CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Pria misterius


__ADS_3

" Bagaimana, kau sudah menemukan segala informasi tentang dia?" Ucap seorang laki laki pada bawahan nya.


" Sudah tuan. Semua informasi tentang wanita itu, ada di sini." Menyerahkan sebuah dokumen.


" Jadi benar... Dia lah wanita yang aku cari selama ini?" Guma laki laki tadi.


" Kau. Kerahkan semua anak buahmu untuk mencari dan mengawasi wanita ini."


" Baik tuan"


" Melodi. Jadi kau melodi yang aku cari selama ini."


.......


" Selamat pagi sayang."


Kevin mengawali pagi dengan memberikan ciuman kepada melodi.


" Selamat pagi." Melodi memaksa kan senyum. Walau hatinya enggan.


" Aku sudah bawakan makanan untuk mu makan." Ucap kevin.


" Tapi bagaimana dengan anak anak?"


" Anak anak sudah di urus para pelayan. Sebentar lagi mereka akan siap."


" Aku akan melihat mereka dulu." Ucap melodi.


" Tidak sebelum kau habiskan makanan dan susu yang ku bawa."


" Hmm, baiklah. Terima kasih."


Melodi mulai menghabiskan makanan dan segelas susu yang di bawa kevin. Setelah habis, dia segera beranjak dan pergi menemui anak anak.


" Momy..." Anak anak berhamburan memeluk melodi.


" Hai sayang.. Apa kalian sudah siap berangkat?, maaf ya momy bangun kesiangan."


" Tidak apa apa mom. Dady bilang momy sedang sakit, karena semalam mony terus ada di kamar." Ucap luci. Melodi melirik ke arah kevin.


" Apa sekarang momy baik baik saja?" Tanya kenan.


" Tentu saja momy sudah merasa jauh lebih baik, karena pelukan dari kalian."


Mereka kembali berpelukan.


" Sudah, sana berangkat. Nanti kalian terlambat." Perintah melodi.


" Bye mom. Jaga kesehatan, jangan sakit lagi. Nanti luci sedih."


" Ah sayang. Momy baik baik saja. Hanya momy merasa lelah."


" Baiklah. Kami berangkat mom."


Melodi menatap kepergian anak anaknya. Lalu sebuah tangan memeluknya dari belakang.


" Ken, kau tidak pergi ke kantor."


" Tidak. Aku akan disini bersama mu. Menemani mu."


" Tapi..."


" Sttt.... Ini perintah."


" Hai boy. Apa kau baik baik saja disana?, maafkan dady yang telah melukai hati momy kalian."


Cup. Kevin mencium dan mengelus perut buncit melodi.


Seharian ini kevin menemani melodi, membuat melodi melupakan apa yang terjadi di antara mereka.


" Ken.., berjanjilah kau tidak akan pernah lagi menyembunyikan sesuatu dariku. Katakan saja padaku, walau itu menyakitkan." Ucap melodi yang bersandar di dada kevin.


" Ya. Aku janji. Terima kasih karena sudah mau memaafkan aku." Kevin mencium kening melodi.


" Ken. Bagaimana jika ternyata linda benar benar hamil anakmu"


" Itu tidak mungkin. Karena aku tidak pernah menyentuhnya."


" Bagaimana jika benar anakmu."


" Entahlah. Menurut mu bagaimana?" Kevin bertanya balik.


" Tentu saja kau harus menikahi nya."

__ADS_1


" Jangan aneh aneh deh. Tidak mungkin aku menikahi nya."


" Tapi..."


" Sayang.. Ini adalah hari kita. Bisakah kita tidak membahas tentang wanita itu. Aku mohon."


" Baiklah. Aku minta maaf."


Melodi mencium kevin.


Bagaimana jika yang dikatakan melodi benar?. Bagaimana jika ternyata anak linda adalah anak ku?. Haruskah aku menikahinya?, tidak tidak. Aku tidak akan menyakiti hati melodi. Batin kevin.


...****************...


" Nona, dimana tuan muda." Ucap han mengejutkan melodi yang tengah membuat cemilan untuk anak anak.


" Han, kau mengagetkan ku."


" Maaf, aku tidak bermaksud mengagetkanmu."


" Ada apa kau kesini han?" Ucap kevin yang datang dari arah lain.


" Maafkan saya tuan. Tapi anda ada jadwal pertemuan dengan klien dari perusahaan xx. Ini mengenai kelanjutan kerjasama kita."


" Astaga. Bagaimana aku bisa lupa. Han, apa tidak bisa diundur besok atau lusa."


" Maaf tuan tidak bisa. Kerja sama ini sangat berpengaruh besar bagi perusahaan, terutama untuk jangka waktu ke depan."


" Pergilah sayang.." Ucap melodi yang mengetahui kebimbangan kevin.


" Tapi aku sudah berjanji akan menemani mu seharian."


Melodi mendekati kevin, han menunduk. Seakan tahu apa yang akan terjadi berikutnya.


" Tidak apa apa. Kerja kerasmu untuk masa depan anak anak. Jadi pergilah. Dan lekas kembali, aku menunggumu. Oke."


Seperti dugaan han. Melodi mencium kevin. Dan mereka saling berc*mbu sekarang.


" Maaf boy. Dady harus pergi. Tapi dady janji akan segera kembali dan membawakan makanan kesukaan kalian." Ucap kevin sambil mencium perut melodi.


