam harinya kevin mengantar mama nya ke bandara. Sedang melodi menemani anak².
" Melodi... melodi..." Teriak kevin.
" Bisakah kau tidak berteriak, anak² barusaja tidur." Ucap melodi sambil menuruni tangga.
" Eh eh, kau kenapa kenken?" Melodi menghampiri kevin yang terlihat sempoyongan.
" Aku hanya merasa sedikit pusing." Ucap kevin sambil memegangi kepalanya.
" Ayo aku bantu kau ke kamar." Ucap melodi sambil membopong tangan kevin menuju kamarnya menaiki lift khusus.
" Tidurlah, akan aku buatkan minuman hangat." ucap melodi setelah merebakan kevin di kasur.
" Kita lihat, ada apa disini." Ucap melodi sambil membuka kulkas.
Setelah selesai berkutat di dapur, melodi kembali ke kamar kevin dengan membawa semangkuk sup daging dan susu hangat.
" Kenken, apa aku boleh masuk?."
" kenken?."
" Ken?"
Karena tidak ada suara, melodi memutuskan untuk langsung masuk.
Ceklek....
" Dia tertidur." Ucap melodi sambil meletakan nampan di meja.
" Hmm, sepertinya dia demam." Guma melodi saat tangannya menyentuh dahi kevin.
Melodi bergegas keluar kamar, dan kembali membawa air hangat.
" Hei, apa yang kau lakukan?, ingin mencari kesempatan ya?" Ucap kevin saat melodi hendak membuka kancing kemeja nya.
" Badanmu panas, aku hanya ingin mengompres mu. Jadi aku membuka sedikit kemeja mu agar tidak basah." Ketus melodi.
__ADS_1
" Benarkah?, kau tidak ingin memperkosa ku kan."
" Dasar mesum, bangunlah. Aku sudah bawakan susu hangat dan sup."
" Hmm, suapi."
" Manja." Ketus melodi sambil mengambil mangkok sup dan mulai menyuapi kevin
" Habiskan minumnya. Hmm anak pintar" Melodi mengelus rambut kevin.
" Sekarang pergilah tidur." Melodi hendak beranjak dari kasur, namun tertahan karena kevin memegang tangan melodi.
" Temani aku disini."
" Kau sudah gila ya."
" Aku mohon.."
" Hmm, baiklah." Melodi kemudian duduk disebelah kevin.
" Usap² kepalaku." Ucap kevin sambil menarik tangan melodi dan meletakkannya di kepala.
....
..
.
.
" Linda....."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
__ADS_1
...hadiah...