
" Dokter... suster... tolong cepat..."
Teriak melodi begitu sampai di depan pintu masuk rumah sakit.
" Tolong.. tolong anak saya suster.."
" Bu.. Sebaiknya ibu tenang."
Kenan langsung di bawa ke ruang ICU, dan langsung mendapat perawatan intens.
" Melodi, apa yang terjadi."
Dokter candra, datang dengan tergesa-gesa. Setelah mendengar kabar tentang kenan.
" Dokter candra." Melodi mulai menangis.
" Ada apa, tenang lah."
Dokter candra menuntun melodi untuk duduk, kemudian meminta melodi, menceritakan apa yang terjadi.
" Ini tidak bisa di biarkan." Geram dokter candra.
" Hiks hiks..., kita bisa apa?, saat ini ingatan kevin masih belum pulih." Ucap melodi dalam tangis.
" Itu juga yang memberatkan kita, untuk mengambil tindakan."
" Apa kenan akan baik baik saja."
Melodi menatap dokter candra.
" Kita akan berusaha melakukan yang terbaik. Tunggu dan kita berdoa untuk kenan."
" Hiks...Terimaa kaa...."
Brug.
" Melodi...."
Dokter candra panik, setelah mendapati melodi pingsan.
" Suster.."
" Kimi?, kau di sini?." Ucap Candra, saat dokter yang akan memeriksa melodi adalah kimi. Tunangannya.
" Pergilah. Dia adalah pasienku." Ketus kimi, sambil mulai melakukan pemeriksaaan terhadap melodi.
" Sejak kapan." Tanya candra heran.
" Emmm.. sejak.. Sejak hari ini, hehe." Kekeh kimi, sambil mengusap tengkuk nya yang tidak gatal.
" Kau tidak menyembunyikan sesuatu dariku kan kimi?" Candra melirik tajam kimi.
" Tidak ada, tentu tidak." Ucap kimi cepat.
" Benarkah.."
Candra berjalan ke arah kimi, yang sudah selesai memeriksa melodi.
Dekat.. semakin dekat. Hingga kimi terjatuh di sofa. kedua wajah itu saling menatap sekarang.
" Dasar dokter mesum" Sergah kimi saat candra akan mencium nya.
" Hei.. aku calon suami mu. Apa salahnya jika aku minta kiss..." Candra memonyongkan bibirnya, mirip seperti mulut bebek.
" Masih calon suami." Kimi memukul dahi candra, menggunakan bulpen
" Aku pergi.." Ucap candra.
" Pergilah."
Kimi menghampiri melodi, yang terlihat mulai sadar.
" Hei, kau sudah bangun." Sapa kimi lembut.
" Kimi.., dimana kenan?"
" Tenanglah, kenan sudah melewati masa kritisnya. Sekarang dia sedang di pindahkan ke ruang VVIP."
" Boleh aku melihatnya?" Pinta melodi.
" Tentu, setelah aku memastikan bahwa kau baik baik saja. Setuju?."
" Baiklah." Ucap melodi pasrah.
..
__ADS_1
Sedang di mansion kevin, tepatnya di dalam kamar.
" Sayang..., aku sungguh tidak melakukannya, itu sebuah kecelakaan." Ucap linda dengan penuh sandiwara.
" Sungguh. Aku adalah ibu kandungnya, tidak mungkin aku akan menyakiti anak ku sendiri." Linda memeluk kevin.
" Minumlah sayang..."
Linda memberikan segelas air kepada kevin. Dan kevin meminum nya.
Satu detik...
Dua detik...
Tiga detik...
Brug.
Kevin pingsan. Linda tersenyum smirk.
" Sayang kau percaya pada ku kan..?." Ucap linda setelah kevin sadar.
" Soal apa?." Tanya kevin binggung.
Obatnya benar benar bekerja, aku bisa memanipulasi nya. Batin linda.
" Kenan jatuh dari tangga, dan mereka semua menuduhku melakukan nya. Padahal jelas jelas aku melihat melodi yang melakukan nya." Ucap linda.
" Ini tidak bisa di biarkan. Bisa bisa nya dia menuduh mu." Ketus kevin.
" Sekarang, dimana kenan dan melodi?"
" Di rumah sakit."
" Kita kesana sekarang.."
Linda dan kevin segera berangkat ke rumah sakit.
Di Basement rumah sakit.
" Pssst.. Pssstt..."
Seseorang memanggil linda, linda menoleh.
" Emm sayang, kau duluan ya. Aku akan ku toilet sebentar. Sudah tak tahan, oke." Ucap linda.
Sepeninggalan kevin, linda menemui seseorang yang tak lain adalah pacar linda. Alex.
" Ada apa?" Bisik linda.
Alex menarik linda dan mencumbu nya secara brutal.
" Alex, hentikan."
" I miss you." Alex terus mencumbu linda dan meremas bok*ng linda.
