
Dalam perjalanan ryan dan orang tua daniel ke rumah sakit.
" Ryan, sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya danang.
" Yang terjadi..."
Ryan menceritakan apa yang terjadi, hingga membuat daniel menjadi kritis.
" Maaf, ini semua salahku. Aku terlalu sibuk dengan pernikahaanku, hingga tidak bisa menjaga dan melindungi adikku." Ucap ryan penuh penyesalan. Ara mengusap lengan ryan. Seakan memberinya kekuatan untuk tak lagi menyesali apa yang sudah terjadi.
" Tidak apa. Semua terjadi di luar pemikiran kita semua." Ucap ismi.
" Ya, mami benar. Mungkin ini jalan bagi kami, agar kami tidak lagi memaksa daniel dalam hal apapun."
Ryan hanya diam. Dia tau apa yang di maksud orang tua daniel. Ara menatap ryan, mencoba mencari tahu kebenaran yang mungkin tersembunyi. Mengingat daniel hanya tinggal sendiri di kota ini. Sedang keluarga berada di kota XXX. Kota sama seperti keluarga abraham tinggal.
Sementara di ruangan tempat daniel di rawat. Wanita itu, terus saja mengengam tangan daniel. Berharap laki laki di hadapan nya akan segera sadar.
Namun, hingga keluarga daniel datang. Daniel belum juga sadarkan diri.
Ceklek...
" Daniel..."
Ismi langsung berlari ke arah daniel, mengabaikan wanita yang masih memegang tangan daniel.
Sontak saja, wanita itu langsung menjauh dari ranjang daniel. Perlahan mundur, memberi ruang bagi orang tua daniel.
" Daniel.. Papi dan mami datang. Segeralah sadar daniel, hiks hiks hiks." Tangis ismi pecah. Danang mengusap punggung isti nya itu.
Wanita tadi memilih keluar dari ruangan daniel, ara yang sedari tadi melihat gerak gerik wanita itu, serta sikap orang tua daniel yang terlihat mengabaikan wanita yang ada bersama daniel, membuat rasa ingin tau ara menjadi sangat besar. Siapa wanita itu?
Dengan dalil ingin ke kamar mandi, ara dengan diam diam mengikuti kemana wanita itu akan pergi.
KANTIN ..
Wanita itu pergi ke kantin rumah sakit, memesan makanan. Dan duduk di meja yang masih sepi pengunjung.
Ara ikut memesan makanan, dan membawa nya ke meja dimana wanita itu duduk.
" Hei, bolehkan aku duduk disini?, aku takut jika makan sendirian. Ya, walaupun kantin ini cukup luas." Ucap ara.
Wanita tadi mendongak.
__ADS_1
" Bukankah anda yang pernah datang bersama daniel di butik ku?"
" Ha?, benarkah?"
Wanita tadi mengambil kacamata nya, kemudian memakai nya di hadapan ara.
" Apa kau mengingatku sekarang?"
" Ah, kau yang merias dan memberiku gaun indah itu?" Ucap ara.
Wanita itu mengangguk, dan tersenyum. Senyum nya indah dan menawan.
" Silahkan duduk. Aku juga tidak terbiasa makan seorang diri."
" Benarkah?" Tanya ara.
" Ya, biasanya aku selalu makan ditemani teman, atau dudu. Anjing kesayanganku." Ucap wanita itu.
" Kau suka anjing?" Tanya ara lagi.
" Ya, aku punya satu jenis great pyrenees."
" Wow, jenis anjing itu ada yang bisa setara dengan manusia jika berdiri, ya kan?" Ucap ara sambil mulai memakan makanan nya.
Wanita tadi bicara sedikit karena mulut nya penuh dengan makanan.
Ara dan wanita tadi, jadi banyak mengobrol soal anjing, sampai tak terasa makanan mereka habis.
" Ohya, aku rasa kau adalah orang yang sama di ruangan daniel tadi?, benarkan?" Tanya ara dengan hati hati.
" Kau tau aku?"
" Emm, ya. Aku orang yang datang bersama keluarga daniel. Aku adalah istri dari patner daniel."
" Ryan?!!"
" Kau mengenalnya?" Ara terkejut.
" Ya. Kami sangat dekat dulu. Saat aku masih bersama daniel."
" Masih bersama?" Ara mencoba mengali lebih dalam
" Emm ya. Saat masih bersama beberapa tahun lalu.." Ucap wanita itu.
__ADS_1
" Sekarang, apa kau tidak lagi bersama daniel?" Tanya ara dengan hati hati.
Wanita itu terdiam, lalu tanpa di sadari, airmata nya mengalir. Membuat ara menjadi merasa bersalah.
" Maaf. Aku tidak bermaksud membuatmu menangis." Ucap ara, memegang tangan wanita tadi.
" Tidak masalah. Ini adalah kesalahanku. Jadi aku menangisi kebodohanku. Kebodohan yang tak seharusnya aku lakukan, saat ada laki laki yang sedang memperjuangkan cinta kita dan berusaha mendapatkan restu dari orangtua nya."
" Maksud mu, daniel?"
" Ya.."
" Maaf, aku tidak paham. Maksud mu kau dan daniel dulu adalah sepasang kekasih?"
" Ya. Dan saat dirinya berjuang untuk cinta kita. Aku justru mengkhianati nya." Wanita tadi kembali menangis.
Ara mengusap usap tangan nya.
" Aku tidak sengaja bertemu dengan nya saat mengantarkan mu ke butik milik ku. Sejak saat itu, aku berusaha mencari tahu tentang daniel. Hingga melihat berita di tv bahwa daniel terluka parah, dan di bawa ke rumah sakit ini. Jadi aku langsung datang untuk melihat nya."
" Dan, kau selalu menemani nya sepanjang waktu?"
" Ya, aku berharap bisa memperbaiki hubungan kami seperti dulu lagi. Daniel pergi, sebelum sempat aku menjelaskan dan meminta maaf pada nya."
" Emmm, siapa nama mu tadi?"
" Viona."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
...hadiah...
__ADS_1