CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Pertemuan kembali dengan R


__ADS_3

Nana berjalan kembali ke ruangan, dimana melodi akan di pindahkan.


" Nana, kenapa lama sekali?"


Jenny mengejutkan nana yang terlihat melamun.


" Ah, bibi. Iya, tadi aku tersesat, hehe." Ucap nana asal.


" Ya sudah sana temui melodi."


" Dia sudah sadar?"


" Belum. Aku ingin kau menemani nya. Aku ingin melihat cucuku."


Jenny kemudian pergi meninggalkan nana.


Nana masuk ke dalam. Dan betapa terkejutnya dia, saat melihat ryan sudah ada di sana.


" Bang ryan?, kenapa bisa ada di sini. Bukankah, kita barusaja bicara disana."


Nana seperti orang linglung.


" Sttt.., sudah ku bilang kan. Aku akan bermain cantik, hingga kau sendiri tidak menyadari nya."


" Tapi, tadi kan ada bibi?"


" Oh, jadi tadi itu ibu mertua melodi?, dia bahkan tidak tau aku disini."


" Be..benarkah?"


" Tentu saja."


" Tunggu..."


Nana mendekati ryan. Menyentuh kepala, tangan. Hingga mengangkat kaki nya.


" Berat." Gumam nana.


" Hei, apa yang kau lakukan?"


" Aku hanya memastikan, jika abang adalah manusia."

__ADS_1


" Kau pikir aku hantu?"


" Hehe. Maaf, habisnya bang ryan seperti hantu."


Suara ryan dan nana, perlahan membuat melodi membuka mata.


" Bang.. ryan..." Ucap melodi terbata.


" Mel.., kau sudah sadar?"


Ryan memeluk melodi dengan hati hati, kemudian kening nya. Melodi menangis.


" Hei.. Kenapa kau menangis?"


Ryan mengusap airmata melodi.


" Ak...aku merindukan abang. Mama sudah meninggal, aku..aku tidak punya siapa siapa lagi.. Hiks hiks hiks hiks... Aku.., aku hanya beban bagi nya bang. hiks hiks hiks hiks"


" Abang sudah disini. Tenanglah.."


Ryan berusaha menenangkan melodi. Setelah melodi cukup tenang.


" Bang, bagaimana dengan anak anakku?, apa mereka baik baik saja?, aku ingin melihat mereka."


" Katakan apa?"


" Apa yang terjadi?"


Melodi kemudian menceritakan segala yang bisa dia ingat sampai akhirnya dia pingsan.


" Kurang ajar." Gerutu ryan.


" Bang, bawa melodi pergi." Rengek melodi. Nana tercengang dengan apa yang baru saja melodi katakan.


" Mel.. Kau bersungguh sungguh dengan yang kau katakan ?" Tanya nana.


" Tidak ada guna nya lagi, aku tinggal disana. Kevin tidak mencintaiku lagi. Dia.. dia lebih mencintai linda. Aku.. aku tetep ada di mansion, karena kevin terikat janjinya yang tidak akan meninggalkanku."


" Tenang saja. Aku sudah menyiapkan senua nya." Ucap ryan.


" Mel.. Tolong pikirkan lagi keputusanmu." Ucap nana.

__ADS_1


" Na. Kenapa kau seakan menentang keputusan melodi. Apa kau ingin melodi terus mendapat tekanan batin?" Ucap ryan.


" Bukan begitu bang... Hanya saja..."


" Kau sebenarnya teman atau musuh melodi sih?" Ketus ryan.


" Bang.." Melodi menenangkan ryan.


" Aku.. aku hanya memikirkan kenan. Bagaimana jika melodi pergi begitu saja." Lirih nana.


" Itu urusanku na, kau tidak perlu khawatir." Tegas melodi.


" Mel.. Kau yakin dengan keputusanmu?"


" Sangat yakin."


...


Sementara kevin terus mencari ruangan melodi. Han dan abraham kesal. Karena CCTV mereka telah di rentas dan menghapus kejadian saat luci dibawa pergi oleh seseorang yang mengaku kerabat kuci. Dan mereka tidak dapat menemukan siapa yang membawa luci.


Para satpam dan juga penjaga tidak mengetahui bahwa yang membawa luci adalah orang lain.


Karena mereka mengaku melihat kevin lah yang membawa luci.


" Sepertinya orang ini sudah merencanakan nya dengan rapi. Terbukti dia bahkan berhasil mengelabuhi para penjaga." Ucap han.


" Lalu kita harus bagaimana han?" Tanya abraham.


" Kita harus mengikuti alur permainan nya. Dengan rapi dan hati hati." Tegas han.


...****************...


......................


......................


...Jangan lupa like...


...komen...


...vote...

__ADS_1


...hadiah...


__ADS_2