
Tok
Tok
Tok
" Itu pasti nana."
Dengan langkah gontai. Han berjalan membuka pintu, dan langsung memeluk orang di hadapan nya.
" Na, kau harus membantu ku." Bisik han.
" Emm. Ya, tapi kau harus melepaskan pelukanmu, sebelum orang mengira jika dirimu gay." Bisik seseorang yang tak lain adalah candra.
" Hah.."
Han langsung melepas pelukannya. Candra terkekeh, lalu menutup pintu dan menguncinya.
" Aku minta nana yang datang, kenapa dirimu yang datang sih?" Ketus han.
" Nana sedang di mansion orangtua nya. Dia menelpon kimi, dan memintaku datang. Jadi, katakan. Apa masalahmu."
" Ck."
" Kau mau ku bantu atau tidak." Geram candra.
" Baiklah baiklah. Aku merasakan tubuhku panas. Seakan ingin memakan sesuatu. Bolehkan jika dirimu saja yang ku makan." Ucap han, membuat candra merinding.
" Han.. Sepertinya kau minum obat perangsang."
" Appa? Tidak mungkin."
" Ya. Itu benar. Biasanya orang terkena efek itu, tubuhnya menjadi panas. Dan.. pusaka nya menjadi on.."
Candra menggerakan tangan, kayaknya orang yang akan beradu panco.
Han melihat ke arah bawah perutnya.
" Kau benar, sepertinya jodi bangun sebelum waktu nya." Ucap han.
" Nah, kan. Untung saja bukan nana yang datang. Bayangkan jika nana yang datang, apa yang akan kau lakukan. Kau akan memanen buah sebelum matang."
" Kau benar. Lalu aku harus bagaimana?. Ini sungguh menyiksaku. Linda sial, garagara dia aku jadi begini?"
" Linda?"
" Ya, sepertinya dia mencoba membuat kevin datang padanya. Dan sialnya aku yang kena."
" Kenapa bisa?"
" Aku tidak sengaja meminum gelas milik kevin."
" Kenapa bisa salah?"
" Ah!!!, sudalah. Kau ingin membantuku atau tidak?" Ketus han.
" Iya iya. Bawel amat, kayak cewek sedang menstruasi." Ketus candra.
" Hei. Berani mengataiku?"
" Tidak tidak. Emm, kau punya es batu?"
" Ada di kulkas."
" Bagus. Sekarang ikut aku."
" Kemana?"
__ADS_1
" Sudah ikut saja."
Candra membawa han ke dalam kamar dan langsung ke kamar mandi. Candra mulai melepas kemeja han.
" Hei, kau memperkosaku, jangan gila kau. Aku masih perjaka. Dan akan ku serahkan ke'perjaka'anku kepada nana seorang."
" Diam, jangan banyak bicara."
Candra menyuruh han untuk duduk dalam bak mandi.
" Hei, kenapa kau mengikatku?" Omel han.
" Sudah diam."
Setelah memastikan ikatannya kuat, candra menghidupkan kran air dingin dan meninggalkan han.
" Hei, kau mau kemana?, Dasar dokter sint*ng." Omel han.
Candra kembali dengan membawa banyak sekali es batu. Lalu menuangkannya pada bak mandi.
" Hei.. Kau sudah tidak wa....emmm emm emm emm."
Candra menyumpal mulut han dengan kain.
" Emm emm emmm emmm."
" Itu supaya kau tidak berisik. Pusing aku mendengar ocehanmu." Ketus candra.
" Emmm emm emm emm emmm." Protes han.
" Sudah diam, ini adalah cara untuk meredam efek dari obat itu."
" hmmm hmm hmmm..."
Han masih terlihat memberontak. Tapi apa daya, tangan dan kaki yang terikat, serta mulut yang tertutup. Membuat han tidak bisa melakukan apapun, selain pasrah.
Drrttt Drttt Drttt
" Wah, lihatlah. Dia mengkhawatirkan mu."
Candra menunjukan layar ponselnya pada han. Kemudian menggeser tombol hijau.
" Hai na.."
" Dokter candra, apa han baik baik saja?"
" Tentu saja, dia sudah di tangani oleh ahlinya"
" emmm emmm mmm mmmm."
" Suara siapa itu?"
" Tentu saja kakandamu."
Candra kemudian mengganti kamera depan menjadi kamera belakang. Dan menunjukan han pada nana.
" Oh my god, dokter candra. Kenapa han terikat begitu."
" Jangan khwatir. Ini adalah terapi dari sakit yang dialami han."
" Benarkah?"
" Ya. Kau jangan khawatir. Aku akan menjaga nya untukmu."
" Baiklah dokter candra. Terima kasih banyak, maaf merepotkanmu."
" Sama sama. Teman kimi, temanku juga."
__ADS_1
" Kalau begitu, aku tutup telepon nya ya." Ucap nana.
" Emmm mmm mm mmm." Han kembali protes.
" Bye na."
" Bye."
...Ku menangis..... By.Han. .....
..
" Sepertinya baju ini sangat cocok, untuk mengimbangi sensasi yang akan kevin alami setelah meminum obat itu."
Setelah berganti sebuah lingerie yang cukup mengoda siapa saja yang melihatnya. Linda mulai berjalan keluar kamar.
Karena lampu sudah dimatikan. Jadi dia bebas berjalan tanpa mengenakan penutup lagi.
linda mendengar suara di dapur, setelah linda lihat, ternyata kevin.
" Pas sekali." Gumam linda.
Linda kemudian berjalan menghampiri kevin. Saat linda hendak memeluk kevin..
" Linda, kau sedang apa?"
" Emm, aaa.. mmm. Aku sedang ambil air. Yaaa, air. Kau sedang apa?"
" Aku lapar. Jadi aku membuat roti isi. Kau mau?" Tawar kevin.
" Tidak terima kasih. Aku sudah kenyang."
Kenapa kevin biasa saja?, seharusnya dia merasakan hasrat untuk bercinta kan. Batin linda.
" Woy. Kenapa benggong. Katanya mau ambil minum" Ucap kevin.
" Ah iya iya."
" Dan itu, kenapa kau berpakaian seperti ini?, jika penjaga melihatnya, bisa bahaya. Kau bisa jadi santapan mereka."
" Iya, didalam sangat panas, sepertinya AC nya perlu di perbaiki. Udaranya tidak dingin maksimal." Ucap linda asal.
" Besok aku panggilkan teknisi. Kau segeralah kembali ke kamarmu, sebelum ada yang melihatmu berpakaian seperti itu."
Kemudian kevin pergi, meninggalkan linda.
Ah sial, sebenarnya apa yang terjadi sih?. Bukankan tadi dia minum minuman yang sudah aku beri obat perangsang. Kenapa dia tidak bereaksi sama sekali. Batin linda.
" Huh. Menyebalkan."
Linda menghentakkan kaki nya, kemudian kembali ke kamar.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Besok lagi ya..
Makasi lo yang udah mau mampir,
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
__ADS_1
...hadiah...
☺️☺️☺️💙💙💙💙☺️☺️☺️