" Sayang.. Ini di rumah sakit. Pasti banyak CCTV."
Ucapan linda membuat alex menghentikan aksi nya.
" Bagaimana?, apa obatnya bekerja?." Tanya alex penasaran.
" Tentu saja, kevin langsung melupakan kejadian yang terjadi sebelum nya." Ucap linda tersenyum bangga.
" Kalau kau butuh lagi. Katakan saja padaku. Asal ..." Meremas bukit linda.
" Iya iya.. aku tau. Sudah sana pergi lah."
" Aku minta uang."
" Apaa?, Alex, baru semalam aku memberimu 50 juta. Dan sekarang kau minta lagi?"
" Ayolah. Suami mu orang kaya. 50 Juta hanya jumlah yang kecil bagi nya."
" Dengar. Aku belum sah menjadi istri nya. Jika sudah sah aku akan memberikanmu berapapun yang kau mau."
" Baiklah, ku pegang janji mu."
" Pergilah, sebelum ada yang melihat kita."
" Oke.. Sampai jumpa di apartemen ku. Aku merindukan keganasan mu." Bisik alex, membuat linda tersenyum.
...
Diruang rawat kenan...
" Hai are you oke, dear?."
__ADS_1
Melodi mengecup tangan kenan, yang telah membuka mata.
" Mom...." Ucap kenan terbata.
" Hai.., Perlu sesuatu?, Minum?" Tawar melodi, kenan menggeleng.
" Mom...," Ucap kenan lagi.
" Iya sayang.. Katakan apa yang kau inginkan?" Melodi menekan tombol, agar kasur sedikit terangkat.
" Pe..luk.." Ucao kenan pelan.
" Apa?, momy tidak mendengar dengan jelas."
" Peluk." Ucap kenan.
Melodi langsung menangis dan memeluk kenan.
" Don't cry, mom."
" Momy menangis bahagia nak, momy bahagia karena kenan baik baik saja."
Kenan menghapus air mata melodi.
" Kau anak yang kuat sayang."
Melodi mencium kening melodi yang di balut perban.
" Lihatlah kevin. Apa begitu perlakuan melodi, jika dia lah yang benar benar mencelakai putramu." Ucap candra di balik pintu.
" Bisa saja dia hanya bersandiwara. Linda bilang, melodi mengincar hartaku." Ucap kevin.
" Hei bro.. Lihatlah. Lihat dengan hatimu. Apa kau tidak bisa merasakannya?, kehangatan yang di salurkan melodi pada kenan?. Mereka saling membutuhkan satu sama lain. Bahkan melodi terlihat lebih menyayangi kenan daripada luciana, anaknya sendiri.,"
" Luciana?, Kau pernah bertemu dengan nya" Tanya kevin, menatap candra.
" Aku yang merawat nya selama beberapa bulan. Dia mengalami luka bakar. Kau yang membawa nya, dan memintaku untuk merawatnya sendiri. Di rumahmu." Tegas candra.
" Benarkah?, kenapa aku tidak bisa mengingat semua nya. Setiap kali aku merasakan sesuatu. Atau ingin mencari sesuatu tentang segala sesuatu yang, mungkin dapat mengembalikan ingatanku. Lalu setelah bersama linda, semua nya tiba tiba hilang. Dan aku tidak bisa mengingat apa apa lagi." Ucap kevin.
" Aku..aku seperti kembali disaat aku barusaja bangun dari koma. Hanya mengingat linda." Imbuh kevin.
" Kau mau aku melakukan pemeriksaan lagi?" Tawar candra.
" Bo..."
" Sayang.."
Linda datang sebelum, kevin melanjutkan kata kata nya.
" Hai dokter candra." Basa basi linda.
" Hallo."
" Bagaimana kondisi anakku." Ucap linda.
Cih. Anak. Aku tau, kau yang melakukan nya linda. Tunggu saja, saat aku tahu apa yang terjadi dengan Kevin. Batin candra.
" Kenapa tidak masuk, dan melihat nya sendiri." Ucap candra.
" Emm, sayang.. Baik kita biarkan kenan istirahat dulu. Lagipula sudah ada melodi di sana."
Linda gugup dan memegang pipi nya, ketika melihat ada melodi di sana, yang sedang bercanda dengan kenan.
" Kenapa?, kau takut bertemu melodi." Sindir candra.
" Bukan begitu, hanya saja.. Kami belum makan siang. Benarkan sayang." Ucap linda sambil memeluk lengan kenan.
" Ayo kita cari makan sayang." Rengek linda.
" Baiklah, ayo."
" Sungguh, aneh. Aku harus menyelidiki nya. Kevin lebih mirip boneka linda sekarang." Ucap candra, sambil memandang linda yang terlihat manja dan menggoda kevin.
......................
......................
...----------------...
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
...hadiah...
__ADS_1