CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Dokter spesial ?


__ADS_3

" Aku akan membalas mu." Teriak alex.


Bug !!


Sekali lagi, ryan melepaskan tinju nya ke wajah alex.


" Bawa dia markas. Aku belum selesai dengan nya." Perintah ryan.


" Baik tuan. Dan wanita itu?"


Mafioso menunjuk ke arah linda.


" Bawa saja mereka bersama. Akan ku pikirkan nanti."


" Baik tuan."


" Jangan lupa, bersihkan tempat ini, seperti semula."


" Laksanakan."


Para mafioso segera membawa alex dan Linda, keluar dari kamar. Setelah para mafioso pergi, ryan menghampiri daniel dan melodi.


" Kau terluka. Biar aku yang membawa melodi." Ucap ryan.


Ryan mengendong melodi, dan membawa nya keluar. Daniel masih terdiam di sana. Dia masih belum percaya, dengan apa yang barusaja terjadi.


Daniel mengusap bibirnya, dan tersenyum.


" Yesss.." Teriak danial sambil mengangkat tangan nya.


" Argh.., sakit."


Daniel memegangi bahu nya tang terluka.


" Tuan, sebaiknya luka anda segera di obati." Ucap seorang mafioso.


" Ya, mau benar."


Jika melodi melakukan itu setiap kali aku tertusuk. Aku rela jika harus di tusuk belasan kali. Batin daniel.


Salah satu mafioso membantu daniel berdiri.


" Bang, luci?" Tanya melodi.


" Kevin membawa nya?"


" Kevin???"


Melodi mengkerut kan dahi nya.


" Sudah, nanti saja abang jelaskan. Sekarang kita obati dulu luka mu."


Ryan meletakan melodi dengan hati hati, ke dalam mobil. Tak lama kemudian, daniel masuk dan duduk di kursi depan.


" Jalan!"


Perintah ryan, yang duduk bersama melodi, di kursi belakang.


Ryan mengambil ponsel, dan segera menghubungi seseorang.


" Hei, bisa minta tolong, adik ku dan teman ku terluka."


" ----"


" Cukup parah."


" -----"


" Cerita nya panjang. Bersiap lah, orang orang ku, mungkin akan sampai dalam lima menit."


" ----"

__ADS_1


" Haha, aku tunggu di mansion"


Ryan tersenyum dan mematikan ponsel nyaa.


" Siapa?" Tanya Melodi.


" Tentu saja dokter. Memangnya aku menelpon algojo, untuk mengobati mu."


" Kok beda."


" Beda apa nya." Ketus ryan.


" Ya beda, cara bicara abang."


" Sama saja"


" Dia dokter spesial.." Ucap daniel.


" Aaah, jadi begitu..."


Melodi menatap ryan, sambil tersenyum.


" Apa?. Kau ini. Sudah tau terluka, masih aja bisa memasang wajah seperti itu." Ryan memalingkan muka.


" Daniel, dokter nya laki laki atau perempuan.." Tanya melodi pada daniel.


" Nama nya spesial, tentu saja pe..."


" Pria." Ryan langsung memotong ucapan daniel.


" Astaga jadi benar yang luci katakan." Melodi menutup mulutnya.


" Memangnya apa yang luci katakan?"


Daniel menoleh ke arah melodi, sambil memegangi bahu nya yang terluka.


" Bang ryan menyukai sesama jenis. "


Dug


Ryan menendang kursi depan.


" Benar ya?" Tanya melodi.


" Sembarangan. Aku masih normal. Tentu saja aku menyukai lawan jenis." Ucap ryan kesal.


" Jadi..."


Melodi menggantung ucapan nya.


" Jadi apa?" Ketus ryan.


" Jadi kapan bang ryan akan mempunyai pasangan. Begitu kata melodi." Ucap daniel.


" Diam, jangan ikut campur."


Percakapan mereka harus terhenti, Karena mereka sudah memasuki kawasan mansion.


" Mobil kevin." Ucap daniel.


" Ya, aku menyuruh nya membawa luci ke mansion."


Saat mobil berhenti, para mafioso segera membuka pintu, dan langsung mengangkat melodi menggunakan tandu.


" Hati hati." Ucap ryan.


" Baik tuan."


Daniel dan ryan berjalan beriringan.


" Apa sekarang aku mendapat ijin mendekati melodi." Bisik daniel.

__ADS_1


Ryan menggeleng.


" Hei ayolah. Melodi sudah memberi lampu kuning."


" Hanya karena dia mencium mu. Bukan berarti dia sudah membuka hati nya untuk mu." Ketus ryan.


" Ah.."


Saat ryan hendak masuk. Kevin menghadangnya.


" Dimana linda?"


" Kenapa?" Tanya daniel.


" Biar aku yang mengurusnya sendiri."


" Kau mau melindungi nya, dia juga terlibat dalam penculikan melodi." Ketus ryan.


" Biarkan aku yang menghukum nya sendiri." Pinta kevin.


Ryan memberi kode, agar mengantarkan kevin ke mansion.


" Pakai ini."


Ryan memasangkan penutup mata pada kevin.


" Hei, untuk apa ini."


" Agar kau tidak pernah tau markas XLOVENOS." Bisik ryan.


Kevin di bawa mafioso. Daniel dan ryan segera masuk. Dan segera memastikan kondisi melodi.


" Mel..?" Panggil ryan.


" Ya?"


" Kau bisa bertahan hingga dokter datang?"


" Ya. Pelayan juga sudah membersihkan dan mengobati luka ku."


" Baguslah. Kau sudah bertemu luci?" Tanya ryan.


" Sudah. Terima kasih sudah menyelamatkan ku."


" Sudah tugasku."


" Tuan.." Panggil mafioso.


" Ada apa?"


" Dokter sudah datang.."


" Ehem.." Daniel berdehem.


Melodi menjadi kepo. Dia menatap ryan. Ryan menatap tajam daniel.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


......................


Nanti up lagi yaa, masih cari visual buat orang spesial bang ryan... 😅😅😅


...Jangan lupa like...


...komen...


...vote...

__ADS_1


...hadiah...


__ADS_2