
...POV Melodi...
Siapa yang menduga Aku akan menikah hingga 3 kali. Tidak ada wanita di dunia ini yang ingin menikah hingga 3 kali.
Namun, itulah yang terjadi padaku. Aku harus menikah 3 kali sebelum akhirnya aku dapat menemukan seseorang yang benar-benar pantas menjadi pendampingku.
Christian Daniel Liow...
laki-laki terakhir dan yang akan selamanya mendampingiku.
" hai sayang kau sedang apa?"
Daniel datang menghampiriku yang tengah melihat anak-anakku bermain bersama dengan bang ryan dan kak ara, serta putra sulung mereka, dan memeluku dari belakang.
" Tidak ada. aku hanya melihat mereka yang sedang bersenda gurau."
" kau yakin hanya itu?" tanya Daniel memastikan.
Aku menatap Daniel. Pria yang sudah hampir 2 tahun menjadi suamiku itu, kini tersenyum saat aku menatap dirinya.
" katakan apa yang kau pikirkan." tanya nya lagi saat dia menemukan sesuatu yang tidak biasa dalam mataku.
" Aku tidak apa-apa sungguh."
" kau yakin?"
aku mengangguk.
" Tapi matamu tidak menunjukkan bahwa kau sedang baik-baik saja. Jadi katakan saja apa yang kau pikirkan?. apa ada sesuatu yang mengganggumu?, atau kau merasa tidak nyaman?, atau Kau ingin apa katakan saja!!." Ucap nya dengan kata lembut.
" Aku tidak apa-apa sungguh. Aku hanya tidak menyangka aku harus menikah dua kali sebelum akhirnya aku bisa menemukan pria sepertimu. Pria yang benar-benar tetap ada disampingku, menerima segala kekuranganku. Selalu membahagiakan diriku terutama anak-anakku. Semoga kau akan selalu ada disampingku, selamanya. Dan kita akan menua bersama hingga ajal yang memisahkan kita."
Cup
Daniel mencium kedua tangan ini.
" Dengar. TIDAK AKAN ADA LAGI SESEORANG YANG MAMPU MEMISAHKAN KITA. kau dan aku adalah satu. kita bersatu untuk selamanya dan aku akan selalu ada disampingmu menghiburmu menjadi temanmu, sahabatmu, kekasihmu suamimu dan juga pelindungmu. bersama-sama kita akan membesarkan anak-anak kita. Dan kelak kita akan menceritakan kisah kita kepada anak cucu kita."
Aku terharu. untuk yang kesekian kalinya, dia selalu dapat membuat hati ini merasa tenang dan nyaman.
Aku langsung memeluknya, dan berkata...
" I love you so much.."
__ADS_1
" oh I love You more. Aku mencintaimu lebih dari kau mencintaiku. Aku bahkan lebih mencintaimu daripada mencintai diriku sendiri." bisiknya di telingaku.
Sungguh aku sangat beruntung memilikinya dan aku beruntung aku menjadi miliknya.
Aku berharap tidak akan ada lagi orang ketiga dalam keluargaku. Cukuplah sudah sampai disini biarkan aku bahagia bersama keluargaku.
Dan semoga pria yang pernah menyakitiku dulu, kini menemukan kebahagiaannya sendiri. Aku tidak sampai hati jika aku melihat seseorang yang pernah menyakitiku walaupun sangat menyakitiku ditimpa kemalangan.
Tak tak beberapa lama kemudian, Adam dan istrinya datang.
" Ayah..."
Luci langsung berlari begitu melihat ayahnya datang.
" kau siap untuk pergi girl?" Tanya adam.
" Sangat siap." Ucap luci.
" Aku akan membawa nya sekarang." ucap Adam pada kakakku ryan.
" Hati hati. Dan jangan pulangkan dia lusa."
" Siap komandan."
" bye momy.."
Luci melambai ke arahku, aku dandani membalas lambaiannya dan berteriak..
" bersenang-senanglah sayang..."
lalu Adam dan istrinya membawa Luci pergi.
Ya.. setiap bulan. aku selalu mengizinkan Adam untuk membawa pergi luci. Terkadang Adam juga meminta izin membawa Luci dua kali dalam sebulan.
Dan aku hanya mengizinkan dia membawa Lusi setiap akhir pekan, jadi hari Sabtu dia datang kemudian hari Senin pagi dia akan mengantarkan Lusi pulang ke sini.
Sekali lagi adam menoleh ke arahku dan Daniel, lalu tersenyum dan melambaikan tangan pada Daniel. Daniel membalasnya lambaian tangannya.
Aku bahagia untukmu Adam, kini kau telah berubah dan kau memulai lembaran yang baru. Semoga kau akan selalu bahagia bersama istrimu.
" Kemari biar ku gendong kan Gabriel untukmu."
Daniel mengambil Gabriel dari gendongan ryan.
__ADS_1
" Bagaimana dengan bayi dalam perut mu apakah dia nakal?" Tanya kak ara, sambil mengelus-elus perutku yang sudah mulai terlihat buncit.
" Tidak aku rasa tidak. dia tidak menyiksaku dia hanya menyiksa dady nya."
" Haha.."
Kami tertawa bersama. Sungguh Aku benar-benar bahagia sekarang.
" Mel.." Panggil kak Ara.
" ya kak?"
" Aku lihat perutmu sangat besar dari umum nya kehamilan 4 bulan."
" Mungkin bayinya akan kembali lagi. u
Ucap Ryan.
" Tidak mungkin, bukankah aku sudah melakukan USG dan bayinya hanya satu." ucapku.
" jika kembar pun tidak masalah rumah ini akan semakin ramai, benar kan kak." Ucap Daniel sambil memandang kearah kak ryan.
" Ya benar aku juga akan sangat senang jika aku memiliki keponakan kembar lagi, terutama anak itu darimu. Teman dan juga saudaraku." Bang ryan merangkul bahu daniel.
Aku hanya terkekeh melihat tingkah keduanya itu.
" Masuk yuk.." Ajak kak ara.
Ibu lihatlah dari surga sana, aku telah menemukan kebahagiaan ku yang sebenarnya. Sekarang aku bahagia bersama suamiku, dan juga kakakku.
...----------------...
...----------------...
Jangan lupa ya kak mampir ke karyaku yang terbaru judulnya luka dalam bahagia..
Bakalan crazy up setiap harinya..
Terima kasih ya buat kakak Semua yang udah ngedukung novel ini. aku sangat berterima kasih, tulus dari hatiku yang paling dalam..
cie cie autornya lagi lebay dikit nggak papa kan 😅😅💙💙🙏😌
__ADS_1