CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Memenuhi undangan 1


__ADS_3

" Sayang, Darimana saja?. Aku sangat panik." Ucap daniel, saat melodi masuk ke dalam mobil.


" Maaf, aku menunggu luci masuk ke dalam kelas."


" Ya sudah ayo, kita berangkat." Ucap daniel.


Setelah memasang sabuk pada melodi, daniel melakukan mobilnya menuju Luci's Grup.


" Apa itu?" Tanya daniel.


" Kartu undangan."


Melodi memberikan kartu undangan kepada daniel. Daniel membaca nya. Sambil sesekali mata nya melihat ke arah jalan.


" Jadi, adam akan menikah?"


" Ya.."


" Tunggu, apa dia tadi ada disini?"


" Ya, dia kesini untuk memberikan ini pada ku. Dia ingin kita datang membawa luci."


" Kau akan datang?"


" Entahlah."


" Kenapa?"


" Aku tidak tahu."


" Ya sudah, kita bicarakan itu nanti. Lagipula pernikahan nya masih satu minggu lagi. Masih ada waktu untuk kita berfikir."


" Ya, kau benar."


Setelah berkendara kurang lebih dua puluh menit, daniel dan melodi tiba di gedung Luci's Grup.


" Selamat siang bu.." Ucap satpam.


" Siang."


Seperti biasa, melodi selalu ramah kepada semua karyawan nya.


" Nona, kau datang?, dan tuan daniel."


Bela menyapa melodi, dan menunduk saat melihat daniel.


" Hai bela. Apa kabar?"


" Kabar baik tuan. Terima kasih sudah bertanya."


" Bela, apa ada masalah selama aku tidak datang?"


" Tidak ada nona. Semua berjalan baik."


" Kau sudah bekerja keras. Aku akan memberimu cuti selama sepuluh hari."


" Terima kasih nona."

__ADS_1


" Sama sama. Ambil cuti nya kapan pun kau mau."


" Baik nona."


Melodi, daniel dan bela sampai di ruangan melodi.


" Apa itu bela?" Tanya melodi, saat melihat tumpukan berkas di meja kerja nya.


" Hehe, itu semua berkas yang harus anda tanda tangani." Ucap bela.


" Sebanyak itu?" Melodi menatap bela.


" Hehe, maafkan saya nona. Tapi semua berkas itu penting. Saya akan mengambilkan minuman untuk nona dan tuan. Agar nona lebih bersemangat." Ucap bela, kemudian keluar dari ruangan melodi.


" Astaga, bisa keriting tangan ku."


" Tenang, aku yang akan periksa. Kau yang tanda tangan." Ucap daniel, yang langsung duduk di kursi kebesaran melodi.


" Siapa yang menyuruh mu untuk duduk disana?" Ketus melodi.


" Tidak ada. Aku yang duduk sendiri."


" Lalu, aku duduk dimana?"


" Disini."


Daniel menepuk-nepuk paha nya.


" Tidak mau."


" Sudah ayo."


Lama mereka saling menatap, lalu daniel menempelkan bibirnya pada bibir melodi.


Mereka begitu menikmati ciwman itu, hingga tidak mendengar suara ketukan dari bela.


Tok


Tok


Tok


Ceklek.


Bela masuk, dan..


" Mata ku sudah tidak perawan lagi."


Melodi dan daniel menghentikan ciuman mereka.


" Maaf kan saya nona. Saya sudah mengetuk pintu."


" Tidak apa apa." Jawap melodi.


" Ambil cuti mu segera, agar kau dapat pacar dan merasakan rasa nya berciuman."


Bela menunduk.

__ADS_1


" Daniel."


" Hehe, maafkan aku."


...


Beberapa hari kemudian...


" Sayang, bagaimana?. Kau ingin datang ke acara pernikahaan adam?"


" Entah. Aku tidak tahu."


" Ada apa ini?" Tanya ryan.


Daniel memberikan undangan pernikahaan adam kepada ryan. Ryan membaca nya.


" Adam mengundangmu?" Tanya ryan.


Melodi mengangguk.


" Dia juga memintaku datany bersama daniel dan luci."


Ryan duduk, dan tak lama kemudian ara datang dan duduk di samping ryan.


" Pergilah." Ucap ryan.


" Ha?, apa?"


" Datanglah bersama daniel dan luci. Tunjukan bahwa adik ku, bukan lah orang pedendam."


Melodi menatap ryan.


" Tidak apa, datanglah bersama luci. Jika kau ingin membawa twins, bawa saja mereka."


" Baiklah, aku akan datang, Cukup membawa luci, tidak perlu twins"


" Itu baru adikku."


Ryan memeluk melodi.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Maaf garing, semangatnya down garagara ucapan suami yang tidak mendukung untuk menulis ☺️☺️


Besok up lagi...


...jangan lupa like...


...komen...


...Vote...

__ADS_1


...hadiah...


__ADS_2