..


Kevin dan han pun segera berangkat. Karena pertemuan penting itu, akan di gelar dua puluh menit lagi.


" Bagaimana jika saya mengantar anda terlebih dahulu. Lalu kembali ke kantor." Tawar han.


" Tidak perlu han. Aku akan naik taxi. Lagi pula aku sudah janji pada melodi, akan membawakan makanan kesukaan nya."


" Baiklah. Kalau begitu hati hati."


Bersamaan dengan pergi nya mobil han, tiba tiba hujan turun. Dan saat kevin menunggu taxi. Sebuah mobil berhenti didepan nya.


" Hei masuklah."


" linda?"


" Ayo sebelum hujan semakin deras."


Tidak ada pilihan lain, kevin masuk ke dalam mobil.


" Tumben tidak bawa mobil. Kau mau dari mana dan mau kemana?" Tanya linda.


" Aku selesai meeting dan hendak ke restoran xx."


" Kenapa tidak di antar han?"


" Aku menyuruhnya kembali ke kantor."


" Kau mau ku antar ke restoran xx?"


" Kau tidak keberatan?"


" Tentu saja tidak. Bayi kita pasti akan senang dapat bersama dengan ayahnya." Ucap linda. Kevin terdiam.


Tak lama kemudian mereka pun sampai di restoran. Saat mereka hendak berjalan untuk memesan makanan. Seorang pelayan tidak sengaja menumpahkan sup panas ke arah linda.


" Aw.. panas. Kau tidak punya mata ya.." Ketus linda.


" Ma..maafkan aku nyonya. Ak..aku tidak sengaja."


" Aw.. ini sangat panas. Kau mau membunuhku?" Linda memegang paha nya yang tersiram kuah sup.


" Sungguh saya tidak sengaja nyonya."

__ADS_1


" Linda sudah. Lihat kita jadi tontonan. Sebaikanya kita pergi dari sini."


Kevin membopong tubuh linda, dan berjalan menuju mobil.


" Duduklah. Biar aku yang menyetir." Ucap kevin.


" Terima kasih."


Kevin segera melajukan mobil menuju apartemen linda. Tak lupa ia membeli obat di apotik.


Sesampainya di apartemen.


" Aw.. sssttt.. Ini semakin sakit. Aku tidak kuat berjalan." Ucap linda.


" Ayo ku bantu."


" Langsung ke kamar saja kevin." Ucap linda, saat kevin akan mendudukan nya di sofa.


" Hmmm, baiklah."


Kevin kemudian membawa linda dan membaringkan nya di atas kasur.


" Terima kasih."


" Sama sama. Ohya, aku belikan obat. oleskan pada kaki mu yang merah. Ini akan mencegah agar tidak semakin parah."


" Bisa tolong bantu oleskan."


" Aku harus pulang." Ucap kevin.


" Diluar masih hujan lebat. Tinggal lah sebentar di sini. Kau bisa pesan taxi nanti."


" Baiklah."


Linda berjalan tertatih menuju kamar mandi dan keluar dengan mengenakan gaun transparan.


" Kevin. Bisa bantu aku mengoleskan obat ini?, aku sungguh tidak bisa melihat luka." Ucap linda.


" Itu hanya merah, bukan luka."


Kevin mengalihkan pandangan ke arah lain. Dia tak ingin tergoda dengan penampilan linda. Bagaimana pun juga kevin adalah pria normal. Yang punya gairah tinggi.


" Ayolah, aku mohon.."


Dengan terpaksa, kevin membantu linda mengoleskan obat pada luka nya.


" Baju mu basah. sebaiknya ganti lah pakaian mu dulu. Kau bisa sakit nanti. Aku punya beberapa pakaian laki laki di lemari ku. Kau bisa menggunakan nya lebih dulu."


" Baiklah, terima kasih."


Kevim segera masuk ke kamar mandi dan berganti pakaian. Saat dia kembali, linda sudah meninggalkan gaun nya, dan hanya memakai pakaian dalam.


Linda berjalan ke arah kevin.


" Kenapa kau berpakaian seperti itu?"


" AC nya mati. Jadi aku kepanasan." Ucap linda.


Linda yang terus mendekati kevin, dan menggoda nya. Membuat gairah kevin meronta ronta.


Dia menikmati sentuhan demi sentuhan linda. Hingga saat linda tau, kevin sudah masuk ke dalam buaian nya. Dia langsung mendorong kevin. Hingga terjatuh di sofa.


Kemudian linda mulai menikmati junior kevin, yang sudah terbangun sempurna.


" Linda. Stop."


Kevin berdiri, hendak keluar kamar. Namun justru linda menarik tangan kevin. Dan memaksa nya menyentuh bukit menonjolnya.


Kevin tak dapat lagi menahan gairahnya. Dia terbuai dengan linda yang begitu agresif. Hingga mereka melakukan hal yang tak seharusnya mereka lakukan.


Hari itu, dengan hujan sebagai saksi. Linda berhasil menaklukan kevin.


Kedua nya melakukan nya dengan sadar dan penuh gairah. Permainan linda, benar benar membuat kevin lupa bahwa dia sudah menjadi milik melodi.


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa like...


...komen...


...vote...

__ADS_1


...hadiah...


__ADS_2